Cara Budidaya Belut di Kolam Terpal

Budidaya BelutCara Budidaya Belut di Kolam Terpal

Budidaya belut dapat dilakukan di wadah apa saja, termasuk salah satunya adalah kolam terpal. Yang penting, ada sumber air dan media hidupnya berupa lumpur atau bahan organik lainnya. Cara budidaya belut pun sangat mudah serta memiliki keuntungan dan permintaan produk yang besar pula

Peluang Usaha

Usaha budidaya belut belum banyak dilakukan. Hal ini tak lepas dari terbatasnya informasi teknik budidaya belut ini sendiri. Padahal, pembesaran belut sebenarnya relatif mudah. Saat ini, permintaan belut masih di dominasi dari tangkapan alam dan hasil budi dayanya belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Oleh Karena itu, peluang untuk budidaya belut masih terbuka lebar

Memulai Usaha

Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan dalam memulai usaha budidaya belut di kolam terpal

  1. Pastikan lokasi usaha tersedia air yang cukup
  2. Buatlah kolam berukuran 4 x 5 x 1 m sebanyak 4 unit
  3. Buat media di kolam secara bersusun dengan ketinggian 80 cm. Media ini dibuat dari bahan tanah sawah, cincangan jerami padi, tanah sawah, cincangan gedebog pisang dan biostarter. Biostarter merupakan mikrobia yang membantu mendegradasi bahan organik.
  4. Masukkan air ke dalam media hingga ketinggian 10 cm dari permukaan media paling atas. Biarkan media selama 1-2 bulan hingga terfermentasi dengan baik
  5. Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti termometer,pH meter dan tes kit kualitas air
  6. Tebar benih belut berkualitas dengan kepadatan 1,5 kg per m3

Masalah

Dalam setiap usaha budidaya pasti ada masalah, begitu pula dengan budidaya belut di kolam terpal. Berikur beberapa kendala yang mungkin anda hadapi jika anda ingin memulai usaha ini.

  1. Benih belut umumnya masih bersumber dari alam sehingga ketersediaan terbatas
  2. Petani biasanya masih terkendala pada penyediaan media budidaya belut
  3. Kondisi belut tidak dapat terlihat selama budidaya karena hidupnya di dalam media berlumpur

Strategi

Setiap masalah pasti ada solusinya, begitu juga masalah masalah dalam budidaya belut ini, berikut beberapa strategi untuk menghadapi masalah yang nanti akan anda hadapi

  1. Tekuni usaha budidaya belut dengan baik, perhatikan betul pada waktu menyiapkan media budidaya. Bila media budidaya belum matang, benih belut yang ditebar akan mati
  2. Siram benih yang baru mengalami perjalanan jauh dengan larutan gula secukupnya selama 30 menit, lalu tebar
  3. Berikan pakan alami seperti cacing, cincangan bekicot/keong, cincangan daging/ayam dan belatung sebanyak 2-3 persen dari bobot belut dengan frekuensi sekali setiap hari
  4. Jangan mengandalkan pakan alami dari media budidaya. Pakan harus disuplai dari luar dengan takaran sesuai ukuran. Pemberian pakan yang baik dapat menghasilkan panen yang baik pula.
  5. Panen belut setelah dipelihara selama 4-5 bulan
  6. Carilah mitra bisnis sesama pembudidaya yang telah atau lebih berhasil sehingga dapat membantu anda ketika mengalami kesulitan
  7. Ketahui lokasi pembesaran belut sebagai bahan perbandingan

Pasar

Banyak negara di dunia yang membutuhkan belut. Sebut saja jepang, korsel, hongkong, taiwan, amerika serika, australia, singapura. selandia baru, perancis,italia, spanyol, belanda, inggris dan denmark. Semuanya menjadikan belut sebagai bahan makanan istimewa yang biasnaya hanya terdapat di hotel dan restoran mewah.

Saat ini, di beberapa negara asia membutuhkan 80 ton belut per hari, sedangkan pasar hanya bisa menyuplai sebsesar 6 ton per hari. Ditambah lagi dengan permintaan negara negara eropa yang membutuhkan sekitar 2-4 ton per hari belut. Jadi jelas sekali pasar berut untuk ekspor sangat menguntungkan

Analisis usaha Budidaya Belut di Kolam Terpal

Investasi awal
Kolam terpal 5×4 m 4 unit = 2 juta
Media tanam = 1,8 juta
Pompa air = 500 ribu
Peralatan budidaya dan panen = 800 ribu
pH kit = 300 ribu
Total investasi awal 5,4 juta

Biaya Operasional
Penyusutan investasi 10% = 540 ribu
Benih 240 kg = 12 juta
Pakan 2.400 kg = 19,2 juta
Tenaga kerja 2 orang x 4 bulan = 9,6 juta
Listrik = 500 ribu
Total biaya operasional = 41 juta 840 ribu

Perkiraan perhitungan pendapatan
Omzet = 240 kg x 6 kali bobot aal x Rp 40 ribu = 57 juta 600 ribu
Keuntungan = Omset – Biaya Operasional = 15 juta 760 ribu

Kesimpulan

Budidaya belut dapat memberikan keuntungan sebesar 15 juta 760 ribu rupiah dalam waktu 4 bulan, keuntungan yang didapatkan jika di bandingkan biaya operasional cukup besar yaitu sebesar 37,67 persen dalam 4 bulan. Keuntungan yang didapatkan cukup besar bila dibandingkan dengan bunga pinjaman bank dimana bunga bank berkisar sekitar 10 persen dalam setahun. walau begitu saya tidak merekomendasikan anda untuk meminjam uang di bank dalam memulai usaha budidaya belut ini, jika anda masih kekurangan dana anda bisa menggunakan cara kerjasama/patungan dalam permodalan bersama anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *