Budidaya Pisang Kepok yang Sudah Terbukti Sukses

Budidaya Pisang KepokBudidaya Pisang Kepok – Pisang kepok atau Musa X Paradisiaca adalah salah satu jenis pisang yang sangat mudah sekali ditemukan di berbagai pasar tradisional hingga pasar modern sekalipun. Buah yang memiliki warna kuning saat masak dengan bentuk yang pipih ini memang termasuk dalam jenis pisang yang kurang enak apabila dikonsumsi secara langsung. Oleh sebab itu pisang kepok ini harus diolah terlebih dahulu menjadi keripik atau jajanan pasar seperti pisang goreng dan krispy.

Meskipun untuk mendapatkan pisang kepok ini sangat mudah, namun jangan salah budidaya pisang kepok ini terbilang cukup sulit dibanding dengan budidaya jenis pisang lainnya. Hal ini disebabkan karena menaman pisang kepok ini lebih rentan terserang hama dan penyakit, jadi tak heran jikalau harga pisang kepok ini relatif cukup mahal dibandingkan dengan jenis pisang pada umumnya.

Bagi yang memutuskan ingin budidaya pisang kepok, ada beberapa tips dan teknik menanam pisang kepok yang baik dan benar supaya menghasilkan produktivitas yang tinggi. Berikut adalah ulasan selengkapnya untuk Anda.

Cara Budidaya Pisang Kapok Agar Sukses Berhasil Panen

  1. Memilih Lokasi

Pastikan bahwa lokasi budidaya pisang kepok berada di lahan yang memiliki tektur tanah pasir yang tebal serta memiliki kandungan humus yang tinggi. Supaya pisang kapok mengalami pertumbuhan yang cepat, upayakan lokasi lahan yang Anda pilih memiliki curah hujan yang tinggi berkisar antara 1500-3800 mm/tahun bertemperatur 22,3-32,4 derajat celcius.

  1. Menentukan waktu tanam

Waktu tanam yang baik untuk menanam pisang kapok adalah pada saat musim penghujan tiba atau 3 bulan sesudahnya. Hal ini disebabkan karena pada saat awal penanaman pohon pisang sangat membutuhkan banyak sekali pasokan air untuk tumbuh kembangnya.

  1. Menyiapkan lahan

Setelah Anda menentukan lokasi dan waktu tanam yang tepat, langkah budidaya pisang kepok selanjutnya adalah menyiapkan lahan. Pastikan bahwa lahan yang digunakan terbebas dari ranting-ranting serta gulma yang berupa tanaman-tanaman lain supaya nantinya tak akan mengganggu tumbuh kembang dari pisang kepok tersebut.

  1. Menentukan jarak tanam

Terapkanlah jarak tanam antar pohon pisang sesuai dengan standar yaitu 3×3. Selain memudahkan Anda saat memanen pemberian jarak antar pohon pisang ini dimaksudkan supaya nutrisi yang diperoleh dapat terserap secara ideal dan maksimal sehingga hasil yang diperoleh memuaskan.

  1. Mempersiapkan bibit

Pilihlah bibit pisang kepok dengan kualitas unggul, hal ini memungkinkan tumbuh kembang pisang kapok terjamin kemurniannya sehingga terbebas dari hama dan tentunya meningkatkan hasil panen serta membuka peluang pasar yang tinggi.

  1. Pembuatan lubang tanam

Ukuran lubang tanam pohon pisang harus dibuat dengan ukuran yang tepat dan ideal yaitu 50x50x50 cm. Hal ini dimaksudkan supaya akar pada setiap tanaman pisang tak dapat tumbuh lebih cepat dibanding pohonnya.

  1. Proses penanaman

Pastikan sebelum ditanam bibit sudah direndam dengan pupuk organik terlebih dahulu selama 2-3 jam supaya tak ada bakteri dan hama yang menempel. Setelah itu baru tanamlah bibit pohon pisang dengan pupuk kandang pada bagian bawah lalu kemudian tutup dengan tanah diatasnya.

  1. Perawatan secara intens

Dikarenakan budidaya pisang kepok ini sangat rentan sekali terhadap hama dan penyakit, maka lakukanlah sanitasi secara berkala supaya tak ada tanaman gulma lainnya yang mengganggu tumbuh kembangnya.

Itulah sekilas informasi mengenai cara budidaya pisang kepok yang bisa Anda pelajari jikalau ingin mencoba peluang bisnis yang menjanjikan ini. Jangan lupa, untuk menghasilkan produk yang banyak upayakan untuk melakukan perawatan secara berkala. Semoga bermanfat dan terima kasih.

Related Posts

Add Comment