Bunga Teratai

Bunga teratai merahDahulu bunga teratai di Indonesia dianggap sebagai tanaman liar yang tmbuh di danau, rawa dan sungai. Bunga teratai mulai di budidayakan di Indonesia pada awal 1990an. Bunga tanaman air yang eksotis dan indah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta tanaman hias. Selain itu, kehadiran tanaman hias dalam pot berair di halaman rumah bisa menjadikan suasana rumah semakin sejuk.

Syarat Tumbuh Bunga Teratai

Sebagian besar tanaman air menghendaki cahaya matahari secara langsung selama kurang lebih 6 jam per hari. Namun, untuk tanaman yang baru ditanam atau di repotting sebaiknya dihindarkan dari sinar matahari langsung agar beradaptasi. Tanaman air umumnya tumbuh di dataran rendah sampai sedang. Kisaran suhu untuk pertumbuhan tanaman air yang optimal adalah 18 – 25C.

Perawatan

Media Tanam

Media tanam yang baik untuk teratai adalah lumpur. Pasalnya, habitat asli tanaman ini adalah rawa rawa yang berlumpur. Lumpur dapat diambil dari lumpur sawah yang agak kering sehingga bebas dari anak siput dan gulma. Untuk mengambil lumpur, sebaiknya pilih daerah yang bebas limbah industri dan rumah tangga.

Apabila sulit untuk mendapatkan lumpur sawah, media dapat diganti dengan campuran tanah kebun, media dapat diganti dengan campuran tanah kebun, pasir dan pupuk kandang yang sudah matang dan belum terlalu kering, dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah di campur secara merata, media tersebut dijemur selama 2 – 3 hari hingga kering. Setelah itu, media dimasukkan ke kolam atau pot.

Untuk penanaman di kolam, masukkan media sedalam 20 cm, lalu tambahkan air hingga kedalamannya cukup. Sementara itu, jika bunga teratai ditanam di dalam pot, isi setengah pot dengan media, isi sisa ruang dengan air hingga mencapai bibir wadah. Diamkan selama seminggu sampai terdapat endapan lumpur dasarnya, baru bibit bisa ditanam.

Pot

Untuk tanaman teratai sebaiknya pilih wadah dengan mulut yang lebar dengan kedalaman secukupnya. Pasalnya, tanaman ini cenderung melebar dan tangkai daun teratai cenderung melebat sehingga membutuhkan ruang yang cukup luas.

Pemupukan

Teratai dapat dipupuk dengan NPK yang berbentuk butiran ataupun tablet. Pupuk NPK butiran tidak bisa ditaburkan langsung di atas media. Pupuk ini harus dibenamkan ke dalam lumpur agar lebih efisien. Caranya, bungkus satu sendok NPK dengan kertas tisu atau koran, lalu benamkan ke dalam lumpur di sekitar rimpangnya. Untuk wadah berdiameter 40 – 60 cm, cukup berikan empat bungkus pupuk tersebut.

Sementara itu, untuk pupuk yang berbentuk tablet dapat diberikan dengan perantara pipa paralon yang dibenamkan ke dalam lumpur. Satu pot berdiameter 40 – 60 cm cukup diberi 2 tablet NPK. Pemupukan bunga teratai ini dapat diulang setiap dua sampai tiga bulan sekali. Selain pupuk NPK, tanaman ini bisa dipupuk dengan pupuk kandang. Cara pemberiannya tetap sama, yaitu dibungkus dalam kertas dan dibenamkan ke dalam lumpur.

Penyiraman

Karena merupakan tanaman air, maka jumlah air yang disediakan bagi teratai harus memadai. Perhatikan tanaman air yang ditanam di dalam wadah. Bila jumlah air susut karena penguapan atau sebab yang lainnya, segera tambahkan air yang baru. Salah satu caranya adalah dengan mengalirkan air melalui selang secara perlahan hingga air meluap. Penambahan air ini biasanya dilakukan setiap dua hari sekali.

Repotting

Media tanam teratai harus diganti yang baru jika pertumbuhannya sudah tidak baik. Ciri cirinya adalah daun menjadi kecil kecil dan jarang berbunga. Pergantian media ini idealnya dilakukan setiap 6 bulan sekali atau setelah beberapa kali dipupuk dengan NPK.

Caranya, angkat tanaman pelan pelan dan bersihkan akarnya dari lumpur yang melekat dengan meletakkannya di bawah aliran air. Bila ada bagian tanaman yang busuk, potong dan buang. Bila perlu pangkas sebagian akar yang berlebihan. Selanjutnya, tanam kembali dalam wadah semula dengan media tanam baru yang sudah dipersiapkan. Usahakan agar akar tidak terbenam terlalu dalam dan beri penyangga. Letakka dahulu di tempat yang teduh tetapi masih dapat sinar matahari.

Agar Tidak Menjadi Sarang Nyamuk

Genangan air di dalam pot tanaman air sering kali mengundang nyamuk untuk bersarang di dalamnya. Agar tidak menjadi sarang nyamuk, jemur pot di bawah matahari terik selama 3 – 4 jam sehari. Daun yang sudah tua sebaiknya juga dipangkas untuk mengurangi kelembaban lingkungan.

Agar Teratai Rajin Berbunga

Penampilan teratai akan semakin menarik jika bunganya yang elok selalu bermekaran setiap saat. Agar teratai rajin mengeluarkan bunganya tentu saja perlu perlakuan pemupukan karena hanya mengandalkan pasokan unsur hara dari media tanam tidak akan cukup. Unsur hara yang dibutuhkan adapah Phospor (P) dalam jumlah tinggi. Karena itu, pupuklah bunga teratai dengan pupuk majemuk NPK, tapi pilih yang kandungan P-nya tinggi.

Hama

Siput Air

Binatang ini melahap tepi tepi daun teratai sehingga berlubang lubang dan geripis. Bila belum terlalu bayak, ambil dengan tangan dan musnahkan. Namun bila sudah tdak terkendali, gunakan pestisida jenis moluskisida.

Kutu Hitam

Kutu hitam atau Rhopalosiphum biasanya muncul di tempat yang lembab dan basah. Karenanya, tanaman harus terkena cahaya matahari langsung. Artinya, tidak ada bagian yang tertutup atau ternaungi. Hama ini sering di bagian bawah kelopak bunga teratai maupun daun. Insektisida seperti Dimecron dapat digunakan untuk mencegah semakin banyaknya hama ini.

Namun perlu diperhatikan agar dosisnya tidak berlebihan, yaitu cukup setengah dari dosis yang dianjurkan pada kemasan. Sewaktu menyemprotkan hendaknya tanaman diangkat dulu dari kolam, agar air kolam tidak tercemar oleh insektisida tersebut. Tetapi bila jumlah kutu masih sedikit, seka bagian yang terkena dengan kain basah sambil disemprot air.

Ngengat

Hama ini merusak daun dengan cara melubangi, memotong dan kadang kadang mengebor sampai ke bagian putik bunga teratai. Untuk pencegahan, sering seringlah menjemur tanaman ini di bawah terik matahari. Sementara itu, penanggulangannya cukup dengan menangkap satu per satu dan membunuhna. Bila gejala serangan sudah parah, sebaiknya semprotkan pestisida.

Jamur

Jamur Cercospora mengakibatkan daun menjadi cokelat dan mengering. Bila dijumpai gejala seperti ini, segera potong bagian daun yang terserang. Bila serangan hama belum terlalu banyak, cukup pangkas bagian tanaman yang terserang. Namun bila serangan sudah parah, selain dipangkas juga diikuti dengan penyemprotan fungisida dengan dosis yang ditentukan pada kemasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *