Bakteri Xanthomonas, Penyebab Penyakit Banci pada Singkong

penyakit singkongBakteri Xanthomonas menyebabkan serangan penyakit singkong yang mewabah di tahun 1990an. Gejalanya adalah tanaman singkong menjadi layu, daun menguning, diikuti daun gugur, akibat selanjutnya adalah kegagalan panen. Masyarakat yang lahannya terserang penyakit tersebut menyebut penyakit yang disebabkan bakteri Xanthomonas ini dengan nama penyakit banci. Kata banci tersebut digunakan mungkin untuk mengambarkan bahwa karena tanaman singkong yang terserang, tidak dapat menghasilkan umbi, maka keadaan yang demikian dikonotasikan dengan kata banci.

Gejala Serangan Xanthomonas

Penyakit yang dsebabkan oleh bakteri Xanthomonas ini termasuk penyakit yang ganas. Perkembanganya dimulai dari stomata atau luka yang terinfeksi oleh bakteri tersebut yang kemudian bakteri Xanthomonas akan menyebar ke seluruh bagian tanaman. Gejala pada tanaman akan timbul setelah 1 sampai 2 minggu.

Gejala yang timbul ada dua bentuk yaitu gejala primer dan gejala sekunder. Untuk gejala primer, mula mula terjadi kelayuan tunas muda yang kemudian diikuti rontok atau gugurnya tunas muda tersebut. Sedangkan gejala sekundernya adalah bercak pada daun, kemudian menguning, layu dan akhirnya daun gugur. Sebelum daun daun yang terserang gugur, terlebih dahulu mengalami kematian, lalu menggulung dan mengering yang kemudian tidak beberapa lama kemudian gugur.

Struktur bakteri xanthomonasPada gejala sekunder, perkembangan bercak pada daun dimulai dengan bercak kecil kemudian berkembang menjadi besar. Kemungkinan bercak dapat mentupi seluruh permukaan daun, akan tetapi ada kemungkinan juga hanya sebagian permukaan daun saja. Akhirnya bercak tersebut berubah warna dari kuning menjadi cokelat atau cokelat tua. Bercak yang terjadi tersebut akan terlihat jelas pada bagian permukaan bawah dari daun.

Tanaman yang terinfeksi bakteri Xanthomonas ini biasanya mengeluarkan getah dan getah ini berasal dari hasil sekresi bakteri penyebab penyakit tersebut. Bagan tanaman yang bergetah inilah yang biasanya bertindak sebagai sumber utama dari penyebaran penyakit tersebut atau biasanya disebut dengan inokulum.

Getah yang dikeluarkan oleh bakteri baik yang ada di batang, tangkai atau daun yang terinfeksi biasanya mengumpul membentuk suatu bentuk tetesan. Getah yang dihasilkan pada daun yang terinfeksi biasanya terletak di bagian permukaan bawah daun. Sedangkan apabila dihasilkan d batang atau tangkai daun, letak getah pada bagian yang retak atau yang terdapat celah. Apabila getah tersebut mengering akan membentuk gumpalan berwarna kekuningan mengkilap.

Tanaman yang masih muda apabila terserang bakteri ini, maka akan mati. Meski masih dapat memproduksi tunas baru, tetapi tunas tersebut akan cepat pula terinfeksi, terutama apabila serangan itu terjadi pada usim hujan. Jadi pada intinya karakteristik gejala dari penyakit ini adalah bercak pada daun, daun menguning, layu, kemudian gugur dan diikuti dengan pengeluaran getah serta akibat selanjutnya pembuluh pada batang dan akar akan mati.

Untuk penyebaran penyakit dari tanaman yang sudah terserang ke tanaman yang sehat dapat melalui hewan, petani, alat alat pertanian yang digunakan, dapat juga lewat percikan air hujan atau air siraman. Walaupun perkembangan dari penyakit ini dapat sedikit dihambat apabila musim kering, akan tetapi bila musim hujan tiba, maka bakteri Xanthomonas tersebut akan aktif lagi untuk menimbulkan penyakit.

Cara Pengendalian

Ada beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengendalikan mewabahnya serangan bakter penyebab penyakit banci ini. Yaitu :

  1. Dengan menggunakan varietas tanaman singkong yang tahan atau hanya menanam tanaman atau bibit yang sehat saja. Bakteri jenis ini sebenarnya hanya tahan di lahan selama 6 bulan. Maka untuk membersihkan lahan dari bakteri tesebut, hendaknya melakukan rotas tanaman selama 6 bulan atau dengan cara mengkosongkan dulu lahan tersebut beberapa bulan, baru kemudian ditanami kembali.
  2. Sebaiknya alat alat pertanian yang akan digunakan disterilisasi terlebih dahulu, untuk menghindari terkontaminasi dengan bakteri Xanthomonas tersebut
  3. Apabila ada tanda tada tanaman sudah terserang bakteri Xanthomonas ini, sebaiknya tanaman yang ada di atas tanah dicabtut dan dimusnahkan dengan jalan dibakar dan tanah bekas taaman tadi jangan ditanami terlebih dahulu. Cara ini diterapkan apabila serangan belum begitu banyak, apabila serangan sudah meluas maka satu satunya jalan adalah dengan pengendalian secara kimia dengan bahan kimia yang sesuai.

Related Posts

Add Comment