Bonsai Waru Karya Para Seniman Lokal

Waru merupakan salah satu tanaman yang banyak di jumpai di Indonesia. Tanaman yang bernama latin Hibiscus ini dapat kita jumpai hampir di semua pulau yang ada di Nusantara. Jadi sangat wajar jika banyak orang yang mencoba membonsai tanaman ini. Banyak bonsai waru karya para senimal lokal memiliki kualitas yang layak untuk diikutkan di Kontes skala Nasional.

Salah satunya adalah Robert dari Jogjakarta, Lelaki kelahiran Bantul ini menyukai bonsai sejak masa sekolah menangah atas. Salah satu koleksinya adalah bonsai waru yang menonjolkan perakaran dan memiliki dedaunan yang lebat seperti bisa anda lihat di gambar di bawah ini.

Menurut Robert, walau jika dibandingkan beringin nama waru kurang tersohor tetapi dengan perawatan yang rutin dan cermat waru dapat menghasilkan sebuah tanaman mini yang memiliki nilai karya seni tinggi. Menurutnya, untuk membonsai waru memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan tanaman lain, beberapa penyebabnya diantaranya adalah ukuran daunnya yang besar, secara alami tanaman ini tumbuh dengan tidak lebat dan tunas yang jarang tumbuh berdekatan.

Oleh karena itu bonsai waru membutuhkan perawatan yang ekstra hati – hati. Dengan pemberian pupuk pupuk yang teratur, rajin memotong ranting dan perawatan rutin setiap hari, barulah dapat menghasilkan bonsai yang seperti ini, tambah Robert.

Selain bonsai yang menonjolkan perakarannya, Robert juga menunjukkan salah satu bonsai waru koleksinya. Menurutnya bonsai merupakan Hibiscus dari Taiwan, ia tidak merawatnya dari awal tetapi membelinya di salah satu pameran bonsai yang di adakan di Singapura. Perawatan harian dilakukannya secara teratur supaya bentuk dari bonsai bisa dipertahankan.

Selain robert sebenarnya masih banyak pecinta bonsai yang berkreasi dengan tanaman ini. Hasil karyanya banyak juga yang bisa diacungi jembol, contohnya adalah beberapa gambar bonsai waru yag akan saya sajikan dibawah ini :

Gambar diatas merupakan hasil karya salah seorang dari malang yang ia jual di salah satu grup di facebook pada tanggal 12 April 2020 kemarin. Ia menjualnya di harga 10 juta rupiah dan masih nego, menurutnya tanaman ini telah dipeliharanya selama 3 tahun.

Ada juga waru gaya meliuk yang sedang dikerjakan oleh pak Joko dari Sleman. Menurutnya, bonsai ini masih setengah jadi dan masih membutuhkan banyak pekerjaan agar sesuai seperti yang ia inginkan. Untuk mempertahankan bentuk liukan, ia menggunakan besi yang ditopang oleh batu. Sepertinya bonsai ini memang masih membutuhkan waktu yang cukup lama agar batang utamanya kuat tanpa bantuan batu dan besi untuk menahan pohon yang meliuk ini.

Itulah beberapa model bonsai waru karya senimal lokal Indonesia. Sampai saat ini masih jarang waru merah yang dikerjakan oleh para seniman dalam negeri, walaupun sebenarnya varietas ini memiliki kelebihan dari segi warna daunnya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *