Cara Budidaya Pare Organik

Cara Budidaya Pare OrganikCara Budidaya Pare Organik РPare termasuk famili Cucurbitaceae, merupakan tanaman merambat yang berasal dari benua Asia. Di Indonesia pare biasa dibudidayakan di perkebunan. Pare mengandung zat-zat yang berguna bagi kesehatan tubuh. pare mengandung vitamin A, B, C, kalsium, zat besi, fosfor, protein, lemak, dan karbohidrat. Manfaat pare bagi kesehatan di antaranya memperbaiki pencernaan, mencegah timbulnya penyakit kanker, baik untuk jantung, baik untuk melawan virus, dan dapat menyembuhkan penyakit kuning.
Pare yang dijual di pasar kebanyakan merupakan hasil panen yang ditanam di perkebunan luas dengan menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia. Pestisida kimia dikhawatirkan masih menempel pada buah pare itu. Oleh karena itu dianjurkan untuk mencuci hingga benar-benar bersih pare sebelum dikonsumsi. Beda halnya dengan pare organik yang sejak awal hanya menggunakan pupuk organik dan pestisida organik. Mengonsumsi pare organik lebih sehat karena bebas dari bahan kimia berbahaya.
Tanaman pare mudah dibudidayakan, juga dapat ditanam di dalam pot. Bagi Anda yang hobi berkebun, ingin mengonsumsi pare organik namun memiliki pekarangan yang terbatas, menanam pare di dalam pot merupakan solusinya.
Tahapan penanaman pare organik dalam pot antara lain persiapan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaan, penanggulangan hama dan penyakit, proses panen, dan pengolahan hasil panen.
1.Media Tanam
Salah satu media tanam yang digunakan untuk menanam pare organik adalah pot. Pot yang digunakan sebagai media tanam bisa pot yang terbuat dari tanah liat, pot ban bekas, pot dari anyaman bambu, pot dari sabut kelapa, pot plastik, dan pot kaleng bekas. Pilihan bahan pot maupun ukuran pot disesuaikan kebutuhan dan luas pekarangan. Jika menggunakan pot ukuran kecil hingga sedang, sebaiknya dibuatkan rak. Dengan rak, pot tanaman dapat lebih banyak dan akan terlihat lebih indah karena pot dapat disusun secara rapi.
Media tanam selanjutnya adalah tanah gembur dengan pH sekitar 5-6. Karena pare yang diinginkan merupakan pare organik maka pupuk yang digunakan harus pupuk organik, yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos didapat dari dedaunan layu dan abu sekam sedangkan pupuk kandang diperoleh dari kotoran ayam, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kelinci, dan lain sebagainya. Campurkan tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1. Artinya, setiap 1 kg tanah dicampur dengan 1 kg pupuk organik. Setelah tanah dan pupuk tercampur rata kemudian masukkan ke dalam pot dan siram dengan air. Media tanam sudah siap untuk ditanami benih pare.
2.Pemilihan dan Penanaman Benih
Dengan benih yang berkualitas maka budidaya tanaman pare organik dalam pot alan lebih berhasil. Jadi seleksi benih merupakan hal yang sangat penting sebelum benih pare ditanam di dalam pot. Benih pare dapat diperoleh dari biji pare. Anda juga dapat membeli di toko pertanian atau secara online. Benih pare yang dijual di toko pertanian merupakan benih pare yang berkualitas, bahkan bersertifikat.
Setelah benih diperoleh, rendam dengan air hangat bersuhu sekitar 45 derajat celsius selama kurang lebih 10 menit agar terbebas dari hama dan penyakit yang menempel. Benih yang baik akan tenggelam saat direndam. Pilihlan benih tersebut untuk ditanam.
Setelah direndam selama 10 menit, benih dapat langsung ditanam dalam pot. Penanaman benih dilakukan dengan menusuk tanah sedalam kurang lebih satu sentimeter. Masukkan 2 benih pada setiap lubang lalu timbun dengan tanah. Setelah itu siram dengan air.
3.Pemeliharaan
Pemeliharaan yang optimal dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan benih pare. Benih pare akan mulai berkecambah 10 hari setelah tanam. Beberapa perawatan yang sebaiknya dilakukan agar benih dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal antara lain dengan melakukan pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan, pemasangan ajir, dan penanggulangan hama dan penyakit.
a.Pemupukan susulan
Pemupukan susulan dilakukan satu minggu setelah tanam. Lakukan pemupukan susulan lagi setiap dua minggu sekali. Gunakan pupuk organik yang terdiri dari pupuk kompos dan pupuk kandang. Pemupukan susulan harus dilakukan karena kandungan unsur hara dalam tanah terus berkurang karena diserap tanaman. Dengan melakukan pemupukan susulan maka benih pare akan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ada dua cara pemupukan, yaitu dengan menanam pupuk ke dalam pot dan pemupukan dengan menyiram pupuk ke dalam pot. Pemupukan cara pertama dilakukan dengan membuat lubang-lubang sedalam 1 cm menggunakan kayu di sekitar benih. Setelah itu masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang ke dalamnya lalu timbun dengan tanah. Siram dengan air agar tanah tetap lembab. Untuk pemupukan cara kedua, terlebih dahulu kita buat pupuk cair organik dengan bahan buah yang matang atau sudah busuk, gula pasir, dan air putih. Cara membuatnya, campur semua bahan kemudian blender atau tumbuk hingga halus kemudian masukkan dalam botol atau ember yang kemudian ditutup rapat. Jangan sampai terkena sinar matahari langsung. Diamkan selama 15 hari.
b.Penyiraman
Penyiraman dilakukan agar tanah terjaga kelembabannya. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pada musim hujan, lakukan penyiraman satu kali sehari pagi atau sore. Gunakan air bersih saat menyiram tanaman. Jangan menggunakan air got yang tercemar limbah rumah tangga.
c.Penyulaman
Lakukan penyulaman terhadap tanaman terserang penyakit. Ganti dengan benih yang lebih baik. Penyulaman dilakukan ketika benih berusia kurang dari satu minggu setelah tanam.
d.Penyiangan
Penyiangan perlu dilakukan sesering mungkin karena gulma yang tumbuh di sekitar pot ikut menyerap unsur hara dalam tanah sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
2.Panen
a.pare sudah muali dapat dipanen setelah berusia 3 bulan.
b.Pemanenan dilakukan pagi atau sore hari dengan memutar buah pare hingga putus dari tangkainya.
3.Pengolahan Hasil Panen
Hasil panen pare organik dapat dijual atau dikonsumsi sendiri, tergantung kebutuhan. pare biasa digunakan untuk membuat sayur. pare juga bisa dibuat sayuran tambahan siomay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *