Cara Budidaya Brokoli Secara Organik

BrokoliCara Budidaya Brokoli Secara Organik

Brokoli

Sebagian besar orang sudah mengenal brokoli, Brassica olerecea cv. Brocolli. Sayuran yang satu ini terkenal akan manfaatnya yang sangat baik untuk kesehatan. Brokoli mengandung banyak zat yang diperlukan tubuh, antara lain sulfur, klorofil, asam folat, betakaroten, vitamin C, chromium. Brokoli juga kaya akan serat. Manfaat brokoli bagi tubuh antara lain mencegah kanker, baik untuk pencernaan, meningkatkan kinerja otak, sangat baik bagi ibu hamil karena dapat mengurangi kemungkinan terjadinya bayi lahir cacat, dapat mencegah osteoporosis, dapat mnegontrol kadar gula darah.

Sayangnya brokoli yang dijual di pasar kadang masih terkontaminasi pestisida kimia yang jika masuk ke dalam tubuh maka dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu pencucian yang bersih dangat dianjurkan sebelum dikonsumsi.

Cara tepat untuk dapat mengonsumsi brokoli adalah dengan membeli brokoli organik karena brokoli organik sejak awal penanaman hingga panen tidak menggunakan bahan kimia, baik pestisida kimia maupun pupuk kimia. Kita akan lebih sehat jika mengonsumsi brokoli organik.

Sayangnya brokoli organik sangat sulit didapatkan di pasar. Kalaupun ada maka harganya lebih mahal dari brokoli biasa. Bagi Anda yang hobi berkebun, hal yang sangat mengasyikkan jika menanamnya di dalam pot. Lahan yang diperlukan tidak harus luas, dapat disesuaikan dengan luas pekarangan rumah. Dengan menanam brokoli organik dalam pot maka Anda sudah ikut serta dalam program penghijauan sehingga udara sekitar akan menjadi lebih segar dan bersih.

Ketekunan dan ketelatenan merupakan kunci sukses menanam brokoli organik dalam pot. Memiliki pengetahuan yang memadai mengenai budidaya brokoli organik dalam pot merupakan syarat utama untuk berhasil dalam budidaya brokoli organik dalam pot.

Tahapan budidaya brokoli organik adalah penyiapan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaan, penanggulangan hama dan penyakit, proses panen, dan pengolahan hasil panen.

  1. Media Tanam

Media tanam yang digunakan dalam menanam brokoli organik dalam pot adalah pot, tanah, dan pupuk organik. Anda dapat menggunakan pot tanah liat, pot anyaman bambu, pot sabut kelapa, pot ban bekas, pot plastik, dan kaleng bekas. Sebaiknya dibuatkan rak agar dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara efektif dan efisien. Dengan membuat rak maka Anda dapat menanam lebih banyak dan terlihat lebih rapi. Namun jika Anda menggunakan pot ukuran besar maka Anda tidak perlu membuat rak. Ukuran pot yang besar akan menghasilkan ukuran yang besar pula.

Tanah yang digunakan untuk menanam brokoli adalah tanah yang gembur dengan pH sekitar 6.0-7.0. pupuk yang digunakna adalah pupuk organik yang terdiri dari pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos didapat dari dedaunan layu dan abu sekam sedangkan pupuk kandang diperoleh dari kotoran ayam, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kelinci, dan lain sebagainya.

Campur tanah dan pupuk organik dengan takaran 1:1. Setelah tanah dan pupuk organik tercampur rata lalu masukkan ke dalam pot. Setelah itu siram dengan air agar lembab. Diamkan media tanam sekitar dua minggu agar pupuk yang berada di dalam pot itu dapat terfermentasi oleh bakteri.

  1. Pemilihan dan Penanaman Benih

Benih brokoli dapat dibeli di toko pertanian. Anda juga dapat membeli benih brokoli secara online. Pilihlan bibit yang berkualitas agar dapat panen dengan baik. Setelah bibit diperoleh, rendam dengan air hangat bersuhu sekitar 50 derajat celsius selama kurang lebih 10 menit. Hal ini dimaksudkan agar benih bebas dari hama dan penyakit. Bibit yang baik akan tenggelam saat direndam. Jadi pilih benih yang tenggelam untuk ditanam.

Setelah benih direndam selama 10 menit, benih dapat langsung ditanam dalam pot yang sudah disiapkan sebelumnya. Caranya penanaman benih, tusuk tanah sedalam kurang lebih 2 cm menggunakan kayu. Setelah itu masukkan benih ke dalam lubang lalu timbun dengan tanah dan siram dengan air. Setiap lubang diisi 1 bibit brokoli. Untuk pot ukuran sedang hingga besar, satu pot dapat ditanami lebih dari satu benih brokoli.

  1. Pemeliharaan

Sekitar satu bulan setelah ditanam, benih brokoli akan berkecambah dan menghasilkan 3 helai daun. Cepat-lambatnya pertumbuhan bibit tergantung kualitas benih dan perawatan yang dilakukan selama penanaman. Diperlukan perawatan yang optimal agar bibit tumbuh optimal.

Perawatan yang sebaiknya dilakukan agar bibit tumbuh optimal antara lain pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan, dan penanggulangan hama dan penyakit.

  • Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan agar kebutuhan benih zat-zat untuk pertumbuhan dan perkembangannya tercukupi, seperti unsur hara makro dan mikro. Karena yang diinginkan adalah brokoli organik maka pupuk susulan yang digunakan juga pupuk organik, seperti pupuk kandang dan pupuk kompos.

Pemupukan susulan dilakukan 1 minggu setelah tanam, kemudian saat benih berusia 3 minggu. Pemupukan susulan selanjutnya dilakukan lagi 5 minggu setelah tanam.

Cara pemupukannya ada dua, yaitu dengan menanam pupuk ke dalam pot dan dengan menyiramkan pupuk cair. Pemupukan dengan pupuk kering dilakukan dengan membuat lubang menggunakan kayu di sekitar benih sedalam 2 cm. Masukkan pupuk kandang atau pupuk kompos, timbun dengan tanah kemudian siram dengan air.

Pupuk cair dibuat dengan mencampur pupuk kandang dengan air dan kemudian didiamkan selama dua minggu sehingga terfermentasi oleh bakteri. Cara pemupukannya, buat lubang-lubang kecil di sekitar tanaman dengan menggunakan kayu. Pupuk lalu disiramkan dengan dosis sesuai kebutuhan dan ukuran pot.

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan agar tanah tetap lembab dan tidak kering. Pada musim hujan, penyiraman dilakukan sekali sehari pada pagi atau sore. Pada musim kemarau, penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Air yang digunakan haruslah air bersih, bebas dari zat kimia berbahaya.

  • Penyulaman

Penyulaman dilakukan dua minggu setelah tanam terhadap benih yang mati atau terserang hama dan penyakit. Ganti dengan benih yang baru yang lebih berkualitas. Kegunaan penyulaman antara lain agar hama dan penyakit yang menyerang tidak menyebar ke tanaman lain.

  • Penyiangan

Tanaman liar yang tumbuh di sekitar pot ikut menyerap unsur hara sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyiangan perlu dilakukan sesering mungkin agar benih dapat tumbuh optimal. Penyiangan sebaiknya dilakukan seminggu sekali.

     4. Panen

Brokoli organik mulai panen 8 minggu setelah tanam.Pemanenan dilakukakan pada pagi atau sore hari dengan memotong pangkal bunga brokoli menggunakan pisau

     5. Pengolahan Hasil Panen

Hasil panen brokoli organik bisa digunakan untuk sayur cap cay, sup brokoli, dan lain sebagainya. Brokoli juga dapat dibuat jus sebagai minuman kesehatan. Hasil panen brokoli juga dapat dijual. Karena brokoli organik lebih menyehatkan, hal itu menjadi daya tarik komsumen.

Bagaimana mudah kan cara budidaya brokoli secara organik ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *