Cara Budidaya Kencur Dalam Polybag

Budidaya kencur dapat dilakukan dalam wadah terbatas, misalnya polybag. Inovasi budidaya kencur dalam polybag berfungsi untuk mengembangkan kreativitas pertanian organik berwawasan padat teknologi pada lahan yang sempit. Tata laksana budidaya kencur dalam polybag meliputi aktivitas pokok sebagai berikut :

  1. Penyiapan bibit
    Rimpang yang terpilih untuk dijadikan bibit memiliki 2-3 bakal mata tunas sepanjang 2-3 cm dengan bobot sekitar 5-10 gram/rimpang.
  2. Polybag dan media tanam
    Siapkan polybag yang ukurannya berdiameter 10 cm, 15 cm, 20 cm atau lebih. Bergantung pada tersedianya polybag di daerah setempat. Pada bagian dasar polybag diberi lubang-lubang kecil untuk drainase, kemudian diisi selapis pecahan bata merah atau genteng dan selapis seresah atau daun-daun kering. Selanjutnya, polybag tesebut diisi media tanam berupa campuran tanah subur dan pupuk kandang (perbandingan 1:1) hingga hampir penuh atau 1 cm dibawah bagian atas polybag.
  3. Penanaman
    Rimpang bibit kencur ditanam langsung dalam polybag yang telah diisi media tanam. Tiap polybag dapat ditanami 3-5 rimpang bibit sedalam 1-2 cm pada jarak tanam 5 x 5 cm.
  4. Pemeliharaan tanaman
    Pemeliharaan tanaman kencur dalam polybag, antara lain penyiraman dilakukan setiap 2-3 kali seminggu. Selain itu, media tanam perlu diberi pupuk dengan larutan NPK sebanyak 10-30 gram di dalam 10 liter air. Larutan pupuk tersebut dikucurkan pada media tanam sebulan sekali. Selain menggunakan pupuk kimia, dapat pula menggunakan pupuk organik cair seperti pupuk nasa, pupuk organik cair memiliki efek yang lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia. Kekurangannya adalah harganya yang lebih mahal.
    Bersihkan gulma di sekitar tanaman kencur secara hati-hati agar tidak merusak perakaran. Apabila terjadi serangan hama dan penyakit dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik. Beberapa hama yang sering menyerang diantaranya ulat daun, belalang dan belatung. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman kencur diantaranya penyakit busuk akar rimpang dan bercak daun.
  5. Pemanenan
    Panen rimpang kencur dapat dilakukan pada umur 8 – 12 bulan setelah tanam. Panen dapat dilakukan dengan mengambil seluruh tanaman dan rimpang yang ada di polybag. Panen dapat puladengan cara mematahkan atau memotong rimpang bagian pinggir, sisa rimpang yang tertinggal dibiarkan tumbuh untuk musim tanam berikutnya. Hasil panen rimpang kencur tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku dapur dan obat tradisional keluarga atau bisa juga anda jual langsung ke pasar jika hasil panen anda jumlahnya cukup banyak.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *