Cara Budidaya Burung Poksay Mandarin Sukses

Burung poksay mandarinBudidaya burung poksay mandarin yang akan saya jelaskan disini dikhususkan mengenai mendapatkan induk, penjodohan indukan, perawatan selama mengeram dan perawatan anak burung.

Mendapatkan Induk Burung Poksay Mandarin Berkualitas

Bagi pembudidaya pemula, cara yang mudah dan praktis untuk memulai melakukan kegiatan penangkaran adalah dengan membeli induk. Pada prinsipnya, cara memili induk untuk dijodohkan tidak berbeda jauh dengan memilik bakalan poksay mandarin. Hal penting yang perlu ditekankan, yaitu pembelian induk sebaiknya dilakukan langsung di penangkar yang sudah berhasil. Hal ini relatif sulit diterapkan mengngat penangkaran jenis burung poksay mandarin masing sangat jarang. Namun, dengan membeli di penangkar yang sudah sukses, resiko tertipu dapat ditekan. Membeli burung yang sudah menjadi juara kontes juga dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya burung poksay mandarin. Burung juara kontes memiliki gen unggul sehingga diharapkan anakan yang dihasilkan pun diwarisi gen unggul tersebut.

Cara membawa induk burung dari tempat pembelian ke tempat budidaya juga perlu diperhatikan. Agar burung tidak stress dalam perjalanan sebaiknya sangkar yang digunakan untuk membawa ditutup dengan kain kertas. Cara membawa sangkar dapat dengan dipaku, dijinjing atau diletakkan di tempat yang aman pada alat angkut yang digunakan. Apabila perjalanan membutuhkan waktu lama, misalnya lebih dari 4 jam, sebaiknya burung poksay mandari diberi pakan dan air minm secukupnya terlebih dulu.

Sesampai di tempat tujuan sangkar yang berisi induk burung segera diletakkan di tempat yang tenang dan hangan. Sebaiknya burung segera diberi air minum yang telah dcampur dengan vitamin antistress.

Menjodohkan Induk

Dalam budidaya burung poksay mandarin ini, menjodohkan induk menjadi hal yang sangat penting. Pada dasarnya perilaku induk burung poksay yang akan kawin tidak jauh berbeda dengan burung lain. Dengan memperhatikan dan mengetahui perilaku indukan ini akan membantu kelancaran pembudidayaan.

Secara umum, induk jantan yang sudah  siap kawin memperlihatkan perilaku mengejar induk betina dengan mengeluarkan kicauan kicauan sambil menggerak gerakan ekornya. Bila induk betina tertarik maka selanjutnya pasangan burung tersebut akan membuat sarang.

Cara Menjodohkan

Untuk menjodohkan induk burung yang siap kawin dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu perjodohan secara berasangan dan perjodohan secara massal.

a. Perjodohan Berpasangan

Perjodohan berpasangan dapat diartikan bahwa dalam satu sangkar atau kandang hanya ada sepasang induk. Cara penjodohan ini lebih mudah dilakukan untuk jenis burung yang sudah jelas terlhat pebedaan jenis kelaminnya. Untuk burung poksay mandarin memang tidak bisa dibedakan dengan mudah tetapi perlu diamati di bagian alat kelaminnya sehingga tidak salah menjodohkan.

b. Perjodohan Massal

Perjodohan massal dilakukan dengan menematkan beberapa ekor burung di dalam satu kandang. Cara perjodohan ini akan memudahkan penangkar yang belum mengetahui perbedaan jenis kelamin burung yang akan ditangkarkan. Dalam hal ini, burung diberi kebebasan untuk memilih pasangannya. Apabila terlihat ada pasangan burung yang berjodoh maka pasangan tersebut harus segera dipisahkan dan ditempatkan dalam kandang tersendiri.

Cara perjodohan ini memerlukan biaya yang relatif banyak karena penangkar harus menyediakan beberapa ekor induk. Selain itu, jumlah kadnag yang disiapkan juga cukup banyak.

Perawata Selama Mengeram dan Setelah Telur Menetas

Pada saat induk memasuki masa mengeram maka kegiatan perawatan umum perlu dikurangi. Misalnya kegiatan membersihkan lantai sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Namun, satu hal yang penting diperhatikan oleh penangkar adalah pemberian pakan harus dilakukan dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Pakan yang diberikan juga sebaiknya bervariasi, misalnya ulat bambu, jangkrik dan kroto. Dengan kualitas dan kuantitas pakan yang lebih baik diharapkan si induk dapat menjaga temperature telur. Dengan demikian, proses penetasan akan berjalanan dengan normal.

Sama seperti pada pemeliharaan saat mengeram. Pada fase setelah telur menetas pun pemberian pakan pada induk harus dijaga kualitas dan kuantitasnya. Pada fase ini induk betina membutuhkan pakan dalam jumlah lebih banyak. Dengan pakan yang cukup maka diharapkan, si induk secara teratur akan menyuapi piyiknya.

Perawatan Anak

Dalam budidaya burung poksay mandarin, pemeliharaan anakan dilakukan secara bertahap berdasarkan usia anakan burung. Sebelum anakan dirawat maka perlu disiapkan tempat untuk anakan yang akan disapih dengan induknya.

Tempat untuk pemeliharaan anakan yang baru menetas dapat berupa keranjang plastik yang telah diberi lap atau kain di bagian dasarnya. Kain tersebut berfungsi untuk menghangatkan tubuh anak burung tersebut. Setelah usia anakan memasuki hari ke 10 – 14, anakan sudah dapat dipisahkan dari induknya. Pada usia tersebut biasanya ditandai dengan tumbuhnya bulu jarum sebagai pengganti buru kapas ketika pertama kali menetas.

a. Perawatan Anakan Umur 2 Minggu – 1 Bulan

Pada umur demikian, anakan burung poksay mandarin memerlukan perhatian yang telaten dari pemelihara. Kesabaran dan ketekunan pemelihara sangat menentukan keberhasilan anakan untuk terus hidup. Frekuensi pemberian pakan tergantung dari umur anakan. Untuk anakan umur 2 minggu pemberian pakan dilakukan 2 jam sekali.

Menu pakan yang diberikan berupa buah buahan ditambah kroto. Kroto terlebih dahulu ditumbuk kemudian dicampur dengan pepaya dan diaduk hingga hancur serta rata. Pemberian pakan dilakukan dengan alat bantu spuit. Menu ini dapat pula dicampur dengan madu. Pemberian pakan dilakukan secukupnya saja karena jika anak burung kekenyangan dapat berakibat fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian, sehingga dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya burung poksay mandarin anda.

Perawatan lain yang perlu dilakukan adalah penjemuran anak burung antara pukul 07.00 – 10.00. Lama penjemuran minimum 30 menit atau disesuaikan dengan umur anak burung. Penjemuran ini berfungsi untuk mengaktifkan provitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang.

b. Perawatan Anakan Umur 1 – 3 Bulan

Apabila anakan poksay mandarin telah berumur lebih dari 1 bulan maka dapat dipindahkan ke sangkar gantung. Jenis pakan yang diberikan masih sama seperti pakan untuk anakan umur 2 minggu – 1 bulan, cuma jumlahnya perlu disesuaikan. Pada minggu pertama saat anakan dipindahkan ke sangkar gantung biasanya tidak perlu disuapi lagi.

c. Perawatan Anakan Umur 3 Bulan Ke Atas

Memasuki usia 3 bulan, anakan sudah dapat dipindahkan ke kandang adaptasi. Di kandang ini anakan mulai belajar terbang. Jenis pakan yang diberikan sama dengan pakan untung burung poksay dewasa.

Related Posts

Add Comment