Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal – Di Indonesia lahan untuk pembesaran ikan patin masih sangat luas. Potensi daya serapnya juga meningkat terutama di daerah jawa barat sehingga pengembangan usaha tetap terbuka. Produksi Ikan patin dan nila ditargetkan pemerinah lebih dari 1 juta ton pada tahun ini. Kebutuhan ikan patin di indonesia adalah sebesar 700 ton /bulan sedangkan kemampuan produksi kita baru 100-120 ton per bulan. Sehingga kita masih impor dari vietnam untuk memenuhi kebutuhan ikan patin nasional. Karena kebutuhan dan produksi nasional masih sangat jauh bedanya peluang budidaya ikan patin masih sangat menjanjikan. Apalagi jika anda melakukan usaha pembenihan ikan patin sendiri sehingga dapat menekan biaya.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Usaha Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal banyak dilirik karena masa pemeliharaannya lebih cepat dibandingkan dengan ikan lainnya sehingga biaya produksi tidak terlalu tinggi untuk pakannya. Dalam waktu 405 bulan bisa dihasilkan ikan patin konsumsi berukuran 400-600 g/ekor. Ikan patin banyak disukai orang karena dagingnya lembut dan rasanya yang khas. Patin dapat dikonsumsi dalam bentum segar maupun filet.

Memulai Usaha Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Berikut beberapa langkah yang harus anda lakukan dalam memulai usaha pembesaran ikan patin.

  1. Sumber air di lokasi harus sesuai kebutuhan yaitu pH 6,5-8,5, suhu 24-32 C, oksigen terlarut 3 ppm dan tidak tercemar.
  2. Buat kolam ukuran 10 x 10 x1 m atau 5 x 20 x 1 m sebanyak 10 unit.
  3. Siapkan peralatan yang dibutuhkan, yaitu jaring panen, ember, pH meter dan tes kit kualitas air
  4. Tebar benih berukuran 10-20 g/ekor dengan padat tebar 10-20 ekor per m2

Kendala Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

  1. Pemeliharaan harus dilakukan secara intensif sehingga pertumbuhannya cepat. Patin tidak bisa diaplikasikan dengan kepadatan tinggi.
  2. Sering muncul serangan jamur dan bakteri yang dapat menyebabkan kematian

Strategi

  1. Pilih benih yang baik agar tingkat keberhasilan besar
  2. Ramu pakan sendiri untuk menekan biaya operasional
  3. Berikan pakan pelet dengan protein 28-30 persen sebanyak 3-4 persen bobot ikan. Frekuensi pemberikan pakan 3-4 kali sehari.
  4. Panen ikan setelah berukuran 1/2 kg atau pemeliharaanya sudah selama 4-5 bulan.
  5. Ketahui lokasi pembesaran ikan patin lain sebagai perbandingan budidaya. Usaha pembesaran ikan patin dapat ditemui di jogja, jakarta, jambi dan kalimantan selatan.

Pasar

Pasar ikan patin konsumsi masih sangat terbuka lebar. Konsumsinya terus meningkat dari tahun ketahun tetapi tidak diimbangi peningkatan produksi ikan patin. Tentu saja hal ini menjadi peluang menjanjikan untuk mengahasilkan patin konsumsi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *