Budidaya Spirulina di Rumah Dengan Mudah

28 views

Budidaya spirulinaBudidaya spirulina sangatlah mudah dan bisa dilakukan di rumah. Spirulina telah banyak di produksi secara massal dan oleh bangsa afrika dan meksiko digunakan sebagai pakan kaya protein. Kandungan proteinnya berkisar antara 50-70% berat kering. Variasi kandungan protein tersebut ditentukan oleh kondisi pertumbuhan dan presentase kadar debunya. Sementara jenis vitamin yang terkandung adalah beta carotene, inositol, tocopherol dan niacin.

Spirulina juga mengandung berbagai pigmen, seperti klorofil, karotenoid, phycocyanin dan phycoerythrin. Biopigmen tersebut bermanfaat untuk industri makanan, klosmetik dan fatmasi.  Spirulina juga mengandung asam amino esensial yang juga cukup tingi sehingga sangat baik bagi kesehatan. Spirulina dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan kebugaran. Dapat juga digunakan sebagai pakan ikan dan udang. Di jepang, alga ini diberikan pada ikan koi atau ikan hias lainnya  untuk menignkatkan kualitas warna ikan.

Biologi Spirulina

Sebelum kita membahas masalah budidaya spirulina ini mari kita bahas dulu tentang biologinya. Spirulina merupakan alga biru hijau yang termasuk dalam kelas Cyanophyceae, ordo Nostocales, famili Oscilatoriacee dan genus Spirulina. Terdapat beberapa spesies dari genus ini antara lain Spirulina platensis, S. fusiformis dan S. maxima.

Alga ini berdiameter antara 1-2 mikron. Memiliki warna hijau kebiruan dan selnya berkoloni membentuk filamen terpilin menyerupai spiral sehingga disebut alga biru hijau berfilamen. Filamen spirulina berawal dari sel sel muda yang membelah pada sisi luar sumbu utama filamen sehingga terbentuk suatu rangkaian. Rangkaian sel tersebut disebut trichome. Sel spirulina berbentuk silindris dengan dindin sel tipis. Spirulina dapat bergerak sepanjang garis tengahnya dan dengan cara menggelinding.

Spirulina merupakan fitoplankton yang kosmopolit, dikenal dengan berbagai macam spesies dan berbagai macam habitat, mulai dari air taar, payau laut hingga danau danau garam. Spirulina lebih menykai perairan yang alkali, dengan pH yang baik berkisar antara 7,2 – 9,5. Ada pula beberapa spesies yang masih bisa berhatan hingga pH 11. Ketahanan terhadap salinitas (kadar garam) juga sangat menakjubkan karena spesies spirulina ini ada yang tahan pada salinitas hingga 85 g/l. Alga ini tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25-35 C.

(Baca Juga : Budidaya Anthurium Dwarf Pink dengan Mudah)

Spirulina berkembang biak dengan cara membelah diri. Pembelahan dimulai dengan memutus filamen menjadi satuan satuan sel yang akan membentuk filamen baru. Pemutusan filamen yang telah masak merupakan awal daur hidup fitoplankton ini. Pemutusan filamen ini akan membentuk bagian bagian yang disebut necridia. Necridia selanjutnya akan membelah membentuk semacam piringan yang terpisah pisah. Hasil pembelahan tersebut akan berkoloni membentuk hormogonia yang dapat memisahkan diri dari filamen induk menjadi filamen baru.

Budidaya Spirulina

Setelah kita membahas  masalah biologinya mari kita masuk ke inti bahasan kita yaitu budidaya spirulina. Anda bisa melakukan budidaya spirulina dengan menggunakan pupuk dengan komposisi berikut : Urea 80 ppm. TSP 30 ppm, ZA 20 ppm, FeCl3 2 ppm, EDTA 5 ppm dan Vitamin B12 0,001 ppm. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pupuk organik dapat di gunakan untuk kultur spirulina.

Budidaya spirulina  dilakukan dengan memasukan air laut yang steril dengan salinitas 15-20 ppt dimasukkan ke dalam botol botol kultur, selanjutnya dilakukan pemupukan dengan pupuk cair sebanyak 1 ml/l ke dalam media kultur. Aerasi dipasang dan dibiarkan beberapa saat agar pupuk larut merata. Benih spirulina didapat dari isolasi dari alam, kemudian dikembangbiakan melalui kultur. Setelah sekitar 4 hari, spirulina ini dapat dipanen dan dikultur pada wadah yang lebih besar.

Untuk skala massal, pupuk yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam wadah (beruba bak beton, bak plastik atau fiber) yang telah berisi air laut dengan salinitas 15-20 ppt. Setelah pupuk larut, bibit spirulina dimasukkan ke dalam wadah kultur sekitar 1/5 – 1/10 bagian dari total volume kultur, tergantung kepadatan bibit. Pemeliharaan dilakukan dengan memperhatikan intensitas cahaya matahari yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *