Cara Budidaya Terong Organik

Cara Budidaya Terong OrganikCara Budidaya Terong Organik

Terong

Terong, Solanum melongena, termasuk famili Solanaceae. Tanaman terong berasal dari India yang kemudian menyebar dan dibudidayakan di seluruh dunia hingga Indonesia. Terong biasa ditanam di perkebunan yang luas sehingga saat panen tiba maka pasokan terong sangat melimpah.

Terong yang dijual di pasar umumnya bukan terong organik, melainkan terong non-organik. Saat ini masih sulit menemukan pedagang yang menjual terong organik meski harga terong organik lebih mahal dibanding terong non-organik. Terong organik adalah terong yang dari awal penanaman hingga panen tidak menggunakan pupuk dan obat kimia, melainkan hanya menggunakan pupuk dan obat alami. Dengan demikian mengonsumsi terong organik lebih sehat.

Bagi Anda yang hobi berkebundan ingin menghasilkan terong organik, Anda dapat memanfaatkan pekarangan rumah Anda dengan menanam terong organik di dalam pot. Keunggulan menanam terong organik di dalam pot di antaranya tidak memerlukan lahan yang luas, mudah dipindahkan, dan ikut serta dalam prodram penghijauan sehingga udara sekitar lebih segar dan bersih. Menanam terong organik di dalam pot juga dapat menjadi usaha sampingan yang cukup menjanjikan mengingat harga terong organik lebih mahal dibanding terong biasa.

Ada beberapa tahap untuk memulai budidaya terong organik, yaitu penyiapan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaan, penanggulangan hama dan penyakit, proses panen, dan pengolahan hasil panen.

1. Media Tanam
Pot merupakan salah satu media tanam yang penting di dalam budidaya terong organik dalam pot. Pot yang baik memiliki cukup lubang di bagian bawah untuk tempat mengalirnya air dari dalam tanah saat air yang masuk ke dalam pot berlebihan. Jumlah lubang di bagian bawah pot idealnya tiga dengan diameter sesuai ukuran pot. Pot yang digunakan bisa terbuat dari tanah liat, ban bekas, anyaman bambu, sabut kelapa, plastik, ataupun kaleng bekas. Pilihan bahan maupun ukuran disesuaikan dengan kebutuhan dan luas pekarangannya. Gunakan pot berukuran sedang agar pertumbuhan tanaman dapat optimal.
Setelah pot tersedia, media tanam selanjutnya adalah tanah gembur berpasir dan pupuk organik. Tanah yang digunakan untuk menanam terong organik adalah tanah yang gembur, berpasir dengan pH 6-7. Karena terong yang akan dihasilkan merupakan terong organik maka pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang terdiri dari pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos didapat dari dedaunan layu dan abu sekam sedangkan pupuk kandang diperoleh dari kotoran ayam, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kelinci, dan lain sebagainya.
Campur tanah dan pupuk organik dengan takaran perbandingan 1:1, yang berarti setiap 1 kg tanah dicampur dengan 1 kg pupuk organik. Setelah tanah dan pupuk organik tercampur rata, masukkan dalam pot. Setelah itu siram dengan air.
2. Pemilihan dan Penanaman Benih
Benih terong yang berkualitas merupakan syarat utama agar budidaya terong organik dalam pot berhasil. Dengan benih yang berkualitas maka budidaya terong organik dalam pot dapat diharapkan akan berjalan dengan baik. Benih terong dapat diperoleh dari biji terong yang ada di dalam buahnya, namun untuk mendapatkan benih yang berkualitas sebaiknya Anda membelinya di toko pertanian. Di samping itu Anda juga dapat membelinya secara online.
Setelah benih diperoleh, rendam dengan air hangat bersuhu sekitar 45 derajat celsius selama kurang lebih 10 menit. Perendaman dengan air hangat dimaksudkan agar benih steril dari hama dan penyakit yang menempel. Benih yang baik akan tenggelam saat direndam.
Setelah benih direndam selama 10 menit kemudian diangin-anginkan hingga kering. Stelah kering benih dapat langsung ditanam di dalam pot yang sudah disiapkan sebelumnya. Caranya, tusuk tanah sedalam kurang lebih satu sentimeter dengan menggunakan kayu. Setelah itu masukkan 1 butir benih pada setiap lubang. Timbun dengan tanah kemudian siram dengan air. Untuk menjaga kelembaban media tanam, tutup benih yang baru ditanam dengan daun pisang. Setelah benih berkecambah barulah daun pisang itu dibuka.
3. Pemeliharaan
Benih terong mulai berkecambah kurang lebih satu minggu setelah tanam. Pemeliharaan yang optimal dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan perkembangannya. Hal yang sebaiknya dilakukan agar benih tumbuh dan berkembang optimal di antaranya dengan melakukan pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan, pemasangan ajir, dan penanggulangan hama dan penyakit.
a. Pemupukan susulan
Agar kandungan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan benih tetap mencukupi maka pemupukan susulan perlu dilakukan. Pemupukan ini mulai dilakukan satu minggu setelah tanam. Pemupukan berikutnya dilakukan setiap dua minggu sekali. Ada dua jenis pupuk organik yang digunakan, yaitu pupuk organik kering dan pupuk organik cair. Pupuk organik kering berupa pupuk kandang dan pupuk kompos. Pemupukan dengan pupuk organik kering dilakukan dengan membuat lubang di sekitar benih menggunakan kayu. Setelah lubang dibuat, sekitar dua sentimeter dalamnya, masukkan pupuk kering itu dan timbun dengan tanah. Siram dengan air agar tanah menjadi lembab.
b. Penyiraman
Lakukan penyiraman secara teratur agar tanah terjaga kelembabannya. Pada musim hujan, lakukan penyiraman satu kali sehari pada pagi atau sore. Pada musim kemarau, penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore. Gunakan air yang bersih yang bebas dari zat kimia berbahaya.
c. Penyulaman
Jika ada benih yang mati, segera lakukan penyulaman dengan menggantinya dengan benih yang baru. Lakukan penyulaman saat umur benih masih kurang dari dua minggu. Manfaat penyulaman di antaranya agar hama dan penyakit tidak menyebar ke tanaman lain sehingga hasil panen lebih optimal.
d. Penyiangan
Lakukan penyiangan seminggu sekali. Penyiangan merupakan kegiatan membasmi tanaman liar (gulma) yang tumbuh di dalam dan sekitar pot. Tanaman yang tumbuh di sekitar pot ikut mengambil unsur hara di dalam pot sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *