Cara Budidaya Tomat Organik

Cara Budidaya Tomat OrganikCara Budidaya Tomat Organik

Tomat merupakan jenis sayuran yang sangat populer. Rasanya manis segar sehingga sangat digemari sebagian masyarakat. Nama ilmiah tomat adalah Solanum lycopersicum. Tanaman ini berasal dari benua Amerika yang kemudian menyebar dan dibudidayakan di seluruh dunia.
Tomat biasa dibudidayakan di perkebunan yang luas dengan menggunakan pestisida dan pupuk kimia. Tomat dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat. Produktivitasnya tinggi sehingga pasokan tomat akan melimpah pada saat panen raya.

Penggunaan pestisida kimia saat penanggulangan hama dan penyakit tanaman tomat menjadikan tomat terkadang terkena pestisida. Oleh sebab itu dianjurkan untuk mencuci tomat sampai bersih sebelum dikonsumsi.
Sangat berbeda dengan tomat organik. Sejak awal penanaman hingga panen hanya menggunakan pupuk dan pestisida organik sehingga lebih sehat. Sayangnya saat ini tomat organik masih sulit ditemukan di pasar. Harga tomat organik lebih mahal dibanding tomat biasa.

Tanaman tomat dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Tanaman tomat juga dapat ditanam di dalam pot. Bagi Anda yang memiliki hobi berkebun, sungguh mengasyikkan bertanam tomat organik di dalam pot. Untuk melakukannya kita tidak memerlukan pekarangan yang luas. Dengan bertanam tomat di dalam pot maka kita ikut serta dalam program penghijauan sehingga udara sekitar terasa lebih segar dan bersih.
Tahapan budidaya tomat organik dalam pot adalah persiapan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaan, penanggulangan hama dan penyakit, proses panen, dan pengolahan hasil panen.

1. Media Tanam
Pot yang dijadikan media tanam tomat organik bermacam-macam jenisnya, di antaranya pot plastik, pot tanah liat, pot anyaman bambu, pot kaleng bekas, dan pot dari sabut kelapa. Ukuran pot sebaiknya tidak terlalu besar atau terlalu kecil, tetapi ukuran sedang. Setiap pot diisi satu tanaman tomat. Untuk memaksimalkan sebaiknya dibuatkan rak. Setiap rak dapat berisi sepuluh pot atau lebih, disesuaikan dengan luas pekarangan.

Setelah pot dan rak tersedia maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam, yaitu tanah dan pupuk organik. Adapun komposisi media tanam yang ideal untuk menanam tomat organik adalah tanah gembur, pasir dan pupuk organik yang berupa pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1. Artinya, setiap 1 kg tanah gembur dicampur 1 kg pasir dan 1 kg pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk kandang bisa berupa kotoran sapi, kotoran kelinci, kotoran ayam, kotoran kambing, dan kotoran kerbau. Pupuk kompos dapat berupa dedaunan yang sudah busuk, abu sekam, danlain-lain. Jika sulit mendapat pasir maka Anda dapat menggunakan tanah gembur dan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 7:4. Artinya, 7 kg tanah gembur dicampur 4 kg pupuk kompos atau pupuk kandang. Setelah media tanam tercampur rata lalu masukkan ke dalam pot dan siram dengan air hingga media tanam menjadi gembur dan lembab. Media tanam kini siap ditanami benih tomat.

2. Pemilihan dan Penanaman Benih
Pemilihan benih menentukan keberhasilan budidaya tomat organik dalam pot karena benih yang berkualitas lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Benih tomat dapat diperoleh dari biji tomat. Benih tomat juga dapat dibeli di toko pertanian. Benih tomat yang dijual di toko pertanian biasanya merupakan benih tomat yang berkualitas karena merupakan hasil seleksi. Namun jika Anda kesulitan mencari toko pertanian di daerah Anda, Anda bisa membeli benih tomat secara online.

Setelah benih tomat diperoleh kemudian direndam dengan air hangat bersuhu sekitar 45 derajat celsius selama 10 menit agar benih terbebas dari hama dan penyakit. Setelah direndam kemudian benih diangin-anginkan hingga kering. Setelah kering maka benih langsung ditanam di pot yang sudah disiapkan sebelumnya. Cara menanam benih tomat adalah dengan membuat lubang sedalam kurang lebih 1 cm di dalam pot kemudian masukkan 2 butir benih untuk setiap lubang dan timbun dengan tanah serta siram dengan air.

3. Pemeliharaan
Benih tomat mulai tumbuh dan berkecambah sesudah empat minggu. Perawatan benih yang tepat menjadikan benih tumbuh dan berkembang optimal.
Perawatan yang sebaiknya dilakukan agar benih dapat tumbuh dan berkembang secara optimal antara lain dengan pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan, dan penanggulangan hama dan penyakit.

a. Pemupukan susulan
Setiap hari kandungan hara dalam tanah akan semakin berkurang karena diserap tanaman. Oleh karena itu diperlukan pemupukan susulan agar kandungan hara dalam tanah dapat terjaga dan tanaman tomat terus bertumbuh dan berkembang secara optimal.

Bila kita ingin panen tomat organik maka pupuk yang digunakan haruslah pupuk organik, seperti pupuk kandang dan pupuk kompos. Pemupukan susulan mulai dilakukan tiga minggu setelah tanam. Pemupukan terakhir dilakukan saat benih berusia lima minggu. Ada dua cara pemupukan, yaitu pemupukan dengan menanam pupuk dalam pot dan pemupukan dengan menyiramkan pupuk ke dalam pot.

Pemupukan dengan menanam pupuk di dalam pot dilakukan dengan membuat lubang menggunakan kayu yang terletak di sekitar benih. Setelah dibuat lubang sedalam 2 cm kemudian masukkan pupuk kandang atau pupuk kompos dan timbun dengan tanah lalu siram dengan air agar tanah tetap lembab.

Pemupukan dengan menyiramkan pupuk ke dalam pot dilakukan dengan membuat pupuk cair terlebih dahulu. Bahan yang dibutuhkan adalah buah-buahan yang matang atau yang sudah busuk, gula pasir, air putih. Semua bahan itu diblender atau ditumbuk hingga halus lalu dimasukkan dalam botol atau ember dan tutup rapat. Jaga jangan sampai terkena sinar matahari langsung. Diamkan selama 15 hari. Setelah itu bahan sudah siap digunakan sebagai pupuk kompos cair.

Cara pemupukan dengan pupuk kompos cair adalah dengan terlebih dahulu membuat lubang-lubang kecil menggunakan kayu di sekitar tanaman yang hendak dipupuk. Siramkan pupuk dengan dosis sesuai kebutuhan dan ukuran pot. Lakukan pemupukan susulan secara teratur agar benih tumbuh optimal.

b. Penyiraman
Agar kondisi tanah terjaga kelembabannya, lakukan penyiraman secara teratur. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore. Pada musim hujan, lakukan penyiraman satu kali sehari pada pagi atau sore.

c. Penyulaman
Lakukan penyulaman jika benih layu atau terserang penyakit. Ganti dengan benih yang lebih berkualitas. Manfaat penyulaman antara lain agar hama dan penyakit yang menyerang tidak menyebar ke tanaman lain. Penyulaman dilakukan ketika benih berusia kurang dari dua minggu.

d. Penyiangan
Penyiangan merupakan kegiatan pembasmian tanaman liar (gulma) yang tumbuh di sekitar pot karena ikut menyerap unsur hara sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya. Lakukan penyiangan sesering mungkin agar benih dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

e. Pemasangan ajir
Tanaman tomat memiliki batang basah sehingga untuk menyangga batang tomat agar tetap kuat menyangga buah maka perlu disokong kayu atau bambu. Cukup satu batang untuk setiap tanaman. Tancapkan ajir di sebelah tanaman tomat sehingga tanaman tomat dapar bersandar.

5. Panen
a. Tomat mulai panen tiga bulan setelah tanam
b. Pemanenan dilakukan pagi atau sore hari dengan memutar buah tomat hingga putus dari tangkainya.

6. Pengolahan Hasil Panen
Hasli panen tomat organik dapat dijual atau dikonsumsi sendiri. Tomat bisa dibuat saus dan jus yang menyegarkan. Selain itu tomat juga dapat dijadikan lalapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *