Cara Budidaya Buncis Secara Organik

Cara Budidaya Buncis Secara OrganikCara Budidaya Buncis Secara Organik

Buncis
Buncis termasuk dalam famili leguminosae. Tanaman buncis awalnya berasal dari Amerika yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Buncis kaya akan protein dan vitamin sehingga sngat baik dikonsumsi agar kesehatan tetap terjaga. Buncis dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah, membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan serta buncis sangat baik bagi sistem pencernaan.

Buncis yang biasa dijual di pasar umumnya buncis non-organik. Petani memang lebih suka menanam buncis non-organik, menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia. Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk mencuci sampai bersih terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Beda halnya dengan buncis organik, yang mana sejak awal penanaman hingga panen hanya menggunakan bahan ornaik. Buncis organik lebih menyehatkan.

Buncis biasa ditanam di area perkebunan yang luas, namun dapat juga ditanam di dalam pot. Bagi masyarakat perkotaan yang hobi berkebun namun memiliki pekarangan yang terbatas namun ingin dapat memperoleh buncis organik, menanam buncis organik dalam pot merupakan pilihan yang tepat. Dengan menanam buncis organik dalam pot maka penanggulanagn hama dan penyakit lebih mudah karena setiap pot hanya berisi satu tanaman. Tanaman buncis organik dalam pot mudah untuk dipindah-pindahkan dan dapat dijadikan usaha sampingan.

Tahapan di dalam menanam buncis organik dalam pot adalah persiapan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaant, proses panen, dan pengolahan hasil panen.

1. Media Tanam
Pot merupakan salah satu media yang digunakan dalam menanam buncis organik dalam pot. Kita bisa menggunakan pot yang terbuat dari tanah liat, anyaman bambu, sabut kelapa, ban bekas, plastik, dan kaleng bekas. Lebih baik lagi bila dibuatkan rak agar pemanfaatan pekarangan rumah Anda dapat lebih efektif dan efisien. Dengan rak maka Anda dapat menaruh pot lebih banyak dan terlihat lebih rapi. Pilih pot ukuran sedang agar pertumbuhan tanaman dapat optimal.

Media tanam selanjutnya adalah tanah gembur dan pupuk. Tanah yang baik untuk menanam buncis adalah tanah yang gembur dengan pH sekitar 5.5-6.5. Karena buncis yang diinginkan adalah buncis organik maka pupuk yang digunakan haruslah pupuk organik, yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos didapat dari dedaunan layu dan abu sekam sedangkan pupuk kandang diperoleh dari kotoran ayam, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kelinci, dan lain sebagainya.

Campur tanah dan pupuk organik dengan takaran 1:1. Artinya, setiap 1 kg tanah dicampur dengan 1 kg pupuk organik. Setelah tanah dan pupuk organik tercampur rata kemudian masukkan ke dalam pot dan siram dengan air.
2. Pemilihan dan Penanaman Benih
Benih buncis dapat diperoleh dari biji buncis. Selain itu benih buncis dapat dibeli di toko pertanian. Benih buncis yang dijual di toko pertanian merupakan benih buncis yang berkualitas. Jika Anda sulit mendapatkan benih buncis di daerah Anda, Anda bisa membelinya secara online.

Setelah benih diperoleh, rendam benih dengan air hangat bersuhu 45 derajat celsius selama kurang lebih 15 menit agar benih bersih dari hama dan penyakit. Benih yang baik akan tenggelam saat direndam. Pilih benih tersebut untuk ditanam.

Setelah direndam selama 15 menit maka benih langsung ditanam dalam pot yang sudah disiapkan sebelumnya. Benih juga dapat ditaruh di tempat yang lembab hingga berkecambah terlebih dahulu. Setelah berkecambah, benih baru ditanam di pot. Cara menanamnya adalah dengan membuat lubang sedalam kurang lebih 2 sentimeter menggunakan kayu. Setelah itu masukkan 1 atau 2 biji benih ke dalam lubang lalu timbun dengan tanah dan siram dengan air. Satu pot dapat diisi satu atau lebih benih, tergantung ukuran pot.

3. Pemeliharaan
Benih buncis mulai tumbuh dan berkecambah tiga minggu setelah tanam. Cepat-lambatnya pertumbuhan benih tergantung kualitas benih dan perawatannya. Benih perlu dirawat secara optimal agar tumbuh secara optimal.
Perawatan yang sebaiknya dilakukan agar benih dapat tumbuh dan berkembang secara optimal antara lain dengan pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan, pemberian ajir, dan penanggulangan hama dan penyakit.

a. Pemupukan susulan
Setiap hari benih menyerap unsur hara dari dalam tanah, yaitu zat-zat yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Akibatnya, kandungan unsur hara dalam tanah semakin berkurang. Oleh sebab itu diperlukan pemupukan susulan agar kandungan unsur hara dalam tanah tetap mencukupi kebutuhan tanamna untuk tumbuh dengan baik.

Karena kita ingin panen buncis organik maka pupuk yang digunakan haruslah pupuk organik, seperti pupuk kandang dan pupuk kompos. Pemupukan susulan dilakukan sekitar satu minggu setelah tanam. Hal itu terus diulang seminggu sekali hingga buncis dapat dipanen.

Ada dua cara pemupukan, yaitu pemupukan dengan menanam pupuk ke dalam pot dan pemupukan dengan menyiramkan pupuk ke dalam pot. Pemupukan dengan menanam pupuk dalam pot dilakukan dengan membuat lubang di sekitar benih sedalam 2 cm. Masukkan pupuk kandang atau pupuk kompos ke dalamnya. Setelah itu timbun lagi dengan tanah dan siram dengan air agar tanah tetap lembab.

Pemupukan dengan menyiramkan pupuk ke dalam pot dilakukan dengan mencampur pupuk kandang dengan air. Di sekitar tanaman dibuat lubang-lubang kecil menggunakan kayu lalu siram dengan pupuk cair tersebut. Dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran pot. Kita juga dapat menggunakan air cucian beras sebagai pupuk kompos cair.

Ada cara lain untuk membuat pupuk kompos cair. Bahannya adalah buah-buahan yang sudah matang atau sudah busuk, gula pasir, air putih. Semua bahan itu diblender atau ditumbuk halus kemudian dimasukkan ke dalam botol atau ember kemudian ditutup rapat. Jaga jangan sampai terkena sinar matahari langsung. Diamkan selama 15 hari. Setelah itu bahan siap digunakan sebagai pupuk kompos atau pupuk organik.

b. Penyiraman
Agar kondisi tanah terjaga kelembabannya, lakukan penyiraman secara teratur. Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore. Pada musim hujan, lakukan penyiraman satu kali sehari pada pagi atau sore.
c. Penyulaman
Lakukan penyulaman jika benih layu atau terserang penyakit. Ganti dengan benih yang lebih berkualitas. Manfaat penyulaman antara lain agar hama dan penyakit yang menyerang tidak menyebar ke tanaman lain. Penyulaman dilakukan ketika benih berusia kurang dari dua minggu.
d. Penyiangan
Penyiangan merupakan kegiatan menghilangkan tanaman liar (gulma) yang tumbuh di sekitar pot. Tanaman liar itu ikut menyerap unsur hara yang seharusnya menjadi makanan tanaman buncis yang kita tanam. Akibatnya, pertumbuhan tanaman buncis terganggu. Jadi lakukan penyiangan sesering mungkin agar tanaman buncis tumbuh dan berkembang optimal.

e. Pemberian ajir
Buncis termasuk tanaman merambat sehingga memerlukan ajir agar tanaman merambat dengan rapi dan indah. Tancapkan kayu atau bambu di sekitar benih dengan bentuk segitiga atau piramida saat benih mulai tumbuh. Dengan begitu bibit akan merambat pada bambu atau kayu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *