Cara Membuat Pakan Sapi Fermentasi dan Silase

Pakan Sapi FermentasiCara Membuat Pakan Sapi Fermentasi dan silase

Pengolahan pakan sapi dilakukan untuk tujuan pengawetan dan penyimpanan sehingga dapat digunakan pada musim musim sulit pakan, serta untuk meningkatkan kecernaan dan nilai gizi pakan. Pengolahan pakan dapat dilakukan dengan tehnik pakan sapi fermentasi dan silase. Berikut caranya

Membuat Silase

Tujuan dari pembuatan silase adalah untuk mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau, untuk menampung kelebihan hijauan atau memanfaatkan hijauan pada saat pertumbuhannya baik tetapi belum dipergunakan, serta memanfaatkan hasil sisa pertanian atau hasil ikutan pertanian. Prinsip pembuatan silase adalah hampa udara, suasana asam sehingga bakteri pembusukan jamur mati dan hijauan dapat tahan lama. Cara membuat silase adalah sebagai berikut

  1. Hijauan dilayukan, dipotong potong antara 5-10 cm
  2. Diberi tambahan karbohidrat sebagai substrat bakteri, misalnya tetes/molase, tepung jagung, dedak halus, onggok, kurang lebih 3% kemudian dicampur rata
  3. Dimasukkan kedalam silo atau tempat penyimpanan, dipadatkan dan ditutup rapat
  4. Setelah 8 minggu silo dapat dibuka. Kalau silo baik silase dapat tahan 2-3 tahun

Ciri pembuatan silase berhasil adalah pH rendah, bau dan rasanya asam, warna masih hijau, tidak cokelat, tidak terdapat lendir/jamur, tidak menggumpal dan bersih.

Cara Membuat Pakan Fermentasi Sapi

Tujuan pengolahan jerami dengan fermentasi adalah untuk meningkatkan nilai gizi jerami padi. Bahan fermentasi jerami padi adalah jerami padi, urea dan air. Peralatan yang digunakan dalam pengolahan adalah timbangan, ember plastik, sabit, sekop dan tempat fermentasi pakan sapi dapat berupa lubang dalam tanah, drum bekas atau kantong plastik.

Cara membuat pakan sapi fermentasi adalah sebagai berikut :

  • Sediakan tempat fermentasi, ukuran tergantung kebutuhan, dapat dilapisi lembaran plastik
  • Jerami padi ditimbang, dipotong potong sepanjang 5-10 cm
  • Timbang urea 2% dari berat jerami padi, jika jerami padi 100 kg maka ureanya 0,25 % x 100 kg = 1/4 kg
  • Sediakan starter mikrobia untuk fermentasi padi seperti merk EM4 atau pomi anda bisa gunakan merk lainnya.
  • Sediakan air setara dengan berat jerami padi yaitu 100 liter. Air yang 10 liter digunakan untuk melaurkan urea , sisanya disiramkan ketumpukan jerami padi.
  • Jerami padi dimasukkan ke dalam tempat fermentasi. Setiap ketebalan 10-20 cm dari tumpukan jerami padi dilakukan penyiraman dengan larutan urea dan starter mikrobia. Setiap lapisan dipadatkan supaya proses fermentasi pakan sapi berjalan lancar.
  • Setelah penumpukan jerami padi selesai, ditutup dengan plastik dan setelah 1 bulan proses fermentasi selesai
  • Sebelum diberikan pada sapi, terlebih dahulu diangin anginkan untuk mengurangi bau amoniak. Supaya dapat disimpan lama, jerami padi hasil fermentasi ditaruh ditempat yang teduh.

Itulah cara membuat pakan sapi fermentasi dan silase semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Pengolahan pakan dapat mengurangi resiko kekurangan pakan pada saat saat tertentu terutama pada masa kemarau. Pengolahan yang baik akan menghasilkan pakan sapi berkualitas. Oleh sebab itu, kita perhatikan cara pembuatannya dengan sungguh sungguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *