Cara Memisahkan Anakan Sikas

Cara Memisahkan Anakan Sikas – Hampir semua jenis sikas dapat diperbanyak dengan anakan dan menghasilkan tanaman baru yang memiliki sifa sifat yang sama persis dengan induknya. Si anak ini muncul pada batang maupun pada bagian pagkal batang. Sifat yang dimiliki si induk, misalnya ketahanan terhadap penyakit, bentuk daun, tangkal batang, warna dan sebagainya sama seperti sifat pada anakan tersebut. Inilah keuntungan perbanyakan dengan cara vegetatif dibanding cara perbanyakan generatif seperti pada perbanyakan biji.

Cara memisahkan anakan sikas sangat mudah, murah dan sederhana sehingga dapat dikerjakan siapa saja. Dan biasanya, perbanyakan sikas dikerjakan dengan teknik seperti yang akan kita kaji berikut ini.

Peralatan dan Perlengkapan

Pertama tama yang diperlukan adalah alat untuk memisahkan anakan dari induknya. Untuk keperluan ini bisa digunakan pisau yang tajam dan sebelum dipakai sebaiknya di sterilisasi terlebih dahulu misalnya dengan menggunakan alkohol lalu dibakar. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan ditularkannya penyakit oleh alat tersebut ke bagian tanaman yang dipotong. Peralatan lainnya di antaranya sekop kecil atau cetok, kantong plastik tembus pandang, emrat, kotak atau wadah untuk menyemaikan dan lain lain.

Di samping itu ada seperangkat peralatan lain yang mungkin diperlukan, yaitu alat untuk menghilangkan hama pada media. Alat ini dibuat dari drum bekas, boleh besar atau kecil tergantung kebtuhan. Drum ini diberi sumbu dan engkol pemutar dan dipasang diatas kuda kuda. Dan sebagai kelengkapannya diperukan kompor untuk memanaskan drum.

Menyiapkan Media Semai

Media yang dipakai untuk menyemaikan anakan sikas yaitu campuran tanah, pasir dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Pilihlah kompos atau pupuk kandang yang sudah matang betul dan sebelum di pakai biarkan media kering agar mudah mencampurnya. Selain itu media sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu menggunakan drum yang telah kita siapkan sebelumnya supaya bakteri dan hama di dalamnya mati.

Setelah semua bahan siap, tanah, pasir dan pupuk telah sama sama kering, bahan bahan tersebut dicampur merata. Setelah itu campuran media dimasukkan ke dalam wadah persemaian sampai kira kira hampir penuh. Media yang sudah berada dalam wadah persemaian kemudian dibasahi sampai cukup lembap. Agar tidak berlebihan airnya, bagian wadah media diberi lubang untuk menirikan air. Sampai tahap ini media sudah siap untuk menyemaikan sikas.

Memisahkan Anakan Sikas

Cara memisahkaan anakan sikan yang perlu dilakukan pertama kali adalah memilih anakan sikas yang akan dipisahkan dari induknya untuk bibit. Anakan yang dipilih boleh yang mana saja, yang penting anakan tersebut harus segar, sehat dan normal.. Anakan sikas tersebut juga harus bebas dari hama dan penyakit dan juga tidak kurang gizi. Syarat pertama ini hendaknya dipenuhi agar upaya perbanyakan anakan sikas ini dapat berhasil dengan baik. Kalau sampai syarat pertama ini tidak dipenuhi maka hanya ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, pemisahan anakan gagal dan mati. Kedua kalaupun anakan sikas bisa hidup dan tumbuh terus, dia akan tetap membawa penyakitnya alias berpenyakitan dan tentunya dapat menular ke semua anakan lain di tempat persemaian.

Agar pemisahan lebih afdol lagi, anakan sebaknya dipilih ang muncul di bagian pangkal batang. Untuk keperluan ini dipilih anakan yang sudah berdaun 3 – 4 lembar. Disamping itu, hendaknya dipilih anakan yang daun daunnya tidak terlalu besar. Ini dimaksudkan untuk mengurangi penguapan air melalui daun tersebut.

Anakan yang terpilih untuk dijadikan bibit kemudian dipisahkan dengan dipotong memakai pisau yang tajam dan bersih. Pemotongan diusahakan sehalus mungkin, bersih dan tidak cacat. Ini penting agar bekas irisan atau sayatan tidak menjadi jalan masuk penyakit, misalnya penyakit busuk. Yang perlu diingat, dalam memisahkan anakan ini perlu disertakan pula akarnya agar anakan bisa tumbuh waktu disemaikan. Tidak perlu banyak akar yang ikut, sedikit saja sudah cukup. Memang kita perlu sedikit lebih berhati hati agar indukan sikas tidak menjadi rusak karenanya.

Cara memisahkan anakan sikas selanjutnya adalah memindahkan anakan sikas ke tempat persemaian. Ada baiknya apabila sebelum disemaikan bekas sayatan diolesi dulu dengan fungisida untuk menghindari kebusukan atau terserang penyakit cendawan pada bagian ini. Sewaktu menancapkannya ke tempat persemaian ada baiknya bila dibantu dengan membuat lubang dengan memakai tongkat kecil atau ujung cetok. Kemudian anakan sikas dimasukkan ke dalam lubang tersebut sampai kira kira sebatas leher akar atau sampai leher akar terbenam paling dalam 1 cm dibawah permukaan media semai. Setelah itu, sekitar anakan tersebut dipadatkan dengan tangan agar cukup kuat berdiri tegak.

Selanjutnya kita tinggal menempatkannya di tempat teduh yang terhindari dari panas matahari langsung dan dipertahankan agar media semai tetap lembap tetapi jangan sampai basah. Untuk mencegah banyaknya penguapan, tempat persemaian dapat ditutup dengan plastik bening.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *