Aneka Jenis Tanaman Bunga Merambat Tahan Panas

Di Indonesia terdapat berbagai aneka jenis tanaman bunga merambat. Mayoritas sebenarnya merupakan tanaman asli luar negeri yang di impor pada waktu itu. Hal ini dikarenakan banyak orang asing yang menetap di Indonesia suka menanam tanaman merambat yang dijalarkan pada tiang tiang rumahnya. Selain itu banyak juga yang menanam tanaman bunga merambat ini di pot gantung, biasanya yang ditanam di pot gantung ini adalah tanaman yang memiliki bunga dan daun berukuran sedang.

Karena di Indonesia beriklim tropis, pemilihan jenis tanaman yang akan di tanam tentunya harus memikirkan ketahanan tanaman tersebut terhadap panas. Apalagi jika anda ingin menanamnya sebagai tanaman rambat pagar atau kanopi yang terpapar sinar matahari langsung. Sehingga pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit mengenai aneka jenis tanaman bunga merambat yang tahan panas, sehingga anda mendapatkan beberapa pilihan tanaman mana yang akan anda tanam di rumah anda.

Jenis tanaman bunga merambat tahan panas tersebut, antara lain :

Bunga terulak

Nama latinnya adalah Calonyction aculeatum, tanaman bunga merambat ini terlihat sangat bagus jika dirambatkan di pagar atau kanopi rumah anda. Anda akan berdecak kagum jika melihat pemandangan pagar anda yang ditumbuhi bunga terulak yang sedang berbunga disinari bulan. Terulak adalah tanaman yang bunganya seperti terompet berukuran agak besar. Warnanya putih bersih dan mekarnya hanya di waktu malam. Ia akan tumbuh subur di tempat yang tidak terlindung dan menerima cukup cahaya matahari.

Kembang Penganten

Tanaman bunga penghias pekarangan yang merambat dan disukai orang karena berbunga banyak. Rangkaian rangkaian bunga yang panjang terdiri dari bunga bunga yang kecil berwarna putih dan bagus bentuknya. Jenis tanaman bunga merambat ini sangat tahan panas dan walaupun sedang musim kemarau, daunnya yang berwarna hijau tua jarang layu dan kuat.

Tanaman yang bernama latin Porana volubilis ini berasal dari pulau pulau di tanah air kita, dapat tumbuh subur di tempat yang disinari matahari mulai dari dataran rendah hingga tempat yang letaknya 800 meter dari atas permukaan laut. Tanaman merambat ini sangat baik jika ditanam di pagar pagar pekarangan rumah. Selain bunganya cukup indah untuk dijadikan hiasan, daunnya di Jawa Tengah sering digunakan sebagai ramuan jamu.

Gandola

Tanaman bunga merambat ini tidak boleh dilupakan karena banyak orang suka menanamnya dijalarkan di pagar atau pada anyaman bambu di depan rumah sebagai tanaman bunga penghias pekarangan yang berguna, karena daunnya dapat dijadikan lalab. Tanaman yang bernama latin Basella rubra ini termasuk ke dalam famili Basellaceae dan memiliki umur yang panjang.

Gandola yang dikenal di Indonesia ada dua jenis yaitu yang batangnya (sulur) berwarna merah dan hijau. Bunga bunganya kecil berwarna putih atau ungu muda berkumpul pada tangkai bunga yang panjang. Bunga bungaini nantinya akan menjadi buah. Buahnya berbentuk bulat sebesar biji kajang kedele. Mula mula warna buahnya hijau, bila buah telah masak warna hijau menjadi ungu tua hampir hitam. Warna ungu itu disebabkan oleh zat cair yang ungu warnanya.

Zat cair berwarna ungu ini dapat digunakan sebagai pewarna pada kue kue dan manisan. Orang cina ada yang suka menjemur buah gandola sampai kering kemudian digiling halus hingga menjadi tepung. Tebuh buah gandola dijual di toko toko dan disebut gincu, gunanya sebawai pewarna makanan.

Petrea

Tanaman yang memiliki nama latin Petrea volubilis ini tidak memiliki nama di dalam bahasa Indonesia dan merupakan tanaman yang berasal dari Cuba, Brazillia. Nama Petrea diberikan untuk menghormati Lord Petre (1910 – 1942) Seorang penggemar tanaman yang mempunyai banyak tumbuhan “exitic” di Eropa. Ada juga yang mengatakan nama Petrea diambil dari kata petra yang artinya batu karanga, dikarenakan tanaman ini daunnya keras seperti kertas ampelas.

Di Indonesia tanaman merambat ini dikenal banyak ditanam orang. Keindahan Petrea terletak pada bunganya yang berkumpul membentuk tandan atau rangkaian yang panjangnya kurang lebih 30 cm. Sayangnya setandan bunga Petrea yang telah dipetik cepat layu dan tidak dapat diletakkan dalam jambangan. Bunga ini jarang menjadi buah sehingga memerbanyak tanaman hanya dapat dilakukan dengan cara mencangkok.

Tanaman ini dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai pegunungan yang tingginya kurang dari 1.000 meter, hidup subul bila di tanam ditempat yang disinari matahari pada tanah yang subur dan gembur. Petrea dapat dijalarkan tetapi bisa juga dijadikan pohon seperti pohon cemara, kenangga atau pohon culan.

Bunga Tongkeng

Tanaman bunga merambat ini merupakan kesayangan wanita jaman orde baru. Wanita kala itu banyak yang suka menghiasi sanggullya dengan bunga yang harum ini. Bunga bunga yang warnanya hijau kekuning kuningan dduk disepanjang sulur tanaman.

Tanaman yang bernama latin Telosma cordata ini dapat dikembangkangbiakan dengan cara setek atau cankok. Biasanya tanaman ini dijalarkan pada pagar atau para para dari bambu. Tanaman ini tahan panas dan bahkan membutuhkan sinar matahari penuh agar bisa tumbuh dengan baik. Bunga tongkeng merupakan tanaman yang berasal dari pulau Jawa. Di Jakarta akar akarnya yang berukuran besar sering dijadikan manisan dan asinan.

Kalimatis

Tanaman bunga merambat ini berasal dari Jepang dan banyak jenisnya. Salah satu jenisnya adalah Clematis paniculata yang tumbuhnya cepat. Daunnya bersirip, dengan daunnya ia merambat pada pohon lain atau pagar.  Rangkaian bunganya yang berwarna putih bersih dan bentuknya bagus. Bila dijadikan karangan bunga sangat indah terlihat. Bunganya harum baunya dan tidak mudah layu.

Tanaman ini dapat diperbanyak dengan cangkok, setek dan biji. Tempat menanamnya harus langsung terkenana sinar matahari. Tanah yang baik untuk menanam Kalimatis adalah yang mengandung tanah liat dicampur pupuk kandang.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *