Cara Berkembang Biak Cacing Planaria

cara berkembang biak cacing planariaBeranekaragam hewan yang hidup di dunia ini membuat bumi begitu unik dan beragam. Hewan hewan ini tidak hanya hidup di udara, air saja karena ada juga yang hidup di tanah. Setiap hewan yang ada akan hidup dengan perannya masing masing. Ada yang diciptakan untuk menguntungkan adapula yang merugikan. Untuk itu wajib kenali lebih dekat seperti halnya cara berkembang biak cacing planaria atau cacing pipih dalam ulasan berikut.

Sekilas Tentang Cacing Planaria

Cacing planaria sendiri merupakan bagian dari kelompok filum platyhelminthes yang dalam bahasa Yunani yang artinya cacing pipih. Dari filum ini kemudian akan dibagi menjadi kelompok kelas utama yang terdiri dari Turbellaria, Trematoda, Cestoda dan Monogenea. Dimana kelompok cacing ini sebagain besar hidup dengan bebas, umumnya berada di air tawar, laut maupun sungai,

Relung ekologi yang mengalir dan jernih merupakan tempat tinggal dari Planaria. Mereka akan berenang aktif atau kadang bisa melekat pada suatu objek dengan menggunakan mucus yang keadaannya pasif. Untuk strukturnya tubuh cacing ini pipih dan memanjang serta lunak. Untuk ukurannya kira kira mencapai 155 mm hingga 25 mm. Sementara untuk cara berkembang biak cacing planaria sendiri bisa dilakukan aseksual maupun seksual.

Cacing planaria memiliki tiga lapisan embrinik serta tidak memiliki rongga atau aselomata. Bentuknya yang tidak bersegmen membuat antara kepala, dada serta perutnya tidak memiliki batasan yang jelas. Meskipun begitu, cacing ini masih memiliki organ tubuh, sistem pencernaan, eksresi dan juga otak. Walaupun semua organ tubuh yang dimiliki tidaklah begitu sempurna. Namun cacing ini tidak memilki organ untuk bernafas sehingga menggunakan kulitnya.

Cacing Planaria Berkembang Biak Dengan Fragmentasi

Bisa dikatakan jika sistem reproduksi yang dimiliki oleh cacing planaria bisa kompleks dan berkembang. Untuk reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara memotong tubuhnya sendiri dan banyak dialami oleh anggota Turbellaria di air tawar. Fragmentasi merupakan proses yang dilakukan secara aseksual oleh planaria. Dimana cara berkembang biak cacing planaria ini akan mengembangkan bagian yang hilang untuk bisa menjadi organisme baru.

Untuk proses fragmentasi ini bisa dikatakan jika cacing planaria akan menghasilkan jumlah individu yang sangat besar. Namun ia tetap memiliki batasan karena setiap turnannya akan identik dengan induknya. Kemampuannya dalam mengembangkan bagian tubuh ini membuat planaria masuk dalam kategori hewan dengan daya regenarasi yang tinggi. Ketika dipotong atau dilukai mereka akan segera bisa memperbaiki bagian tubuhnya tersebut.

Cacing planaria merupakan hewan yang memiliki struktur seksual betina dan jantan di dalam satu tubuhnya atau hewan hemaprodit. Sehingga untuk perkembangbiakkan secara seksual akan melalui proses pembuahan. Proses ini diawali dengan fetilisasi secara internal ketika sel sperma membuahi sel ovum. Setelah terjadi fertilisasi maka akan terbentuk telur dan telurnya akan menetas menjadi larva. Cara berkembang biak cacing planaria ini terjadi pada beberapa spesies saja.

Dari penjabaran tersebut bisa disimpulkan jika cacing planaria bisa berkembang biak dengan dua cara. Yakni secara seksual dan aseksual yang dua duanya juga bisa menghasilkan individu baru dalam jumlah banyak. Proses aseksual disebut juga Fragmentasi yang dilakukan dengan memutus bagian tubuhnya dan berkembang menjadi individu baru. Sementara secara seksual berarti harus melalui masa kawin agar sperma bisa bertemu dengan sel telur sang betina.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *