Bonsai Waru Merah (Hibiscus tiliaceus)

Waru merah merupakan salah satu varietas dari tanaman waru lokal yang memiliki daun berwarna merah. Selain dari warna daunnya, tidak ada perbedaan lainnya antara kedua varietas waru lokal tersebut. Beberapa pecinta bonsai yang menjadi waru merah sebagai salah satu bakalan, penyebab utamanya tentu karena warna daunnya.

Sekilas Tentang Tanaman Waru Merah

Tanaman waru merah mempunyai nama latin Hibiscus tiliaceus, ia merupakan salah satu anggota famili Malvaceae. Malvaceae merupakan famili tanaman perdu yang di dalamnya berisi tanaman penghasil serat tekstil dan minyak atsiri. Anggota famili ini biasanya memiliki daun dan bunga yang berukuran besar.

Dikarenakan memiliki daun dan bunga yang berukuran besar, sebenarnya Malvaceae kurang cocok untuk dijadikan bonsai. Tanaman yang baik untuk dijadikan bonsai biasanya adalah tanaman yang memiliki daun berukuran sedang atau kecil sehingga saat dibonsai akan menghasilkan tanaman yang proposional sehingga menghasilkan sebuah pohon mini yang memiliki bentuk seperti saat ia hidup di alam. Tampaknya, hal tersebut susah dilakukan untuk bonsai waru merah, mengingat ukuran daunnya akan tetap cukup besar sehingga kurang proposional dengan ranting dan batangnya.

Morfologi daunnya adalah berbentuk seperti jantung dengan tepian rata, diameter daunnya dapat mencapai 20 cm jika ditanam di lahan terbuka. Pertulangan daunnya menjari, pada tulang daunnya sering terdapat getah. Pada bagian atas daunnya berwarna merah sedangkan bawahnya berwarna abu – abu. Di habitat alaminya ia dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 15 meter. Ia dapat tumbuh pada lahan gersang, walau begitu biasanya tingginya tidak dapat lebih tinggi dari 10 meter.

Waru merah memiliki bunga berwarna merah yang indah. Ukurannya sekitar 5 – 7,5 cm dengan mahkota berbentuk kipas. Para pecinta bonsai akan sangat bahagia begitu bonsai waru merah mereka mengeluarkan bunga. Walau begitu entah mengapa, saat dibonsai waru merah jarang sekali dapat mengeluarkan bunga walaupun telah diberi hormon untuk memacu pertumbuhan bunga. Hal tersebut berbeda dengan bonsai waru berdaun hijau yang kerap kali mengeluarkan bunga berukuran besar.

Gambar Bonsai Waru Merah

Masih sangat jarang para pecinta bonsai yang mencoba tanaman ini. Hal tersebut dikarenakan kesulitan di dalam membentuk dan merawat tanaman ini. Penyebab utamanya adalah ukuran daunnya yang masih besar sehingga menyebabkan kreatifitas para seniman bonsai menjadi terbatas.

Jika anda ingin mencoba membonsai tanaman ini, anda bisa mencoba gaya tradisional ataupun membuat bonsai mame (berukuran kecil). Ukuran daunnya yang besar ini selain menjadi kelemahan juga dapat menjadi sebuah keunggulan tersendiri jika anda mengkreasikannya dengan benar. Contohnya adalah gambar bonsai waru merah dibawah ini, walaupun ukurannya kecil tetapi tampilannya cukup menarik.

Selain dibuat bonsai mame, sebenarnya tanaman waru merah juga dapat dibuat model lain dengan baik. Hanya saja perawatannya harus dilakukan dengan telaten dari kecil, anda perlu mengkawatnya dan memperhatikan pemotongan tunas dengan baik agar tercipta bonsai waru merah yang memiliki nilai seni tinggi.

Seperti gambar di diatas, dimana sejak awal dilakukan pengawatan sehingga lekukan tanaman bonsai anda dapat sesuai dengan imajinasi. Selain itu tidak direkomendasikan membuatnya dari bakalan yang berasal dari stek ataupun cangkok, hal tersebut dikarenakan biasanya bonsai yang dihasilkan tidak proposional sehingga menjadi kurang indah. Gunakan biji untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dikarenakan sedari kecil anda bisa membentuk tanaman sesuai dengan keinginan anda.

Seperti yang telah saya tulis diatas, bahwa sampai saat ini masih jarang orang yang mencoba membonsai waru merah oleh karena itu di dalam kontes biasanya bonsai waru juara masihlah yang memiliki daun berwarna hijau.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *