Cara Budidaya Ikan Ramirezi Yang Indah

Ikan RamireziCara Budidaya Ikan Ramirezi Yang Indah – Ikan ramirezi merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang indah. Disekujur tubuhnya berkilau layaknya permata dan warna tubuhnya juga sangat indah minimal kombinasi dari 4 macam warna dan ada juga yang memiliki 6-7 warna di tubuhnya.Ikan ini berasal dari Venezuella dan Colombia tepatnya di perairan Rio Orinico. Di luar negeri ikan ini lebih dikenal dengan nama Ramirez’s Dwarf Cichild atau Butterfly Chicild. Ikan ramirezi bisa anda budidayakan sendiri, tidak terlalu sulit kok.

Klasifikasi Ikan Ramirezi

Ordo : Percomorphoideo
Sub Ordo : Percoidea
Famili : Chiclidae
Genus : Apistogramma
Spesies : Apistogramma ramirezi

Ciri Ciri Ikan Ramirezi

Ramirezi memiliki tubuh memanjang, pipih ke samping. Warna dasarnya merah tua lembut yang terkadang ditutupi oleh warna pelangi. Permulaan sirip punggung berseberangan dengan sirip dada. Persis di bawah sirip punggung terdapat bintik bintik berbentuk lingkaran berwarna kehitaman dikelilingi warna biru kehijauan. Sekujur tubuhnya tertutup garis melintang yang samar samar. Sementara sirip pertunya berwarna merah darah dan sirip lain berwarna merah lembayung di lengkapi bintik bintik berwarna pelangi. Di kalangan pembudidaya ikan hias, hanya dikenal satu jenis (spesies) ikan ramirezi yakni yang disebutkan diatas.

Ikan Ramirezi indah

Ikan Ramirezi pancawarna

Sifat Sifat

Yang menonjol dari ikan ramirezi ialah sifatnya yang tergolong ikan pemalu. Ia pun terkenal sangat akur dengan ikan lain sehingga amat cocok ditempatkan di akuarium yang berisi ikan beraneka ragam. Di lingkungan alamnya ikan pemalu ini biasanya hidup pada perairan yang tenak. Ia lebih senang berdiam dalam lubang (kalau ada lubang). Jadi kalau mau dipelihara di akuarium, sbaiknya dibuat gua tempat ia menyembunyikan kecantikannya kendati panjangnya cuman 5 – 5,5 cm.

Budidaya Ikan Ramirezi

Dalam membudidayakan ikan ramirezi ini ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan yaitu tempat pemijahan, memilih induk, pemijahan dan pembesaran. Jika sudah menguasai 4 hl ini budidaya ikan ramirezi anda kemungkinan besar akan sukses. Yuk kita bahas satu satu.

Tempat Pemijahan

Untuk memijahkan ramirezi disediakan :

  1. Bak atau kolam ukuran 3 x 4 m, tinggi 40 cm. Bak seluasini diperuntukkan bagi yang ingin memijahkan ikan ini secara massal.
  2. Akuarium 20 x 20 x 20 cm bagi yang memijahkan ramirezi secara kecil kecilan (satu atau dua pasang induk).
  3. Air yang dikehendaki sedikit asam antara 6-6,5 pHnya.
  4. Tinggi air untuk memijahkan ini berkisar antara 25-30 cm.
  5. Tempat pemijahan diusahakan di tempat terbuka dan kalau ini tidak memungkinkan, setidaknya tempat pemijahan ini kena sinar matahari beberapa jam, agar suhunya sesuai dengan yang dibutuhkan ikan ramirezi yaitu antara 27 – 29 C.
Blue ramirezi

Blue ramirezi

Memilih Induk

Induk ramirezi memadai untuk dikawinkan bila usianya telah 6 bulan, panjang 5 cm. Induk induk ini bisa dipilih dari anak anak ramirezi yang kita pelihara sebelumnya atau dapat pula dibeli yang siap pakai.

Induk jantan mudah ditandai dari ukuran tubuhnya yang lebih besar dari si betina pada umur yang sama. Warna badannya pun lebih menyala dari warna si beina. Sebaliknya si betina memiliki tubuh agak gendut dan warnanya  agak pucat. Selain dari ciri ciri di atas, jenis kelamin ikan ramirezi dapa dibedakan dari sirip punggung. Biasanya, jari jari pertama sirip punggung jantan relatif lebih panjang daripada ikan betina.

Adapun tanda tanda induk yang sudah matang kelamin bisa diketahui dari, si jantan akan memiliki warna yang lebih cerah dari biasanya. Kalau ini terlihat, itu berarti si jantan ini tengah birahi. Si betina yang sudah siap dikawinkan dapat pula dikenali dari perutnya yang cenderung membesar (Gendut) alias bunting. Seringkali juga si betina yang sudah matang kelamin ini memperlihatkan warna merah yang lebih cerah pada rusuknya.

Pemijahan

Pemijahan ikan ramirezi bukan pekerjaan suli. Dengan perangkat yang minim sekalipun ia berkenan memijah. Agar pemijahan ini sukses maka ada yang perlu disiapkan lagi sebagai pelengkap. Di antaranya, tinggi air di tempat pemijahan antara 25 – 30 cm. Di dalam tempat pemijahan disediakan tanaman air yang di tanam di dasar akuarium, jika pemijahan dilakukan di bak atau kolam cukup pecahan genteng yang ditaruh secara miring.

Tanaman air atau pecahan genteng ini selain sebagai tempat menempel, juga untuk menciptakan suasana lebih romantis dan juga untuk memberi kesan mendekati lingkungan aslinya.

Induk yang matang kelamin inilah yang di masukkan ke dalam tempat pemijahan. Dengan ketentuan, satu betina dan satu jantan. Perbandingan ini berlaku juga bagi pemijahan massal di dalam bak ataupun kolam. Jika betina yang mau dipijahkan ada sepuluh, maka jantan pun harus sebanyak itu.

Induk yang telah masuk ke kamar pengantin itu jangan lupa diberi makan jentik jentik nyamuk. Anda bisa Melakukan Budidaya Jentik Nyamuk sendiri atau mencari jentik nyamuk di alam. Kalau induk itu sudah matang kelamin, biasanya tak lama kemudian mereka akan memijah secara berpasangan. Telur yang telah dibuahi akan menempel pada batuan atau tanaman yang dijaga secara ketat oleh kedua induknya.

Telur yang dibuahi ini biasanya akan menetas setelah 60-72 jam, tetapi kerap pula baru 48 jam sudah menetas. Burayak yang baru menetas ini akan diasuh lagi oleh induknya. Hal ini berlangsung sampai 15 hari. Pada usia ini penyapihan pun boleh dilakukan dan dibesarkan di kolam pemeliharaan sendiri. Hal yang tidak boleh anda lupakan sebelum penyapihan itu adalah memberi burayak itu makan tiga hari setelah menetas. Pakan yang diberikan pada permulaan itu boleh infusoria atau rotifera.

Pembesaran

Saat pembesaran terhitung sejak burayak dipindahkan ke tempat tersendiri. Tempat pembesaran ini cukup bak semen ukuran 2×1 m yang kedalamannya sama ketika pemijahan. Padat penebaran benih yang sudah disapih bisa mencapai 1000 ekor tiap bak. Dan pemberian makanan tetap dilakukan secara rutin, pagi sore berupa kutu air, cacing dan makanan hidup lainnya. Yang tak boleh lupa juga, pengaantian air pada bak pembesaran ini dilakukan setiap tiga hari sekali.

Induk yang telah selesai memijah pun tak boleh disepelekan, tetapi harus tetap dirawat dengan memberi makan jentik nyamuk agar cepat matang telur kembali. Induk induk yang semprutna biasanya mampu menghasilkan 800 ekor. Tetapi seringkali juga hanya 400 ekor. Sampai jumlah yang terakhir ini, sang induk masih tergolong baik dan produktif.

Itulah cara budidaya ikan ramirezi, tidak sulit bukan? Keuntungan dalam budidaya ikan ramirezi ini sebenarnya cukup menjanjikan mengingat warna ikan ini yang indah dan produktivitas reproduksinya yang tinggi.

Related Posts

Add Comment