Cara Budidaya Kuda Laut di Kolam dan di Laut

Kuda LautBudidaya kuda laut dapat dilakukan di keramba jaring apung (KJA), hampang, serta jaring kurung dasar (JKD) di laut dan di tambak. Selain itu kuda laut bisa dibudidayakan di kolam kolam yang ditempatkan di dalam atau di luar ruangan.

Lokasi Budidaya

Budidaya kuda laut, baik berupa usaha pembenihan atau pembesaran sebaiknya dilakukan dengan menggunakan kolam kolam di dalam atau di luar ruangan. Pembenihan dapat dilakukan di balai benih atau hatchri (hatchery) ikan atau udang yang telah ada. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi adalah

  • Karena yang akan dibudidayakan kuda laut maka sebagian besar aktivitas utama budidaya selalu terkait dan berhubungan dengan laut, seperti pengambilan air, penangkapan induk, pemeliharaan induk, pemeliharaan benih dan kultur pakan alami. Oleh karena itu, lokasi yang dipilih untuk usaha budidaya kuda laut harus dekat pantai.
  • Lokasi yang curah hujannya tinggi (frekuensinya diatas 100 hari/tahun) kurang baik dijadikan lokasi budidaya kuda laut karena hujan yang terus menerus akan mempengaruhi beberapa parameter kualitas air, terutama salinitas dan suhu air. Selain itu, hujan yang terus menerus akan menghambat kultur plankton dalam skala besar yang biasa di lakukan di luar ruangan dengan memanfaatkan sinar matahari.
  • Lalu lintas perahu atau kapal berpotensi untuk mencemari lingkungan perairan, misalnya dengan buangan limbah atau sisa minyak yang menjadi bahan bakarnya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, lokasi budidaya sebaiknya di pilih di dekat teluk, yang bukan merupakan lalu lintas laut.
  • Untuk tumbuh optimal, kuda laut membutuhkan lingkungan hidup yang optimal pula. Kualitas air dan pengaruhnya terhadap kuda laut yang akan di budidaya sangat penting diketahui oleh pembudidaya. Beberapa parameter kualitas air untuk membudidayakan kuda laut, antara lain salinitas 30-35 promil, suhu air 28-32 C. pH air 7,8 – 9,0 , kecerahan 50-150 cm, kandungan amonia kurang dari 0,42 ppm, kecepatan arus 0,3 – 0,5 (jika dibudidayakan di laut), oksigen terlarut 5-7 ppm dan perairan tidak tercemar oleh limbah.

Wadah Budidaya

Kuda laut adalah hewan yang tidak kuat melawan arus dan angin sehingga pemeliharaanya sebaiknya di kolam yang terlindung. Walau begitu kuda laut dapat diperlihara di KJA, hampang serta JKD di laut asal arus di lokasi rendah dan bisa juga di tambak.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Kuda laut

Benih Kuda Laut

Benih untuk pemeliharaan dapat diperoleh dari penangkapan di alam dan di balai benih atau hatchri (hatchery). Spesies Hippocampus kuda yang dikenal sebagai kuda laut kuning telah dibenihkan secara terkontrol di BBPBL lampung.

Benih yang digunakan untuk pembesaran harus sehat, gerakannya lincah, respon terhadap rangsangan dan respon terhadap pemberian pakan. Jika benih berasal dari penangkapan maka benih yang baru ditangkap tidak dicampur dengan benih benih yang sudah lama.

Pemeliharaan Kuda Laut

Ketika juwana (anak kuda laut) sudah dapat memegang substrat, selanjutnya dilakukan tahap pembesaran di bak atau kolam yang lebih luas atau di hampang. Pemeliharaan juga dapat dilakukan di KJA atau JKD. Pemanenan juwana dan penebarannya di wadah pembesaran dilakukan pada pagi atau sore hari agar juana tidak mengalami stress.

Untuk menghasilkan kuda laut berukuran > 10 cm, diperlukan waktu 3-4 bulan sejak dilahirkan oleh induknya. Untuk menghasilkan induk, dibutuhkan waktu pemeliharaan 6-7 bulan.

Prinsip pembesaran kuda laut tidak berbeda dengan pemeliharaan juwana. Padat penebarannya diturunkan cukup 3-5 ekor/liter untuk ukuran juwana 7 cm/ekor. Padat penebaran diturunkan seiring dengan pertumbuhan kuda laut.

Untuk mencegah serangan penyakit (terutama bakteri dan jamur), hindari pemberian pakan berlebih yang dapat menyebabkan penumpukan sisa pakan di dasar bak/kolam. Sisa pakan dan kotoran harus segera dikeluarkan dengan cara disifon. Penggantian air 30-50% dilakukan setiap hari, kecuali bak dilengkapi dengan sistem air mengalir.

Panen

Kuda laut dipasarkan dengan ukuran > 10 cm. Karena kuda laut adalah hewan yang jinak, maka pemanenannya cukup mudah. Pemanenan dapat dilakukan secara total atau selektif sesuai kebutuhan pasar. Di tingkat nelayan, harga kuda laut berkisar antara 15 – 25 ribu per ekornya, sedangkan harga ekspornya antara $20-25 atau sekitar 300-400 ribu untuk 1 ekor kuda laut.

Related Posts

Add Comment