Panduan Praktis Budidaya Terong Secara Organik

tanaman terongBudidaya Terong Organik – Terong adalah jenis sayuran tahunan semusim. Indonesia dipercaya merupakan negara asal tanaman ini. Tanaman terong ini banyak dijumpai tumbuh liar di hutan hutan di Indonesia. Namun, saat ini tanaman terong telah dibudidayakan di berbagai belahan bumi.

Terdapat banyak ragam terong yang dibudidayakan di Indonesia, mulai dari terong lokal seperti terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan hingga terong impor seperti terong jepang.

Buah terong memiliki bentuk dan warna cukup beragam. Buah terong ada yang berwarna putih, hijau, ungu dan lain sebagainya. Bentuknya pun ada yang berbentuk bulat, lonjong besar hingga lonjong dengan unsur lancip.

Budidaya Terong organik adalah salah satu upaya mendapatkan buah terong yang berkualitas secara gizi dan nutrisi. Menanam terong secara konvensional telah menghancurkan struktur gizi dan nutrisi yang terkandung dalam terong. Sehingga, ketika kita memakannya kita hanya sedikit mendapatkan manfaat.

Dengan menanam terong secara organik, kita mendapatkan rasa terong yang alami. Selain itu, tubuh kita juga tidak teracuni oleh zat kimia karena proses penanaman dan perawatannya yang organik.

Syarat Tumbuh Tanaman Terong

Media tanam yang ideal untuk menanam tanaman terong organik adalah tanah lempung berpasir.  Keasaman media tanam di kisaran pH 6,5 sampai 7. Tanaman terong organik dapat berproduksi secara maksimal pada suhu 22 sampai 30 C.

Tanaman terong adalah jenis tanaman sayuran yang membutuhkan ketercukupan sinar matahari. Oleh karena itu, pada penanaman konvensional banyak ditanam pada musim kemarau. Namun pada budidaya organik dengan wadah yang inkonvensional dapat dilakukan juga pada musim hujan tergantung dari jenis terong yang ditanam.

Penyemaian Terong Organik

Kebanyakan tanaman terong di tanam melalui biji. Kualitas benih yang baik adalah yang memiliki daya tahan tumbuh di atas %75. Oleh sebelum itu sebelum anda menanam tanaman terong anda di media tanam sebaiknya benih terong yang telah anda beli di semai terlebih dahulu. Penyemaian benih ini salah satu langkah yang sering dilupakan oleh orang yang melakukan budidaya terong skala rumahan, baik itu organik ataupun konvensional.

Langkah penyemaian yang pertama dilakukan adalah dengan menyeiapkan terlebih dahulu tempat penyemaian benih. Penyemaian bisa dilakukan di pot, polybag atau kotak kayu. Media penyemaian adalah campuran dari tanah arang sekam dan kompos. Lokasi penyemaian diberi naungan agar aman dari panas dan hujan.

Sebelum ditebar, rendam dahulu benih terong dalam air hangat selama 10 – 15 menit. Kemudian, bungkus benih dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam. Kemudian tebarkan benih terong organik dan tutup dengan tanah tipis tipis.

Setelah itu, tutup media persemaian dengan daun pisang atau karung goni basah. Siram dengan air untuk menjaga kelembapan persemaian. Setelah 2-3 hari, kecambang terong mulai tumbuh menjadi tanaman. Buka daun pisang atau karung goni tersebut.

Kemudian, siram setiap hari bibit tanaman terong organik tersebut. Bibit tanaman terong organik dapat ditanam ketika usia 10 – 15 hari dengan cara dipindahkan ke media tanam organik yang sudah disiapkan.

budidaya terong organikMedia Tanam Budidaya Terong Organik

Anda dapat memilih menanam terong organik di pot, polybag atau paralon yang dilubangi. Itu tergantung pada posisi mana anda akan menempatkannya. Media tanam yang digunakan merupakan campuran dari beberapa bahan, yaitu tanah, pupuk kandang, kapur dan arang sekam. Perbandingan takaran media tanam terong ini adalah 5 : 1 : 1 : 1.

Bahan bahan yang sudah disiapkan kemudian dicampur dengan cara diaduk. Sebelum dicampur, tanah dan pupuk kandang sebaiknya di ayak terlebih dahulu, diambil yang halus. Setelah bercampur rata, masukkan ke dalam wadah yang telah anda sediakan.

Siram media tanam yang sudah dimasukkan ke dalam wadah dengan air secukupnya. Lalu, diamkan media tanam organik tersebut selama 5 hari. Setelah melewati proses proses tersebut, media tanam siap ditanami terong.

Menanam Terong

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, tanaman terong organik dapat di tanam di media tanam ketika usia 10 – 15 hari dari masa tebar benih. Pada saat itu, daun bibit tanaman terong sudah muncul 1-2 helai. Untuk memindahkan, perhatikan cara mencabutnya. Kita dapat menggunakan sendok, mengambil tanaman beserta tanah dan akarnya.

Setelah itu, pindahkan bibit tanaman ke dalam wadah yang  telah berisi media tanam organik. Satu wadah satu tanaman, setelah anda selesai menanam, siramlah tanaman terong tersebut secukupnya.

Terong di potPenempatan Tanaman

Setelah anda selesai dalam menanam terong di wadah yang sudah anda pilih, saatnya sekarang untuk menempatkan tanaman terong organik di halaman rumah kita. Pilihlah tempat yang mendapatkan sinar matahari langsung.

Susunlah wadah tanaman terong serapi mungkin sebagaimana kita menempatkan tanaman hias. Tanaman terong organik dapat disusun secara bertingkat, namun harus tetap memperhatikan seberapa kuat tanaman itu mendapatkan cahaya.

Perawatan Tanaman Terong Secara Organik

Dalam melakukan budidaya terong, masalah perawatan merupakan hal yang paling penting. Setelah satu minggu dari masa tanam, lakukanlah penyulaman tanaman terong apabila ada yang pertumbuhannya tidak sehat. Cabut tanaman yang terlihat layu atau tidak sehat dan pertumbuhannya abnormal. Kemudian, ganti dengan bibit baru.

Pemupukan tambahan dilakukan mulai dari 2 minggu setelah bibit ditanam. Untuk budidaya terong dengan menggunakan sistem organik ini, berikan pupuk kompos atau pupuk cair organik. Untuk pupuk kompos anda bisa memberikan dengan dosis dua kepal tangan atau kira kira 0,5 kg per tanaman.

Ulangilah pemberian pupuk susulan pada minggu ke 5 dan ke 7 setelah bibit ditanam. Sambil memberikan pupuk susulan, siangi gulma yang terdapat dalam wadah tanaman. Gulma ini dapat menganggu pertumbuhan tanaman sehingga budidaya terong organik anda menjadi kurang maksimal.

Pemasangan ajiran berupa bilah bambu dalam budidaya terong perlu dilakukan untuk menopang tanaman. Pemasangan ini dilakukan setelah tanaman terong berumur 3 minggu. Penancapan ajiran hendaknya berjarak 5 – 7 cm dari pangkal batang. Jangan sampai pengajiran melukai akar tanaman. Ikat tanaman pada ajir dengan tali rafia.

Apabila tidak turun hujan, penyiramman hendaknya dilakukan setiap tiga hari sampai tanaman berbunga. Setelah tanaman berbunga, tingkatkan frekuensinya menjadi dua hari sekali.

Pengendalian Hama dan Penyakit Terong

Dalam budidaya terong organik, tak luput dari serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang adalah kumbang daun dan kutu daun. Tanaman terong organik yang terkena hama kumbang daun permukaan daunya tidak rata dan terdapat lubang, daunnya juga akan berubah menjadi kuning serta layu. Pengendalian hama ini secara organik adalah dengan mengumpulkan hama kumbang dan memusnahkannya secara mekanis.

Sementara itu, hama kutu daun menyerang daun masih muda hingga rusak, tidak beraturan dan daun akan mati serta kering. Kita juga bisa mengendalikan hama ini dengan cara mekanis, tidak perlu menyemprotkan pestisida. Cara pengendalian adalah jarak tanaman agak dijauhkan satu dengan lainnya dan sanitasi lingkungan tanaman harus baik.

Jika hama diatas mewabah dan serangan cukup berat, anda bisa menyemprotkan dengan pestisida organik yang berasal dari campuran 1 kg daun tembakau + 1 kg temulawan dimasukkan ke dalam 10 liter air. Semprotkan pestisida organik ini ke tanaman secara merata.

Penyakit yang sering menyerang tanaman terong adalah bercak daun dan antraknosa. Penyakit bercak daun disebabkan oleh cendawan yang mengakibatkan permukaan daun terdapat bercak coklat hingga kehitaman yang kemudian menyebabkan daun kering dan layu. Pengendalian dilakukan dengan cara melakukan sanitasi area penanaman atau menggunakan benih terong berkualitas yang tahan penyakit.

Penyakit antraknosa juga disebabkan oleh cendawan sehingga permukaan daun terdapat bercak coklat hingga kehitaman. Daun tersebut kemudian menggulung dan daun menjadi keriting. Pengendalian dilakukan dengan melakukan sanitasi yang baik dan penjarangan tanaman.

Panen Budidaya Terong Organik

Pemanenan pertama tanaman hasil budidaya organik anda biasanya dilakukan setelah 70 – 80 hari sejak bibit ditanam. Selanjutnya, panen dapat dilakukan setiap 3 – 7 hari sekali. Dalam satu kali musim tanam, bisa memanen 13 – 16 kali bahkan lebih.

Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik sekaligus dengan tangkainya. Buah terong organik tidak tahan lama, oleh karena itu harus segera dikonsumsi.

Related Posts

Add Comment