Cabe Jawa : Klasifikasi, Morfologi dan Penyebaran

25 views

cabe jawaCabe jawa atau dikenal juga dengan sebutan cabe jamu memiliki nama latin Piper retrofractum dan merupakan salah satu tanaman obat potensial yang banyak dibudidayakan di lahan kering. Produk utama cabe jawa adalah buahnya yang mengandung minyak atsiri, piperina, piperidina, asam palmitat, asam tetrahidropiperat, undecylenyl, 3-4 methylenedioxy benzene, N-isobutyl decatrans-2 trans-4 dienamida, sesamin, eikosadienamida, eikopsatrienamida, guinensina, oktadekadienamida, protein, karbohidrat, gliserida, tannin dan kariofelina.

Secara empiris buah cabe jawa berkhasiat sebagai karminatif dan sudorofik, obat perut kembung, peluruh keringan, pegal linu, rematik dan neuralgia. Kandungan bahan aktif minyak atsiri, piperin, piperidin dan turunannya di dalam buah tanaman ini merupakan sumber bahan baku obat afrodisiak potensial. Buahnya selain banyak digunakan di dalam industri tradisional juga menjadi komoditas ekspor.

Klasifikasi

Dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan, klasifikasi tanaman cabe jawa adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Phyllum : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Subkelas : Monocotyledonae
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper retrofractum

Daam genus piper terdapat 600 – 2000 spesies yang tersebar  di daerah tropis. Dari sejumlah spesies tersebut, hanya beberapa spesies yang dibudidayakan seperti tanaman lada (piper nigrum), sirih (P. betle) dan kemukus (P. cubeba).

Cabe jawa dikenal dengan banyak nama antara lain disebut lada panjang atau cabe panjang  (Sumatera), cabe jamu, cabe cabean, cabe areuy, cabe sula (jawa), cabi jamo, cabi onggu dan cabi salah (Madura). Di Tiongkok, cabe jawa disebut bi ba.

buah cabe jawaMorfologi Cabe Jawa

Karakteristik morfologi tanaman cabe jawa hampir mirip dengan tanaman lada. Batang tanaman cabe jawa merupakan bentuk peralihan dicotyledonae dan monocotyledonae, yaitu jaringan pengangkut terletak dalam dua lingkaran pembuluh atau lebh. Tanaman ini termasuk tumbuhan perdu memanjat, melilit atau melata dengan akar lekat seperti lada atau sirih.

Batang dan cabang tanaman ini pada umumnya memanjat pada tiang panjat dengan panjang ruas batang di daerah baru berkisar antara 3,7 – 5,6 cm. Warna batang muda hijau dan cokelat, sedangkan batang tua berwarna cokelat sampai cokelat kehitaman. Bentuk percabangan monopodial dengan arah percabangan lateral, tegak dan menggantung. Bentuk daun bervariasi dari lanset sampai oval.

Warna daun muda pada umumnya hijau muda dan daun dewasa berwarna hijau sampai hijau tua. Duduk daunnya tunggal dan berseling dengan bentuk pertulangan daun menyirip, ujung daun runcing sampai meruncing dan tumpul. Bentuk pangkal dan berlekuk dan tidak sejajar. Permukaan daun halus dengan tepi daun rata. Morfologi daun muda (daun pertama) dan daun dewaasa (daun kelima) tidak bervariasi dilihat dari panjang daun, lebar daun dan panjang tangkai daun.

Bunganya berkelamin tunggal, berbentuk bulir dengan bulir bunga jantan lebih panjang daripada bunga betina. Bulir bunga jantan panjangnya antara 2,5 – 8,5 cm, benang sarinya yang pendek ada dua atau kadang kadang tiga. Bulir bunga betina panjangnya 1,5 – 3 cm dengan 2 – 3 putik. Jumlah bunga 1 – 2 kuntum per cabang.

Penyerbukan bunga menghasilkan buah. Morfologi buah cabe jawa bervariasi dari bulat panjang (conical), bulat pendek (globular), panjang pipih (foliform) dan panjang kecil (cylindrical). Buah cabe jawa mulai dari terbentuk bunga sampai menjadi buah siap panen berubah warna, yaitu warna hijau pada awal pembentukan, kemudian kemerahan pada saat siap dipetik. Buah muda berwarna hijau, saat tua berwarna kecokelatan dan buah matang berubah warna menjadi merah.

Buah panjangnya antara 2 – 7 cm, ada yang bergagang panjang, ada yang tanpa gagang. Bila buah dimakan rasanya manis manis pedas yang tajam. Bobot buah basah berkisar antara 13,1 – 671,1 gram, sedangkan bobot kering buah berkisar antara 3 – 254,1 g. Jumlah buah mencapai 1 – 2 butir. Bijinya berukuran antara 2 – 2,5 mm.

Penyebaran

Plasa nutfah (germ plasm) tanaman cabe jawa yang tumbuh di berbagai daerah merupakan tanaman asli Indonesa. Pada mulanya penanaman tanaman ini hanya terkonsentrasi di Jawa. Namun, saat ini telah banyak di tanam di berbagai daerah, di ataranya adalah Jawa, Madura, Sulawesi, Lampung dan Ambon. Penanaman cabe jawa pada umumnya dijadikan tanaman pekarangan. Meskipun demikian, di lampung para transmigran dari jawa telah mengembangkan tanaman cabe ini di lahan tegalan, baik ditanam secara monokultur maupun campuran dengan tanaman lada.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *