Bunglon : Habitat, Cara Berkembang Biak dan Ciri Khusus

Bunglon memiliki nama ilmiah Bronchocela jubata, termasuk ke dalam fmili Agamidae. Bunglon atau londok (dalam bahasa sunda) bisa mengubah ubah warna kulitnya, meskipun tidak sehebat perubahan warna chamaeleon (famili chamaelonidae). Perubahan warna biasanya terjadi dari warna warna yang cerah (hijau, kuning atau abu abu terang) menjadi warna yang lebih gelap, yaitu kecokelatan atau kehitaman.

Perubahan warna ini dkendalikan oleh saraf dan disesuaikan dengan lingkungan tempatnya berada, pencahayaan, suhu udara dan keadaan fisiknya. Hewan ini mudah dikenali dari bentuk tubuhnya yang pipih di bagian samping, ekornya yang melingkar serta mata bundarnya yang lincah dan tidak saling bergantung satu sama lain sehingga sudut pandang bunglon sangat lebar.

Klasifikasi

Dalam sistem klasifikasi terbaru, reptil ini masuk ke dalam Famili Agamidae yang anggotanya lebih dari 300 spesies. Spesies dari famili ini cukup beragam dan merupakan kumpulan reptil yang aktif pada siang hari.

Klasifikasi bunglon secara lengkap adalah sebagai berikut :

Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Agamidae
Genus : Bronchocela
Spesies : Bronchocela jubata

Habitat Bunglon

Hewan ini lebih suka hidup menyendiri dan biasanya ditemukan di semak semak, perdu da pohon pohon peneduh di kebun dan pekarangan. Selain itu, ia sering didapati terjatuh dari pohon atau perdu ketika mengejar mangsanya, namun akan segera berlari kembali menuju pohon terdekat.

Jenis Makanan

Bunglon atau londok memangsa berbagai macam serangga yang dijumpainya, seperti kupu kupu, ngengat, capung, lalat dan lain lain. Ia memang merupakan insektivora, yaitu hewan pemakan serangga. Bunglon menangkap serangga dengan menggunakan tembakan lidahnya yang sangat cepat. Beberapa spesies juga ada yang mengkonsumsi burung kecil dan landak.

Cara Berkembang Biak Bunglon

Bunglon berkembang biak dengan cara bertelur, ia sering bertelur di tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Induk bunglon menggali tanah dengan mempergunakan moncongnya, kulit telurya berwarna putih dan lentur agak liat, seperti kertas perkamen. Induk betina dapat bertelur sebanyak 20 – 30 butir dengan masa inkubasi selama 6 – 9 bulan, bergantung pada suhu udara di sekitarnya. Masa inkubasinya yang lama ini membuat tingkat keberhasilan telur menetas cukup kecil karena banyak yang dimakan hewan predator.

Ciri Khusus Bunglon

Terdapat ciri khusus bunglon yang membedakannya dengan jenis reptil lainnya. Ciri khusus yang p ertama, di saat dirinya merasa terancam, ia akan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya sehingga keberadaannya tersamarkan.

Untuk menipu mangsanya, ia kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang goyang pelan seperti tertiup angin. Selain itu, reptil ini sering juga terlihat meniti kabel listrik dekat rumah, untuk menyeberang dari satu tempat ke tempat lain.

Bunglon merupakan reptil yang berukuran sedang dan berekor panjang menjuntai. Dari panjang totalnya yang sekitar 55 cm, empat perlimanya adalah ekor. Kepalanya bersegi segi dan bersudut. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, tersusun dari sisik sisk berupa bintik bintik halus yang indah. Dagu berkantung lebar dan bertulang lunak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *