Budidaya Ikan Gabus di Keramba Jaring Apung

Budidaya Ikan Gabus di Keramba Jaring ApungBudidaya Ikan Gabus di Keramba Jaring Apung – Salah satu tempat budidaya ikan gabus adalah di keramba jaring apung. Budidaya di keramba ini banyak dilakukan oleh para peternak ikan. Biasanya untuk ikan gabus lokasi keramba yang baik adalah yang memiliki aliran air seperti sungai.

Budidaya ikan gabus di keramba jaring apung (KJA) ini cukup produktif dbandingan dengan wadah lain, namun penggunaan wadah ini juga cukup beresiko. Jika jaring keramba robek atau simpulnya bergeser sehingga mata jaringnya membesar maka ikan akan lari keluar. Selain itu, tutup KJA yang melorot dan menutupi permukaan air dapat menyebabkan kematian benih di dalamnya. Untuk mengurangi berbagai resiko tersebut maka dapat dibuat KJA ukuran mini.

Cara Budidaya Ikan Gabus di KJA

Ukuran bobot awal gabus yang hendak ditebar disesuaikan dengan mata jaring (mesh size). Secara umum, KJA yang bermata jala ukuran 1 inci (sekitar 2,5 cm) dapat menampung ikand engan bobot 10 g/ekor. Benih gabus dengan ukuran 10-30 g/ekor dapat ditebar dengan kepadatanĀ  10-20 kg/m3 atau sekitar 400-500 ekor/m3. Dalam waktu 6-7 bulan, benih yang berukuran 10-30 g telah mencapai ukuran indidividu 400-600 g/per ekornya.

Pakan yang diberikan berupa ikan ikan kecil, anak kodok, daging bekicot, daging keong, ikan ikan rucah dan sebagainya. Pakan tersebut diberikan sebanyak 5-7 % bobot ikan/hari. Dapat pula diberikan pelet yang mengandung 30-40% protein. Setiap 2 minggu atau setiap bulan, jumlah pakan disesuaikan dengan dengan bobot ikan yang sebenarnya. Penentuan bobot ikan dapat dilakukan dengan cara mengambil sample ikan dikeramba dan menimbangnya kemudian dihitung berat totalnya dengan cara mengkalinya dengan jumlah ikan yang ditebar.

Penggunaan pakan terapung dalam pemeliharaan ikan di KJA dianggap lebih efisien. Pakan alami berupa ikan ikan rucah, daging bekicot, anak kodok dan sebagainya yang masih segar adalah pakan yang tenggelam. Pakan yang tenggelam ini kurang efisien karena banyak yang tidak termakan. Agar penggunaan pakan lebih efisien maka cara pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit. Pertama tama, pakan disebar di satu tempat. Setelah ikan yang bergerombol cukup banyak, pakan disebar ke beberapa tempat. Pemberian pakan segera dihentikan bila ikan ikan tampak kenyang.

Bila menggunakan pelet sebagai pakan, sebaiknya pilih pelet yang terapung, namun pelet terapung ini juga mudah terbawa arus menerobos keluar lubang jaring sehingga tidak termakan oleh ikan gabus yang dibudidayakan. Oleh karena itu, dianjurkan agar dibuat korak pakan yang dapat diapungkan di permukaan KJA. Kotak pakan dapat dibuat dari kayu sebagai bingkai bentuk persegi. Dasar kotak tidak berdinding. Bagian kotak sedalam 40 cm berada di dalam air dan 20 cm mencuat di atas air. Dengan demikian, pelet yang ditebarkan akan terapung di dalam kotak, luas kotak pakan sebaiknya seluas 25% dari luas KJA. Cara lain untuk menanggulangi pakan terapung lolos dari KJA adalah dengan memasang pelapis plastik atau jaring bermata halus dikeliling bagian atas kantong.

Permasalahan Yang Sering Ditemui

Selama masa pemeliharaan, dinding KJA akan ditumbuhi alga benang atau sponge. Pertumbuhan alga benang dan sponge tersebut akan menutupi mata jaring sehingga pertukaan air terhalang. Pembersihan kedua organisme yang menempel tersebut sangat sukar dilakukan. Salah satu cara penanggulangannya adalah dengan melakukan penggantian KJA dalam jangka waktu tertentu. KJA bekas tersebut dijemur beberapa hari sampai kering, kemudian alga dan sponge dipukul pukul sampai lepas. Penggantian KJA dilakukan dengan penyarungan KJA baru pada KJA lama, lalu dengan perlahan lahan KJA lama diangkat pada satu sisinya sehingga ikanĀ  gabus tertumpah ke dalam KJA baru.

Itulah cara Budidaya Ikan Gabus di Keramba Jaring Apung. Budidaya di KJA ini jika dibandingkan budidaya ikan gabus di lokasi lain terbilang lebih menguntungkan sehingga jika anda serius dalam budidaya sebaiknya menggunakan metode budidaya di KJA ini.

Related Posts

Add Comment