Cara Budidaya Lobster Air Laut di KJA

Budidaya Lobster Air LautBudidaya Lobster Air Laut

Berdasarkan data statistik perikanan budidaya, pengembangan budidaya lobster air hanya terdapat di beberapa daerah. Total produksi air laut secara nasional hanya mencapai 311 ton pada tahun 2010. Produksi nasional tersebut berasal dari provinsi Sumatera utara, Jawa timur, Bali, NTB, Sulawesi tenggara dan Kalimantan timur. Sebagian besar produksi lobster air laut Indonesia berasal dari Sulawesi tenggara.

Potensi Budidaya Lobster Air Laut

Lobster air laut atau sering disebut juga sebagai udang barong/udang karang (Panulirus sp.) merupakan makanan laut yang sangat lezat. Kandungan gizinya tinggi dan banyak disukai penggemar seafood di restoran restoran mewah dengan harga yang cukup tinggi. Kini, sudah banyak masyarakat pesisir yang mulai membudidayakan lobster air laut ini. Benih lobster berasal dari alam dibesarkan terlebih dahulu, lalu dipasarkan. Teknik budidaya lobster ini pun tidak lah sulit

Memulai Budidaya

Untuk memulai budidaya lobster ini ada beberapa langkah yang harus anda lakukan yaitu :

  • Carilah lokasi perairan bersalinitas 28-32 ppt. Namun, diperairan payau, lobster dapat hidup dengan salinitas mendekati 0 ppt. Selain itu, air harus bersuhu 29-34 C, pH 7,8-8,5 dan oksigen terlarut > 4 ppm.
  • Buat keramba jaring apung berbentuk bujur sangar dengan ukuran 100 m2 dan kedalaman 2 m. KJA dapat dibuat 8-10 petak. Pembesaran lobster air laut di KJA dapat dibuat dengan sekat sekat atau massal.
  • Tebar benih lobster berbobot 20-50 g/ekor dengan kepadatan 2-5 ekor/m2.
  • Siapkan peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya diantaranya wadah lobster, seser, jaring dan tes kit kualitas air.

Kendala Budidaya Lobster Air laut

Ada 2 kendala utama yang dapat mengganggu usaha anda ini yaitu benih lobster masih terbatas dan tergantung dari alam dan informasi mengenai teknik pembesaran masih terbatas.

Strategi

  • Berikan pakan alami yaitu ikan rucah sebanyak 2-5% dari bobot biomassa dengan frekuensi tiga kali sehari.
  • Panen lobster dilakukan 4-6 bulan setelah dipelihara, tergantung ukuran tebar.
  • Jalin hubungan dengan pengepul benih lobster laut.
  • Cari lokasi budidaya yang aman dari arus dan gelombang besar.
  • Ketahui informasi budidaya pembesaran lobster air laut di sentra produksinya, seperti di perairan selatan jawa dan Nusa tenggara.

Pemasaran Lobster Setelah Panen

Paling tidak, ada empat negara tujuan ekspor yang bisa diandalkan untuk pasokan lobster air laut dari Indonesia. Kebutuhannya masih sangat tinggi sehingga eksportir cenderung mengurangi pasokan dalam negeri. para eksportir berani membayar dengan harga tinggi karena lobster Indonesia sangat digemari di Cina, Hongkong, Taiwan dan Jepang.

Merebaknya restoran restoran yang membidik segmen kelas menengah atas turut pula meningkatkan pangsa pasar lobster laut di Indonesia. Di pasar luar negeri, ada begitu banyak negara yang memiliki tingkat permintaan sangat tinggi seperti Belanda, Jerman, Luxemburg, Belgia, China, Hongkong, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Timur tengah dan Singapur.

Related Posts

Add Comment