Belalang Daun : Nama Latin, Klasifikasi dan Ciri Khususnya

Belalang daunSerangga ini bentuknya memang sangat mirip dengan daun, sehingga wajar jika diberi nama belalang daun. Banyak orang yang salah mengira bahwa serangga ini sama dengan belalang hijau, bahkan kalau kita bertanya ke google dengan mengetik nama latin belalang daun yang keluar justru nama latin dari belalang hijau. Padahal serangga yang pertama kali ditemukan oleh George Robert Gray pada tahun 1832 ini dari segi bentuk sangat berbeda dengan kerabatnya tersebut.

Nama Latin Belalang Daun

Belalang daun sejak pertama kali ditemukan oleh George Robert Gray hingga sekarang belum pernah mengalami perubahan nama. Nama latinnya adalah Phyllium bioculatum, walau ada juga yang menyebutnya dengan nama Pulchriphyllium bioculatum

Klasifikasi Belalang Daun

Belalang daun termasuk ke dalam famili Phylliida, anggota dari famil ini memiliki characterisik tampilannya mirip dengan daun. Sehingga predator mereka sering salah membedakan mereka dengan daun asli. Pada beberapa spesies dari family ini bahkan ada yang memiliki bentuk seperti gigitan. Kebanyakan anggota dari famili ini berasal dari asia tenggara dan australia.

Secara Lengkap Klasifikasi dari belalang daun adalah :

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo: Phasmatodea
Family : Phylliidae
Genus : Phyllium
Spesies : Phyllium bioculatum

Belalang daunCiri Khusus

Ciri khusus dari belalang daun tentu ada bentuk dan warna tubuhnya yang sangat mirip dengan helaian daun. Tubuhnya ada yang berwarna hijau polos seperti daun muda atau hijau dengan sedikit kuning atau kecokelatan seperti daun yang sudah tua.

Terdapat garis garis di tubuhnya (pada abdomen dan sayap) yang menyerupai tulang daun. Untuk menyempurnakan kamuflasenya, pada pinggir tubuhnya terdapat garis tepi berwarna cokelat sehingga terlihat seperti pinggiran daun. Bahkan ada juga yang pada tubuhnya seperti daun yang bekas digigit serangga. Mereka adalah serangga yang bergerak lambat dan sangat mengandalkan kamuflasenya untuk bertahan dari serangan predatornya seperti burung, amfibi dan reptil.

Serangga ini memiliki kaki dan tubuh yang melebar. Sayap depannya selain dijadikan sebagai kamuflase juga sebagai pertahanan diri. Selama satu siklus hidupnya, ia dapat mengalami pergantian kulit sebanyak 5 – 6 kali. Belalang daun betina selama hidupnya dapat menghasilkan telur hingga 500 butir.

Terdapat beberapa perbedaan lain antara pejantan dan betina, yaitu :

  • Belalang jantan memiliki panjang tubuh antara 6,6 sampai 9,4 cm sedangkan betinanya lebih kecil yaitu 4,6 – 6,9 cm.
  • Antena betina sangat pendek, sedangkan antena belalang jantan lebih panjang.
  • Spesies ini memiliki sayap belakang yang digunakan pejantan untuk terbang, tetapi tidak oleh betina.
  • Ciri khusus belalang daun betina ialah tubuhnya berat serta perutnya berukuran lebih kecil di pangkal dengan tulang paha kaki depan yang melebar.
  • Betina hidup dari 4 hingga 7 bulan sedangkan jantan hanya dapat bertahan selama 3 minggu hingga satu bulan.

Habitat

Serangga ini banyak ditemukan di daerah hutan hujan tropis dimana disana banyak tumbuhan yang bisa ia konsumsi. Penyebarannya ada di asia tenggara, sri langka, Cina, Madagaskar, Mauritius dan Seychelles.

Mereka menyukai suhu 24–28 °C dan masih bisa hidup dengan toleransi sekitar 2–3 °C dibawah atau di atas suhu tersebut. Belalang daun tidak menyukai kelembaban yang rendah yang dapat menyebabkan serangga ini stress dan bahkan mati.

Related Posts

Add Comment