Bunga Gladiol, Tanaman Indah Yang Jarang Ditanam

Bunga gladiol merupakan tanaman yang berbunga besar dengan warna merah, putih, kuning dan ungu serta memiliki umbi lapis. Nama latinnya adalah Gladiolus hybridus dan merupakan anggota famili Iridaceae.

Saat ini telah banyak jenis bunga gladiol dikarenakan banyakan persilangan yang dilakukan oleh para pembudidaya sehingga menghasilkan lebih dari 200 jenis bunga. Sekitar Seratus jenis terdapat di Afrika selatan dan sisanya tersebar di Eropa dan Asia.

Karena banyaknya varian dari tanaman ini maka tak heran jika besarnya umbi lapis dari jenis jenis gladiolus berbeda beda. Seorang ahli biologi lulusan UGM, Adi Nugroho memberi keterangan bahwa tanaman yang memiliki umbi lapis yang besar menghasilkan bunga yang bentuk dan warnanya tidak sebagus dari jenis tanaman yang berumbi agak kecilan.

Pemanfaatan Gladiol

Wanita yang pandai menusun karangan bunga biasa memilih bunga gladiol karena selain tahan lama hingga beberapa hari dalam jambangan, juga warna bunganya bermacam macam dan indah. Agar tahan dalam jambangan bunga harus dipotong tangkainya, kalau dua kuntum bunga yang dibawah telah mekar. Air dalam jambangan harus diganti setiap hari.

Bunga gladiol tahan lama untuk dikirim ke tempat tempat lain dan menjadi jenis bunga dagangan yang penting. Maka dari itu orang pacet dan cipanas membawa selain bunganya juga umbi lapisnya ke seluruh kota di Jawa Barat. Tidak heranlah jika sekarang gladiol menjadi tanaman hias populer di kota kota.

Perawatan Bunga Gladiol

Gladiol dapat dipelihara di dataran rendah sebagai tanaman penghias pekarangan asal dipelihara dengan baik dan dipupuk. Sedangkan, dipegunungan tanaman ini tumbuh subur. Untuk bibit yang tersedia di Indonesia biasanya diambil dari umbi umbi kecil yang tumbuh di sekeliling umbi. Sedangkan di eropa yang suhuya sub tropis perbanyakan dapat dilakukan dari bijinya. Tanaman yang berasal dari biji baru menghasilkan bunga setelah berumur dua tahun.

Tanah yang baik untuk tanaman gladiol yaitu tanah liat yang dicampur upuk atau humus. Untuk menanamnya, dua umbi lapis dari satu macam jenis (misalnya bunga gladiol yang warnanya merah) dan telah disimpan selama 2 atau 3 bulan diletakkan dalam satu lubang sedalam 10 – 15 cm. Lubang lubang ini dibuat berjajar jajar berjarak 15 – 25 cm.

Agar bunganya dapat dipetik terus menerus umbi lapis harus ditanam dengan jangka seminggu selama 1 atau 2 bulan. Jika anda menanamnya pada musim kemarau yang tidak turun hujan, sesudah menanam umbi ini anda harus menyiramnya setiap hari.

Pemeliharaan bunga gladiol di pacet ada yang menggunakan pupuk ZA (Zwavelzure Amoniak) sebanyak 4 – 7 gram untuk setiap pohonnya. Orang Amerika lebih menyukai menggunakan pupuk potash, phosphoric acid,  tepung tulang (bonemeal) dan pupuk istal yang dicairkan. Bla tanah cukup subur dalam waktu dua bulan tanaman gladiol sudah berbunga. Setelah tanaman berbunga biarkan hingga daun daun tanaman layu dan kering. Jangan terlalu cepat membongkar umbi umbinya, sebab umbi itu belum tentu sudah masak dengan sempurna. Umbi umbi yang telah dibongkar setelah dibersihkan dari akar akar dan tanah yang melekat, disimpan da atau tiga bulan lamanya di tempat yang tidak basah baru bisa digunakan sebagai bibit.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *