Budidaya Cabai Organik

Budidaya Cabai OrganikBudidaya Cabai Organik – Cabai merupakan tanaman yang terkenal akan rasa pedasnya. Rasa pedas cabai disebabkan minyak asiri yang terkandung di dalam cabai yang diyakini sebagai zat anti kanker. Cabai kaya akan vitamin C sehingga mengonsumsi cabai akan menyehatkan tubuh.

Tanaman cabai biasa dibudidayakan di kebun yang luas, namun juga dapat ditanam di dalam pot. Anda yang hobi berkebun dan ingin menanam cabai namun memiliki lahan yang terbatas maka menanam cabai dalam pot merupakan solusi yang cerdas.

Cabai yang biasa dijual di pasar umumnya cabai yang ditanam dengan menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia. Jadi dimungkinkan pestisida masih ada menempel pada cabai. Oleh sebab itu dianjurkan untuk mencuci cabai sampai bersih sebelum dikonsumsi.

Ada cara yang lebih sehat untuk mengonsumsi cabai, yaitu dengan mengonsumsi cabai organik. Cabai organik dari awal penanaman hingga panen tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia, melainkan menggunakan pupuk organik dan pestisida organik. Namun sayangnya saat ini masih sulit untuk mendapatkan cabai organik karena umumnya petani lebih menyukai menanam cabai menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia karena dapat panen lebih cepat. Pemberantasan hama dan penyakit pun lebih mudah menggunakan pestisida kimia. Secara fisik tidak ada perbedaan yang mencolok antara cabai organik dan cabai non-organik namun harga cabai organik lebih mahal dibanding cabai non-organik.

Cabai dapat ditanam di dalam pot. Untuk Anda yang memiliki hobi berkebun, merupakan hal yang menyenangkan untuk menanam cabai di dalam pot dengan memanfaatkan pekarangan rumah Anda. Dengan menanam cabai organik dalam pot, Anda tidak memerlukan lahan yang luas. Udara sekitar akan menjadi segar dan segar karena tanaman merupakan sumber oksigen. Menanam cabai organik dalam pot dapat Anda jadikan lahan bisnis sampingan mengingat persaingan relatif sedikit dan harga cabai organik yang lebih mahal dari cabai non-organik.

Tahapan budidaya cabai organik dalam pot antara lain menyiapkan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaan, penanggulangan hama dan penyakit, proses panen dan pengolahan hasil panen.

  1. Media Tanam

Pot yang digunakan sebagai media tanam bisa pot tanah liat, pot anyaman bambu, pot sabut kelapa, pot ban bekas, pot plastik, ataupun kaleng bekas. Pemilihan bahan maupun ukran pot disesuaikan dengan kebutuhan dan luas pekarangan yang dimiliki. Jika Anda menggunakan pot ukuran kecil, sebaiknya Anda membuat rak pot agar pekarangan rumah Anda termanfaatkan secara efektif dan efisien. Dengan rak pot, Anda dapat menanam lebih banyak dan terlihat lebih indah karena pot dapat disusun dengan rapi.

Tanah yang digunakan untuk menanam cabai hampir sama dengan sayuran lain, yaitu tanah gembur berpasir dengan pH sekitar 5.5-6.9. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang berupa pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos didapat dari dedaunan layu dan abu sekam sedangkan pupuk kandang diperoleh dari kotoran ayam, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kelinci, atau yang lain.

Campurkan tanah dan pupuk organik dengan takaran 1:1, yaitu setiap 1 kg tanah dicampur dengan 1 kg pupuk organik. Setelah tanah dan pupuk tercampur rata kemudian dimasukkan dalam pot. Siram dengan air agar kelembaban media tanam terjaga. Diamkan selama dua minggu dengan terus dijaga kelembabannya agar pupuk dapat terurai atau terfermentasi oleh bakteri. Dengan begitu maka media tanam akan mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

  1. Pemilihan dan Penanaman Benih

Benih yang berkualitas ikut menentukan keberhasilan budidaya cabai organik dalam pot. Benih cabai dapat diperoleh dari biji cabai. Benih cabai juga dapat dibeli di toko pertanian. Umumnya benih yang dijual di toko pertanian merupakan benih cabai yang berkualitas. Anda juga dapat membelinya secara online.

Setelah benih diperoleh, rendam benih dengan air hangat bersuhu 45 derajat celsius selama kurang lebih 10 menit agar benih terbebas dari hama dan penyakit yang menempel. Benih yang baik akan tenggelam saat direndam. Pilih benih tersebut untuk ditanam.

Setelah benih direndam selama 10 menit, benih dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Setelah kering maka benih dapat langsung ditanam pada pot yang sudah disiapkan sebelumnya. Penanaman dilakukan dengan menusuk tanah sedalam 1 cm dengan kayu kemudian masukkan dua benih cabai dalam satu lubang itu. Timbun dengan tanah dan siram dengan air.

  1. Pemeliharaan

Cepat lambatnya pertumbuhan benih tergantung dari kualitas benih dan perawatan. Diperlukan perawatan yang optimal agar benih yang ditanam dapat cepat tumbuh dan berkembang. Benih cabai akan mulai tumbuh dan berkecambah ketika sudah berumur kurang lebih satu minggu.

Perawatan yang sebaiknya dilakukan agar benih dapat tumbuh dan berkembang optimal antara lain dengan melakukan pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan, dan penanggulangan hama dan penyakit.

a. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan karena kandungan hara dalam tanah terus berkurang karena terserap oleh tanaman. Dengan pemupukan susulan diharapkan benih cabai akan dapat tumbuh dan berkembang lebih baik. Karena cabai yang diinginkan adalah cabai organik maka pupuk susulan yang digunakan juga pupuk organik. Pemupukan susulan mulai dilakukan dua minggu setelah tanam. Lakukan pemupukan susulan dua minggu sekali.

Ada dua cara pemupukannya, yaitu pemupukan dengan menanam pupuk ke dalam pot dan dan pemupukan dengan pupuk cair. Pemupukan pertama dilakukan dengan membuat lubang-lubang dengan kedalaman sekitar 2 cm menggunakan kayu. Setelah itu masukkan pupuk kandang atau pupuk kompos dan kemudian timbun dengan tanah. Siram dengan air agar tanah tetap lembab.

Pemupukan dengan menyiramkan pupuk ke dalam pot dilakukan dengan mencampur pupuk kandang dengan air sampai rata kemudian diamkan selama kurang lebih dua minggu agar terfermentasi oleh bakteri. Setelah dua minggu maka siap untuk dijadikan pupuk organik cair.

Cara pemupukannya, terlebih dahulu buat lubang-lubang kecil di sekitar benih dengan menggunakan kayu. Siramkan pupuk organik cair ke lubang kecil-kecil itu dengan dosis sesuai kebutuhan dan ukuran pot.

Selain pupuk kandang, air bekas cucian beras juga dapat dijadikan pupuk organik cair dengan terlebih dahulu didiamkan selama dua minggu agar terfermentasi oleh bakteri.

b. Penyiraman

Pada musim kemarau lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore. Pada musim hujan, lakukan penyiraman satu kali pada pagi atau sore hari.

c. Penyulaman

Penyulaman dilakukan ketika usia benih kurang dari dua minggu setelah tanam. Ganti benih yang mati atau yang terkena serangan hama dan penyakit dengan benih baru yang lebih berkualitas. Manfaat penyulaman adalah agar hama dan penyakit yang menyerang tidak menyebar ke tanaman lain.

d. Penyiangan

Tanaman liar yang tumbuh di sekitar pot ikut menyerap unsur hara sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan benih. Oleh karena itu perlu disiangi sesering mungkin.

      5. Panen

  • Cabai mulai dapat dipanen sekitar 80 hari setelah tanam
  • Pemanenan dilakukan pagi atau sore hari dengan memetik cabai hingga putus dari tangkainya.

     6. Pengolahan Hasil Panen

Jika hasil panen cabai organik dalam pot cukup melimpah maka dapat dijual ke tetangga, namun jika ingin dikonsumsi sendiri maka cabai organik bisa digunakan untuk membuat bumbu sambal goreng kentang, sambal goreng hati. Cabai organik juga dapat dijadikan saus atau sambal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *