Pola Tanam dan Cara Menanam Cabe Jawa

cabe jawaCara menanam cabe jawa meliputi tiga hal yaitu penyiapan lahan, pola tanam dan cara menanamnya. Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik, ketiga hal diatas harus dilakukan dengan benar.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan melipti pembukaan lahan dan pengolahan tanah. Gulma dan semak belukar dibersihkan, sisa sisa tanaman dijadikan kompos atau untuk mulsa. Pengolahan tanah pada prinsipnya mengubah tanah dengan menggunakan alat pertanian, sehingga diperoleh susunan tanah yang sebaik baiknya ditinjau dari struktur dan porositas tanah. Tujuan mengolah tanah adalah untuk memperbaiki struktur tanah, memperbesar persediaan air tanah, memperbaiki peresapan tanah, mempercepat pelapukan, memperbaiki aerasi dan kehidupan mikroba tanah serta mempermudah perkembangan akar.

Waktu pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau atau minimal 2 minggu sebelum tanam. Caranya, mula mula tanah dicangkul sedalam 30 – 40 cm hingga gembur, kemudian dikeringkan selama 15 hari. Seusai mengolah tanah dilakukan pembuatan lubang tanam. Tujuan membuat lubang tanam adalah untuk mempermudah perkembangan akar, memberikan media tumbuh yang sebaik baiknya bagi tanaman cabe jawa, memperbaiki struktur dan tekstrur tanah. Bila budidaya cabe jawa dilakukan secara monokultur dibuat lubang tanam dengan jarak tanam 2 x 2 m, namun bila sebagai tanaman sela, maka lubang tanam dibuat di sebelah timur pada jarak 20 cm dari tanaman penegak (panjat). Ukuran lubang tanam (panjang, lebar dan dalam) 40 x 40 x 40 cm atau 50 x 50 x 50 cm. Pada awal musim penghujan lubang tanam ditutup denga camuran tanah bagian atas, ditambah 5 – 10 kg pupuk kandang dan 0,5 kg dolomit per lubang. Lubang tanam ditutupp sampai terbentuk piringan setinggi 20 cm. Tiang panjat dapat berupa batang gamal atau dadap sepanjag 1,75 m ditanam pada jarak 10 cm di sebelah barat lubang tanam.

Pola Tanam

Pola tanam cabe jawa dapat ditanam secara monokultur maupun polikultur. Pola tanam monokultur selain dinilai tidak efisien dalam penggunaan lahan dan radiasi, juga menyebabkan produktivitas lahan rendah, sehingga pendapatan petani juga rendah. Melihat sifat fisiologi, morfologi dan persyaratan tumbuhnya sebenarnya cabe jawa termasuk tanamanĀ  adaptif di bawah naungan, sehingga dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di bawah radiasi surya antara 50 – 75%. Selain itu, struktur perakaran tanaman cabe jawa cukup dangkal dan radiusnya pendek, bentuk kanopi tidak lebar dan buah cabe jawa mulai dapat dipanen setelah umur 1 – 2 tahun, sehingga tanaman cabe jawa berpotensi dikembangkan dengan pola tanam polikultur.

Pada lahan lahan kosong disekitarnya juga ditanami dengan tanaman semusim, baik palawijaya maupun empon empon. Aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pola tanam adalah :

  1. Tidak ada pengaruh yang saling merugikan antara tanaman pokok dengan tanaman sela.
  2. Tidak memiliki hama dan penyakit yang sama.
  3. Sedapat mungkin memiliki pengaruh yang saling menguntungkan dalam memnuhi kebutuhan hara.

Menanam cabe jawa secara polikultur dapat memberikan beberapa keuntungan, yaitu

  1. Meningkatkan efektivitas lahan, waktu dan energi surya.
  2. Tanaman sela dapat berfungsi sebagai sumber pendapatan sebelum tanaman cabe jawa berproduksi.
  3. Menjaga stabilitas pendapatan petani akibat gejolak harga atau kegagalan panen cabe jawa.
  4. Menekan biaya pemeliharaan
  5. Biomas tanaman sela dapat diigunakan sebagai bahan oganik, pupuk hijau atau mulsa.

Pola tanam polikultur berbasis tanaman cabe jawa dapat berbentuk.

  1. Campuran atau mixed cropping dengan tanaman pepohonan rendah seperti kopi, kakau, pisang, pepaya dan sebagainya.
  2. Cabe jawa sebagai tanaman sela atau intercrop dibawah tanaman pepohonan, seperti kelapa dan buah buahan.
  3. Tumpang sari atau intercropping engan tanaman obat lainnya atau padi, palawija, atsiri atau tanaman semusim lainnya. Tanaman tumpang sari dapat diusahakan berkelanjutan apabila jarak taaman cabe jawa lebih diperlebar,, misalnya 2 x 4 m atau 2 x 5 m

Cara Menanam Cabe Jawa

Waktu tanam yang paling baik adalah pada awal musim hujan atau awal musim kemarau yang masih ada rintik rintik hujan. Di daerah atau tempat yang cukup sumber airnya, anda dapat menanam cabe jawa di sepanjang musim. Sebelum menanam, sebaiknya bibit cabe jawa dari persemaian dalam polybag dipilih yang telah mempunyai 7 – 10 ruas. Kemudian diadaptasikan terlebih dahulu selama 2 – 4 minggu di lokasi kebun (penanaman). Cara menanam cabe jawa meliputi langkah langkah kerja berikut :

  1. Siram media semai dalam polybag pembibitan dengan air bersih hingga cukup basah (lembap).
  2. Keluarkan bibit cabe jawa dari dalam polybag secara hati hati bersama akar dan media semainya dengan cara menyobek polybagnya.
  3. Buat lubang kecil seukuran daun cangkul pada lubang tanam yang telah disiapkan jauh sebelumnya.
  4. Tanamkan bibit cabe jawa tepat di tengah tengah lubang tanam dengan posisi tegak pada jarak tanam 2 x 2 m atau 3 x 3 m, kemudian padatkan tanahnya pelan di sekitar pangkal bibit.
  5. Siram tanah di sekitar pangkal batang atau perakaran tanaman agar akar akarnya dapat langsung kontak dengan air tanah.

 

Related Posts

Add Comment