Budidaya Tanaman Jambu Biji

20 views

budidaya jambu bijiBudidaya jambu biji sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan tanaman ini tidak membutuhkan perlakuan khusus. Selain itu, jambu biji termasuk jenis tanaman yang jarang diserang hama dan penyakit. Walaupun memang ada beberapa Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang bisa menyerang tetapi dalam jumlah kasusnya tidaklah banyak.

Tatalaksana Budidaya jambu biji menurut ahli biologi lulusan UGM, Adi Nugroho adalah sebagai berikut :

Penyiapan Bibit

Anda bisa membeli bibit di toko pertanian yang ada di sekitar rumah anda. Pastikan bibit yang anda beli merupakan varietas jambu biji unggul yang cocok untuk kondisi lingkungan tempat anda akan menanamnya. Salah satu varietas yang saya rekomendasikan adalah jambu bangkok dikarenakan produktivitasnya yang tinggi dalam sekali panen ia dapat menghasilkan lebih dari 100 kg buah.

Penyiapan Lahan Budidaya Jambu Biji

Penyiapan lahan untuk usaha budidaya tanaman jambu biji diawali dengan pembukaan lahan, yaitu pembersihan dari gulma, semak-semak dan pepohonan lainnya. Kemudian dibuat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm pada jarak tanam 5 x 5 m. Saat penggalian pada calon lubang tanam, tanah bagian atas dipisahkan dari bagian bawahnya.

Lubang yang telah digali tanahnya dibiarkan selama 2-4 minggu agar terkena sinar matahari. Menjelang saat tanam, tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang yang matang sebanyak 40 – 50 kg/lubang tanam, ditambah dengan pupuk buatan yang terdiri atas Urea 50 g, SP-36 50 g dan KCL 50 g per lubang tanam sebagai pupuk dasar.

Tanah bagian atas yang telah dicampur pupuk kemudian dimasukkan ke dalam lubang. Sementara itu, tanah bagian bawah dibiarkan, nantinya digunakan untuk pembumbunan setelah tanaman jambu biji berumur 3 – 4 bulan. Pada masing-masing lubang tanam diberi ajir sebagai tanda tempat menanam bibit tanaman jambu biji.

Penanaman

Waktu tanam yang paling baik untuk budidaya jambu biji adalah pada awal musim hujan. Namun, di daerah yang cukup air, penanaman dapat dilakukan sepanjang musim. Cara menanam bibit tanaman jambu biji, mula-mula bibit dikeluarkan dari polybag dengan menyayat kantong plastikna memakai pisau tajam, kemudian bibit ditanam tepat di tengah-tengah lubang tdengan posisi tegak. Di dekat tanaman jambu biji dipsang kayu penyangga agar tetap tegak. Seusai menanam dilakukan penyiraman air secukupnya.

Pemeliharaan Tanaman Jambu Biji

Diperlukan pemeliharaan yang intensif dan teliti agar usaha budidaya jambu biji berjalan dengan baik. Kegiatan pemeliharaan tanaman yang penting dilakukan, diantaranya :

  1. Penyiraman dan penyulaman
    Pada awal pertumbuhan tanaman jambu biji, penyiraman dilakukan setiap hari, terutama bila tidak hujan atau terjadi kekeringan. Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan 1 – 2 kali seminggu, terutama pada waktu tanaman jambu biji berbuah. Bila terdapat bibit tanaman yang tidak tumbuh dengan baik, segera dilakukan penyulaman atau penggantian dengan bibit cadangan.
  2. Penyiangan dan pembubunan
    Penyiangan perlu dilakukan bila tumbuh gulma di sekeliling tanaman jambu biji. Membersihkan gulma dapat dilakukan secara manual dengan tangan atau cara mekanis menggunakan alat pertanian seperti parang atau kored. Penyiangan dapat dilakukan 2 – 3 bulan sekali, tergantung keadaan pertumbuhan gulma. Cara lain untuk menekan pertumbuhan gulma adalah melakukan pemulsaan dengan jerami setebal 3 – 5 cm yang sekaligus berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah.
    Pada umur 3 – 4 bulan perlu dilakukan pembumbunan yang bertujuan agar tanaman jambu biji berdiri kokoh atau kuat dan tidak mudah roboh bila terkena hujan atau angin. Tanah yang digunakan untuk membumbun adalah tanah galian bagian bawah yang belum dikembalikan ke lubang pada waktu penanaman.
  3. Pemangkasan
    Kegiatan pemangkasan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan untuk membentuk tanaman yang lebih baik. Pemangkasan bentuk dilakukan sekali, yaitu pada saat tanaman jambu biji berumur 1 tahun dengan memangkas 60 – 75 cm dari permukaan tanah dan memelihara 3 – 4 tunas yang nantinya akan menjadi cabang primer. Tunas-tunas yang tumbuh tegak lurus ke atas dan kebawah, terkena penyakit dan lemah pertumbuhannya dibuang atau dipangkas. Tunas-tunas liar yang tumbuh pada batang bawah bila tanaman diperbanyak dengan cara okulasi juga dibuang. Pemangkasan akan menstimulasi terbentuknya bunga dan buah.
  4. Pemupukan
    Pemupukan susulan diberikan dalam beberapa kali sesuai dengan umur tanaman jambu biji. Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik yang diberikan dapat berbentuk pupuk kandang atau kompos yang sudah matang. Manfaat pupuk organik, antara ain dapat memerbaiki struktur tanah agar tetap gembur, meningkatkan daya serap air dan populasi jasad renik yang berperan dalam membantu kesuburan tanah. Sementara itu, pemberian pupuk anorganik atau pupuk buatan yang mengandung unsur Nitrogen (N) dalam bentuk Urea dibutuhkan untuk perkembangan tanaman dan pembentukan hijau daun. Pupuk P2O5 (Fosfor) dalam bentuk SP-36 dibutuhkan tanaman jambu biji dalam pembentukan akar dan berperan dalam pembentukan serta pematangan buah. Pupuk K2O (Kalium) dalam bentuk KCL dibutuhkan tanaman dalam pembentukan zat gula, tepung dan aroma.
    Pupuk organik diberikan satu kali dalam setahun pada awal musim penghujan, sedangkan pupuk anorganik diberikan dua kali setahun yaitu menjelang dan akhir musim penghujan. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara membuat parit atau garitan dengan kedalaman 15 – 20 cm pada lingkar tajuk pohon jambu biji. Setelah pupuk diberikan, parit tersebut ditutup kembali dengan tanah. Dosis dan waktu pemberian pupuk susulan pada budidaya tanaman jambu biji dapat anda lihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Dosis Pemupukan Tanaman Jambu Biji Tiap Pohon

Umur (tahun) Pupuk Kandang (Kg) Urea (g) TSP (g) KCL (g)
Sebelum tanam 25 50 50 50
1 50 75 100 50
2 50 100 125 75
3 50 125 150 100
>3 75 150 200 125

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Hama penting yang menyerang tanaman jambu biji adlaah lalat buah dan kutu putih. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

  1. Lalat buah
    Lalat buah yang menyerang tanaman jambu biji pada umumnya dari sesies Bactrocera carambalae dan B. albistrigata. Gejala awal serangan lalat pada kulit yang terkena serangan hama ini tampak titik noda hitam. Noda hitam tersebut merupakan bekas tusukan ovopositor lalat buah untuk meletakkan telur, bila buah jambu biji dibelah akan terlihat belatung atau larva lalat buah. Selanjutnya, larva akan merusak daging buah sehingga buah menjadi busuk dan gugur sebelum masak. Buah yang gugur ini apabila tidak segera dimusnahkan akan menjadi sumber infeksi.
    Pengendalian serangan hama lalat buah dapat dilakukan dengan mekanik dan kimia, secara mekanik dapat dilakukan dengan membungkus buah dengan plastik supaya lalat tidak dapat menginfeksi buah. Secara kimia dilakukan dengan menyemprotkan insektisida.
  2. Kutu Putih
    Kutu putih berbentuk oval dan pada bagian punggung terdapat garis-garis yang diselimuti lapisan lilin tipis. Nimfa muda yang sangat aktif bergerak dan hidupnya bergerombol selama 4 minggu. Nimfa akan menjadi dewasa setelah 37 – 50 hari. Kutu berkembang biak secara pathenogenesis (tanpa kawin). Masa peletakan telur selama 4 – 5 minggu.
    Gejala serangan, kutu berwarna putih dan biasanya melekat pada bagian tangkai buah dan daun. Bila kutu menghisap cairan buah akan menyebabkan pertumbuhan buah terhambat. Pengendalian secara kultur teknis dengan sanitasi kebun dari gulma dan tanaman inang lainnya. Pengendalian cara biologi dengan pemanfaatan musuh alami seperti semut hitam dan cendawan parasit Empusa fresenii. Pemanfaatan insektisida organik seperti ekstrak bawang putih efektif mencegah hama ini.

Panen Budidaya Jambu Biji

Tanaman jambu biji yang bibitnya berasal dari perbanyakan vegetatif (kulasi) sudah dapat menghasilkan buah pada umur 2 – 3 tahun dan produksi akan stabil setelah berumur 4 tahun. Buah jambu biji akan matang dan siap petik pada umur 3 bulans etelah pembungaan atau penyerbukan. Kriteria buah yang telah masak ditunjukkan adanya perubahan warna kulit buah menjadi kuning dan buah menjadi lunak. Meskipun budidaya jambu biji berbuah sepanjang tahun, panen rayanya terjadi dua kali selama setahun. Bulan panen raya ini tergantung pada telat geografis dimana tanaman ini ditanam.

Sebelum panen siapkan dan bawa peralatan panen ke kebun, keranjang bambu dan gunakan sarung tangan. Lakukan panen dengan cara memetik atau memotong tangkai buah jambu biji menggunakan gunting pangkas yang tajam, sisakan tangkai buah sepanjang 0,5 – 1 cm dari pangkal buah. Masukkan buah yang telah dipetik ke dalam kantong kain, lalu dibawa secara hati-hati ke tempat penampungan hasil, Bila kantong kain sudah penuh, pindahkan buah dari kantong ke keranjang plastik. Produksi buah jambu biji pohon bervariasi, tergantung pada varietas dan kesuburan tanahnya. Kisan produksi per satuan luas lahan antara 7,5 – 15 ton/ha/tahun. Jika kita lihat harga pasaran sekarang yaitu sekitar 20 ribu per kilo maka usaha budidaya jambu biji dapat menghasilkan pendapatan sekitar 150 juta – 300 juta per hektarnya. Sangat menjanjikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *