Batang Tumbuhan : Perkembangan, Fungsi dan Modifikasi

15 views

BatangBatang adalah salah satu organ pokok yang ada pada tumbuhan. Fungsi utama batang adalah pada sistem percabangan sehingga dapat mendukung peluasan bidang fotosintesis serta merupakan transportasi utama dari air, unsur hara dan bahan organik seperti fotosintat. Uraian berikut akan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai batang sebai salah satu organ pada tumbuhan.

Perkembangan Batang

Pada tumbuhan berbiji, batang tumbuh da berkembang dari batang lembaga yang ada di dalam biji. Pada tumbuhan paku, batang berasal dari bagian kutub batang pada jaringan embriyo. Jenis tanaman Talophyta, ganggang (alga), lumut ati (heparicopsida) dan lumut tanduk (anthocerotopsida) belum memiliki batang di dalam struktur tubuhnya. Sedangkan pada lumut daun (bryopsida) telah memiliki batang sederhana yaitu batang tipe berkas pengangkutan protostele. Batang yang berstruktur komplek dimiliki oleh tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

Sifat dan Fungsi Batang

Batang tumbuhan memiliki bagian buku (node) dan ruas (internode0. Batang terbentuk silindris atau yang lain, tetapi biasanya mempunyai penampang melintang yang bersimetris reguler, pertumbuhannya fototropi atau heliotropi. Batang selalu mengalami pertumbuhan di bagian ujungnya dan mengadakan percabangan dari perkembangan kuncup samping, batang ini umumnya tidak berwarna hijau (kebanyakan cokelat).

Batang tumbuhan berfungsi untuk mendukung tajuk tumbuhan, termasuk daun, bunga, buah dan biji. Selain untuk memperluas bidang fotosintesis melalui pola percabangannya, batang juga merupakan jalan pengangkutan air dan unsur hara dari dalam tanah ke daun (xilem) dan dari dan ke bagian tumbuhan lainnya (floem). Kadang kala batang juga berfungsi menjadi tempat penimbunan zat cadangan makanan.

Kuncup

Kuncup atau tunas daun dan buah biasanya terletak pada ujung atau buku batang. Berdasarkan posisi pada batang, dapat dibedakan menjadi 5 jenis kuncup.

  1. Kuncup ujung (terminal bud), yaitu kuncup yang terdapat di ujung batang pokok atau ujung percabangan batang.
  2. Kuncup samping (axillar bud) adalah kuncup yang berada pada buku batang di ketiak daun, sebagai kuncup utama tumbuh dari meristem utama.
  3. Kuncup di kedua sisi kuncup samping (collacteral bud) adalah kuncup yang berada pada buku batang di ketiak daun, yaitu sebagai kuncup pendamping yang tumbuh dari meristem samping.
  4. Kuncup ujung semu (pseudoterminal bud), merupakan kuncup yang terletak di pangkal kuncup ujung yang sesungguhnya.
  5. Kuncup di bekas daun (infrapetiolar bud) yaitu kuncup yang tumbuh di daerah meristem bekas daun.

Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangannya, kuncup dapat dibedakan antara kuncup daun atau kuncup cabang, kuncup bunga dan kuncup campuran.

Kuncup dapat bersifat dorman karena pengaruh hormon tumbuh, disebut kuncup tidur. Pada batang yang kuncup ujungnya dipotong, terkena hama atau penyakit,  kuncup tidur tumbuh. Percabangan yang berasal dari peristiwa seperti itu menghasilkan percabangan yang bersifat muda, misalnya tunas air pada tanaman kopi.

Disamping kuncup dengan tata letak yang beraturan tersebut, terdapat kuncup yang tidak beraturan karena tidak pada batang, tetapi di sembarang tempat pada bagian tubuh tumbuhan sehingga disebut kuncup liar. Kuncup liar tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Kuncup di akar, tumbuh di bagian akar dan dapat berfungsi sebagai calon tumbuhan baru misalnya kuncup akar sukun.
  2. Kuncup di tepi daun, tumbuh di tepi daun yaitu di ujung cabang tulang daun, tumbuh menjadi individu baru (memiliki akar) misalnya kuncup daun cocor bebek.
  3. Kuncup di ujung daun, tumbuh di ujung ibu tulang daun, berkembang menjadi individu baru misalnya kuncup ujung daun running fern.

Modifikasi Batang

Seperti halnya pada akar tumbuhan, batang juga dapat mengalami pertumbuhan bentuk atau dikenal sebagai modifikasi batang. Beberapa jenis modifikasi batang adalah sebagai berikut.

  1. Umbi batang, merupakan batang termodifikasi untuk menyimpan cadangan makanan, bentuknya bervariasi dan memiliki warna yang juga bervariasi pula. Salah satu ciri umbi batang dibandingkan umbi yang lain ialah memiliki buku batang, ruas batang dan kuncup atau tunas. Contohnya umbi pada ketela rambat, kentang, dahlia dan lain lain. Pada jenis tumbuhan tertentu misalnya sawi, dijumpai adanya umbi yang terdapat di batang dan disebut ketibang.
  2. Cakram, merupakan batang yang sangat mereduksi sehingga tumbuhan yang demikian disebut tumbuhan tanpa batang contohnya pada bawang merah.
  3. Rimpang, merupakan batang asli yang berubah bentuk menjadi bentuk khas di bawah tanah. Modifikasi batang ini juga berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan yang akan digunakan tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya saat kondisi tidak menguntungkan contohnya ada pada pisang, garut dan ganyong.
  4. Kladodia, merupakan modifikasi batang yang memipih, berwarna hijau dan mengambil alih peran daun karena daun mereduksi menjadi duri. Modifikasi batang seperti ini dijumpai pada beberapa jenis tumbuhan serofitik di daerah gurun pasir seperti kaktus.
  5. Filokladia, merupakan batag yang memipih, berwarna hijau dan mengambil alih fungsi daun tetapi masih dijumpai adanya daun yang berukura kecil (tereduksi). Modifikasi batang tumbuhan ini terdapat pada tumbuhan jakang.
  6. Duri dahan, merupakan duri yang berasal dari cabang atau ranting contohnya ada pada tanaman bougenvil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *