7 Jenis Penyakit Tanaman Mentimun

17 views

tanaman mentimunPerubahan fisik yang muncul akibat hujan adalah meningkatnya kelembapan udara dan kandungan air dalam tanah. Kedua hal itu berdampak pada semakin banyaknya penyakit tanaman mentimun yang disebabkan percepatan perkembangan patogen, baik jamur maupun bakteri, terganggunya keseimbangan pupuk tanaman di dalam tanah serta munculnya kerusakan fisik berupa pecah batang, pecah buah dan robohnya tanaman mentimun.

Berikut ini adalah 7 jenis penyakit tanaman mentimun yang biasa menyerang di musim hujan :

Busuk Daun (Downy mildew)

Penyebab penyakit busuk daun adalah Pseudoperonospora cubensis. Penyakit mentimun ini menginfeksi kulit daun pada kelembapan udara tinggi, temeperatur antara 17-23ºC dan berembun atau berkabut. Gejala yang tampak yaitu daun berbercak kuning dan berjamur, warnanya cokelat dan busuk. Pengendaliannya adalah dengan pemberian obat pencegah busuk daun sebelum tanam. Selain itu penggunaan varietas yang tahan terhadap penyakit berpengaruh signifikan mencegah serangannya.

Serangan penyakit busuk daun diawali dengan adanya bintik hitam pada permukaan daun, lalu berubah menjadi kuning. Bintik ini meluas menjadi bercak kotak kotak berwarna kuning atau cokelat mengikuti besarnya tulang daun yang menghubungkan cabang cabang pada tulang daun. Tanda lainnya adalah adanya jamur berwarna hitam pada bagian bawah daun. Pengendalian dan pemberatasan penyakit dilakukan dengan penyemprotan fungisida.

Spora yang terbawa udara atau percikan air hjan menjadi penyebab utama penyebarannya. Perbedaan suhu yang tinggi ditambah kelembapannya juga tinggi dari embun, kabut atau hujan semakin mempengaruhi pesatnya penyebaran spora penyakit mentimun ini.

Penyakit Tepung (Powdery mildew)

Penyakit mentimun ini disebabkan Erysiphe cichoracearum. Serangan parah terjadi musim peralihan kemarau dan hujan. Di dataran menengah samai tinggi. Daun mentimun yang terserang menjadi nekrotis, kekuningan dan apabila dibalik akan tampak cendawan yang menyerupai tepung. Oleh karena itu, penyakit ini disebut penyakit tepung.

Awal serangan penyakit ini ditandai dengan terdapatnya serbuk halus berwarna putih pada permukaan atas dan bawah daun. Spora jamur ini akan meluas merata pada helaian daun hingga menyebabkan daun menguning, menebal, kaku dan melipat ke atas. Pengendaliannya adalah dengan penyemprotan obat penyakit tepung atau obat pembunuh cendawan.

Antraknose

Antraknose merupakan penyakit yang ditakuti para petani mentimun. Penyakit ini bermbang pesat saat musim hujan. Antraknose disebabkan oleh jamur dari genus ColletotrichumColletotrichum capsici membentuk bercak cokelat kehitaman, kemudian busuk lunak. Serangan berat menyebabkan buah mengering dan keriput. Sementara Gloesporium piperatum menyerah buah mentimun muda dan menyebabkan terjadinya pembusukan pada bagian ujung buah.

Penyendaliannya sebaiknya dilakukan secara nonkimia dengan pergiliran masa tanaman dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami atau menanam bibit yang sudah direndam obat. Pengendalian bibit secara kimiawi adalah dengan penyemprotan bahan fungisida secara berkala.

Penyakit yang disebabkan oleh jamur Collectroticum gloesporioides ditemukan hampir di seluruh dunia. Gejala serangannya, yaitu buah muda ataupun tua permukaannya tampak bercak berair dan berkembang cepat hingga berdiameter 3 – 4 cm. Bercak luka menurun dan berwarna merah tua kehitaman yang menampakkan spora berbentuk melingkar. Musim hujan, suhu dan kelembapan tinggi menjadi penyebab meningkatnya perkembangan jamur ini.

Penyebab lainnya, yaitu cendawan Colletotrichumlagenarium. Gejalanya, yaitu bercak bercak cokelat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut sudut dan menyebabkan daun mati. Gejala bercak meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembap,di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu.

Bercak Daun Bersudut

Spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman yang terserang. Pada permukaan daun terdapat bercak bercak kuning, selanjutnya menjadi cokelat lalu mengering dan mati. Pusat bercak berwarna pucat sampai putih dengan pinggir berwarna lebih tua. Serangan yang parah menyebabkan daun mentimun menguning dan gugur, atau gugur tanpa menguning. Terlihat ada rumbai rumbai halus yang berwarna abu abu atau ungu. Penyebabnya, yaitu cendawan Pseudomonas lachrymans. Cendawan ini menyebar pada saat musim hujan.

Pengendaliannya, dapat dilakukan secara kimia atau non kimia. Secara non kimiawi dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami atau menanam bibit yang sudah direndam obat. Pengendalian secara kimiawi adalah dengan penyemprotan fungisida secara periodik.

Virus

Penyebabnya, diantaranya Cucumber Mosaik Virus (CMV), Potato Virus Mosaik (PVM), Tobacco Etch Virus (TEV) dan Potato Bushy Stunt Virus (TBSV). Serangga vektor adalah kutu daun dan aphis. Gejala yang timbul yaitu daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung dan tanaman menjadi kerdil. Pengendalian dapat dilakukan dengan mengendalikan serangga vektor, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanamn sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.

Kudis

Penyebab penakt kudis pada mentimun adalah cendawan Cladosporium cucumerinum. Penyakit mentimun ini terjadi pada buah mentimun muda. Gejalanya adalah ada bercak basah yang mengeluarkan cairan, yang jika mengering seperti karet. Bila menyerang buah tua akan terbentuk kubis bergabus. Pengendaliannya adalah dengan pemberian obat pencegah penyakit kudis sebelum tanam.

Karat Daun

Gejala karat daun terjadi pada daun. Pada awalnya terdapat bintik bintik kecil, lalu bintik bintik tersebut akan menjadi bercak bercak. Bercak berkembang ke bagian daun atas sesuai bertambahnya umur tanaman.

Bercak banyak terdapat di bagian bawah daun dan warna bercak cokelat seperti karat di daun. Pengendaliannya, yaitu tanaman yang terserang penyakit dicabut, dkumpulkan dan dibakar. Disamping itu, menyemprotkan fungisida mulai umur 20 hari dengan selang waktu 7 hari sampai tanaman mentimun berumur 30 hari disertai pergiliran tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *