Budidaya Pakan Ikan Alami Murah Meriah

Budidaya Pakan Ikan Alami – Budidaya ikan air tawar pada saat ini memang tidak sepenuhnya mengandalkan pakan buatan pelet. Namun, kalau kita teliti lagi, biaya yang dikeluarngak untuk membeli pakan pelet bisa 2/3 dari biaya keseluruhan produksi.

Untuk mengantisipasi hal ini, sebenarnya kita bisa menggunakan pakan alami untuk memenuhi ketercukupan pangan ikan air tawar yang kita budidayakan. Pakan alami adalah pakan yang dihasilkan dari alam, pada umumnya, pakan alami ini berupa fitoplankton.

Budidaya pakan alami ini tentu saja tidak membutuhkan biaya besar. Bahkan, bisa jadi anda tidak mengeluarkan biaya sama sekali setelah beberapa kali mempraktikan dan berhasil menginovasinya. Agar anda dapat membudidayakan dan membuat pakan alami untuk budidaya ikan air tawar anda, berikut ini akan diuraikan tips trik membuat pakan ikan air tawar alami.

Jentik Nyamuk

Jentik NyamukPakan alami yang dibahas pertama kali adalah berupa jentik nyamuk. Jentik nyamuk ini dapat memenuhi kebutuhan protein hewani ikan air tawar yang anda budidayakan. Agar dapat mengembangbiakan jentik nyamuk, maka mari kita pelajari tahapan tahapan pembudidayaan pakan ikan alami tersebut.

  1. Wadah penetasan yang juga merupakan wadah pemeliharaan dapat berupa pengaron, ember plastik atau wadah bukan logam yang lainnya.
  2. Air yang digunakan sebagai media adalah air leri atau air biasa. Air leri ialah air yang telah dicampur air cucian beras dengan perbandingan 1 : 1.
  3. Setelah telur cukup, wadah dimasukkan dalam kandang diberi dinding kelambu.
  4. Biarkan nyamuk tumbuh dan bertelur sebanyak banyaknya.
  5. Makanan diberikan secara berkala yang terdiri dari ragi, kotoran kelinci dan susu bubuk atau detritus kering yang berasal dari alam.
  6. Dinding wadah yang ditumbuhi bakteri  lendir harus dibersihkan.
  7. Setelah seminggu, jentik jentik nyamuk dapat dipanen untuk kebutuhan pakan ikan air tawar yang anda budidayakan.

Kutu Air

Kutu AirPakan alami selanjutnya adalah berupa kutu air. Kutu air ini  dapat memenuhi kebutuhan protein hewani ikan air tawar yang anda budidayakan. Agar dapat mengembangbiakan kutu air, maka mari kita peajari tahapan pembudidayaan kutu air ini.

  1. Siapkan wadah untuk bdudaya. Wadah yang digunakan adalah berbagai macam bak dengan ukuran sekitar 1 m3.
  2. Bak budidaya yang diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.
  3. Bak budidaya diisi dengan air tawar sampai 60 cm dan beri udara dengan bat 1 – 2 aerasi per 2,5 m2.
  4. Beri pupuk dengan menggunakan kotoran ayam kering yang dilarutkan dalam air sampai konsentrasi 10%.
  5. Beri bungkil kelapa yang ditumbuk halus dan diayak dengan saringan 500 mikron atau diayak dengan kain.
  6. Pemupukan pertama menggunakan kotoran ayam 1000 ml dan bubuk bungkil kelapa 200 gram yang dicampur dan dimasukkan dalam kantong yang diperas di atas bak pemeliharaan, sehngga air perasan langsung jatuh ke bak.
  7. Pemupukan kedua dilakukan 4 hari kemudian, pemupukan ketiga dilakukan bila perlu.
  8. Setelah siap, masukkan bibit kutu air ke dalam bak budidaya. Lakukan kegiatan ini setelah 18 – 24 jam pemupukan awal.
  9. Padat penebaran bibit adalah 30 ekor per liter.
  10. Perkembangan kutu air akan mencapai punck dalam waktu 7 – 10 hari dengan kepadatan 3 – 5 ribu ekor per liter.
  11. Kutu air siap diberikan pada ikan air tawar yang anda budidayakan.

Cacing Sutera

Cacing SuteraCacing sutera atau juga dikenal sebagai cacing tubifex merupakan pakan alami yang paling banyak dibudidayakan dengan menghasilkan jumlah cacing yang banyak. Cacing jenis ini paling banyak dicari karena mampu meningkatkan pertumbuhan ikan yang dibudidayakan jauh lebih tinggi dan cepat dibanding pakan buatan pelet.

Agar dapat membudidayakan cacing sutera, maka mari kita pelajari tahapan tahapan pembudidayaan cacing sutera berikut ini.

  1. Tempat budidaya dibuat berupa kolam dengan luas 10 x 10 cm atau lebih.
  2. Lengkapi kolam budidaya dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air.
  3. Dasar kolam dibuat petakan petakan atau blok lumpur yang berjarak 20 cm dan setinggi 10 cm. Luas petak adalah 1 x 2 m dan dasarnya dilapisi papan kayu atau dibentuk cetakan.
  4. Lakukan pemupukan pada kolam budidaya menggunakan dedak halus sebanyak 200 – 250 gram/m2. Dapat juga menggunakan kotoran ayam yang telah dibersihkan dan dihaluskan sebanyak 300 gram/m2.
  5. Dedak yang ditebar di media budidaya dan direndam air 5 cm selama 4 hari. Jika menggunakan kotoran ayam direndam selama 3 hari.
  6. Penebaran bibit cacing sutera dilakukan dalam lubang lubang kecil di atas petakan yang berjarak 10 – 15 cm dengan jumlah 10 ekor per lubang.
  7. Masa pemeliharaan cacing selama 10 hari dan sudah siap panen.

Budidaya pakan alami ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pakan alami yang mengandung protein hewani untuk ikan lele, nila dan gurame yang anda budidayakan. Dari tiga jenis pakan alami ini, cacing sutera adalah pakan alami yang paling baik untuk mempercepat pertumbuhan ikan yang anda budidayakan.

Dengan membudidayakan pakan alami secara mandiri, anda tidak lagi tergantung pada pakan pelet yang harganya sangat tinggi. Dengan demikian biaya produksi untuk pakan bisa diminimalisir bahkan ditiadakan menjadi nol rupiah.

 

Related Posts

Add Comment