Cara Menanam Belimbing Wuluh dalam Pot

Belimbing wuluhBelimbing wuluh, Averrhoa bilimbi L., termasuk famili Ocalidaceae, biasa digunakan sebagai bahan pelengkap masakan. Tanaman ini dapat tumbuh didataran rendah hingga ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini berasal dari Malaysia yang kemudian menyebar dan dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Cara menanam belimbing wuluh dalam pot sangatlah mudah mari kita bahas.

Berdasarkan proses penanamannya, belimbing wuluh dibagi menjadi dua yaitu belimbing wuluh organik dan belimbing wuluh non organik. Belimbing wuluh organik merupakan belimbing wuluh yang sejak awal proses budidayanya menggunakan pupuk dan pestisida organik. Belimbing wuluh non-organik merupakan belimbing wuluh yang sejak awal penanaman hingga panen menggunakan pupuk dan pestisida kimia.

Belimbing wuluh mudah ditanaman dan dapat tumbuh di dalam pot. Jika anda ingin menanam belimbing wuluh organik namun pekarangan rumah terbatas maka menanam belimbing wuluh dalam pot merupakan solusi yang tepat. Keunggulan menanam belimbing wuluh dalam pot di antaranya tidak memerlukan lahan yang luas, mudah dipindahkan dan mudah dalam penanggulangan hama dan penyakitnya karena setiap pot berisi satu tanaman. Dengan menanam belimbing wuluh dalam pot berarti anda sudah ikut serta dalam program penghijauan sehingga udara sekitar akan menjadi lebih segar dan bersih.

Cara menanam belimbing wuluh dalam pot dimulai dari penyiapan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaan, penanggulangan hama dan penyakit dan diakhiri dengan panen.

Media tanam

Media tanam yang diperlukan dalam budidaya belimbing wuluh dalam pot adalah pot, tanah dan pupuk organik. Pot yang baik memiliki cukup lubang di bagian bawah tempat mengalirnya air saat air yang masuk pot berlebihan. Anda dapat menggunakan pot yang terbuat dari ban bekas, tanah liat, kaleng bekas, plastik, sabut kelapa ataupun anyaman bambu. Gunakan pot berukuran sedang agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Media tanam selanjutnya adalah tanah gembur dan pupuk organik. Tanah yang digunakan untuk menanam belimbing wuluh adalah tanah gembur berpasir. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos didapat dari dedaunan layu dan abu sekam sedangkan pupuk kandang diperoleh dari kotoran ayam, kerbau, kambing, sapi atau kelinci. Tanah dan pupuk dicampur dengan perbandingan 1:1. Artinya, setiap satu kilogram tanah dicampur satu kilogram pupuk organik. Setelah tanah dan pupuk tercampur rata, masukkan ke dalam pot dan siram dengan air. Diamkan selama kurang lebih dua minggu dan dijaga kelembapannya agar pupuk terurai atau terfermentasi oleh bakteri.

Pemilihan dan Penanaman Benih

Benih yang berkualitas lebih tahan serangan hama dan penyakit. Benih belimbing wuluh dapat diperoleh di toko pertanian. Pilih benih yang bersertifikat agar kualitas benih lebih terjamin. Anda juga dapat membeli benih secara online.

Agar benih steril dari hama dan penyakit sebaiknya direndam dengan air hangat bersuhu 45 derajat celsius selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu benih diangin – dianginkan hingga kering baru kemudian ditanam di pot uamg sidaj disiapkan sebelumnya.

Benih ditanam pada lubang sedalam 2 sentimeter yang dibuat dengan kayu. Masukkan sebutir benih untuk setiap lubang kemudian urug dengan tanah dan siram dengan air.

(Baca Juga : Kiat Menanam Cabe Rawit Dalam Pot)

Pemeliharaan

Benuh akan berkecambah kurang lebih sepuluh hari setelah tanam. Setelah berkecambah, lakukan pemeliharaan secara optimal dengan pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan dan penanggulangan hama dan penyakit.

a. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan agar tanaman tercukupi kebutuhannya akan zat zat yang diperlukan untuk bertumbuh. Lakukan pemupukan susulan saat benih mulai berkecambah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik. Caranya ada dua, yaitu pemupukan dengan menanamkan pupuk organik kering dan pemupukan dengan pupuk organik cair. Pemupukan dengan menanam pupuk organik kering dilakukan dengan membuat lubang disekitar benih selama 2 cm. Masukkan pupuk organik lalu ditimbun dengan tanah kemudian disiram dengan air.

Pupuk organik cair dapat dibuat dengan mudah, yaitu dengan mencampur pupuk kandang dengan air. Agar pupuk terfermentasi oleh bakteri maka setelah dicampur  kemudian didiamkan selama kurang lebih dua minggu. Buat lubang lubang kecil disekitar benih dan siramkan pupuk cair diatas lubang lubang itu. Lakukan pemupukan berikutnya seminggu sekali.

b. Penyiraman

Penyiraman dilakukan agar kondisi tanah tetap terjaga kelembabannya.  Lakukan penyiraman satu kali sehari pada pagi atau sore hari pada musim hujan. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

c. Penyulaman.

Jika benih lambat tumbuh, terserang hama dan penyakit parah hingga mati segera lakukan penyulaman. Cabut tanaman itu dan ganti dengan benih yang berkualitas. Lakukan penyukaman saat benih berusia kurang dari dua minggu.

d. Penyiangan

Lakukan penyiangan pada saat melakukan penyiraman. Basmi tanaman liar yang tumbuh disekitar pot karena tanaman liar itu ikut menyerap unsur hara di dalam pot. Hal itu akan menganggu pertumbuhan dan perkembangan benuh.

Penanggulangan hama dan penyakit

Lakukan penanggulangan hama dan penyakit belimbing wuluh secara cepat dan tepat agar hama dan penyakit tidak menyebar ke tanaman lain. Hama yang sering menyerang belimbing wuluh adalah ulat daun, ulat daun merupakan hama yang sangat merusak yang jika tidak ditanggulangi dengan cepat maka daun akan habis dalam waktu singkat. Indikasi tanaman belimbing wuluh terserang hama ini adalah daun berlubang lubang bahkan tanaman kehilangan semua daunnya. Untuk pengendaliannya segera kumpulkan ulat daun dan musnahkan kemudian setelah itu semprotlah dengan pestisida organik.

Panen

Setelah anda cape cape menanam belimbing wuluh tentu anda menginginkan untuk bisa memanennya. Belimbing wuluh mulai dipanen kurang lebih 70 hari setelah tanam. Pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari dengan cara memetik buahnya menggunakan tangan.

Itulah sedikit tentang cara menanam belimbing wuluh di pot, semoga artikel ini bermanfaat.

Related Posts

No Responses

Add Comment