Cara Menanam Jambu Biji Dalam Pot

18 views

Tanaman jambu biji dalam potSelain dapat di tanam di lahan terbuka, jambu biji dapat ditanam dalam wadah terbatas seperti pot. Cara menanam jambu biji dalam pot pada prinsipnya perbaduan teknologi budidaya da seni berkebun dalam wadah atau tempat terbatas. Upaya menghasilkan tabulampot (tanaman buah dalam pot) jambu biji yang subur dan produktif berbuah memerlukan perhatian khusus dalam hal penyiapan wadah tanam dan pengisian media tanamnya, cara menanam jambu biji serta pemeliharaannya.

Penyiapan Wadah dan Media Tanam

Penyiapan wadah atau tempat tanam dapat berupa pot berukuran besar atau bisa juga drum bekas. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyiapan (pemilihan) wadah tanam adalah ukurannya serasi dengan tanaman jambu biji, terbuat dari bahan kuat yang tahan lama serta dapat menampung media tanam dan unsur hara  untuk pertumbuhan tanaman jambu biji.

Tabulampot ruang geraknya sangat terbatas, sehingga di dalam media tanam pot perlu diperhatikan haranya agar memberikan makanan yang cukup bagi tanaman jambu biji. Pada hakikatnya semua jenis tanah bisa digunakan sebagai media tanam, tetapi kandungan hara serta kondisi tanah berbeda-beda. Media tanam daat dipilih alternatif yang terdiri atas campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1 : 1 : 1), tanah dan pupuk kandang atau sekam (1 : 1) atau tanah dengan kompos (1:1).

Cara mengisi media tanam ke dalam pot atau drum, mula – mula dimasukkan selapis pecahan bata merah atau genting ke dasar pot, kemudian masukkan pula selapis seresah atau ijuk atau jerami kering di atas lapisan batu merah. Isikan media tanam hingga mencapai ketinggian 1 cm di bawah bibir atas pot, kemudian segera disiram dengan air bersih hingga media tanam tersebut cukup basah dan lembap.

Cara Menanam Jambu Biji

Cara menanam bibit tanaman jambu biji, mula-mula polybag yang berisi bibit tanaman jambu biji disiram media tanamnya hingga cukup basah, kemudian keluarkan bibit bersama akar dan media tanamnya. Buat lubang kecil di tengah-tengah wadah tanam dengan kored atau tangan, kemudian letakkan bibit tanaman jambu biji tepat di tengah-tengah pot. Tanah dekat pangkal batang bibit tanaman ditekan pelan-pelan, kemudian disiram air bersih hingga cukup basah atau lembap. Tabulampot jambu biji disimpan di tempat yang teduh selama beberapa waktu (2 – 4 minggu) hingga tanaman segar kembali.

Pemeliharan Tanaman Jambu Biji

Hal yang tidak kalah penting selanjutnya yang perlu dilakukan dalam cara menanam jambu biji adalah masalah pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman jambu biji dalam pot meliputi kegiatan pengairan, penempatan pot, penyiangan dan penggemburan media tanam, pemupukan, pemangkasan dan pengendalian hama dan penyakit.

Pengairan atau penyiraman sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan keadaan cuaca. Penyiraman yang tepat akan mendorong pertumbuhan dan peningkatan produksi jambu biji. Pada stadium awal, pertumbuhan tanaman jambu biji membutuhkan pengairan secara kontinu 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Pada stadium dewasa, pengairan dikurangin atau disesuaikan dengan keadaan media tanam dan cuaca.

Tabulampot jambu biji sebaiknya ditempatkan di ruang terbuka atau mendapar sinar matahari, terutama sinar matahari pagi. Tabulampot jambu biji yang kekurangan sinar matahari pertumbuhannya kurus dan buahnya sedikit atau produktivitasnya rendah. Jika anda menanam lebih dari 1 tanaman jambu biji dalam pot, anda bisa menempatkan secara berjajar dengan jarak antarpot sekitar 2 Р4 m. Namun,  bila hanya 1 Р2 tanaman saja anda dapat menempatkannya di pinggir atau tengah halaman rumah.

Pada umur 2 minggu setelah tanam, media tanam dalam pot sering ditumbuhi gulma. Gulma disiangi, caranya dengan mencabut gulma-gulma tersebut kemudian dikumpulkan di tempat pembuangan sampah. Media tanam dalam pot juga cepat memadat, sehingga perlu digemburkan. Kegiatan menggemburkan media tanam tersebut dilakukan secara periodik 2 – 4 minggu sekali, disesuaikan dengan keadaan pertumbuhan tanaman.

Pemupukan tabulampot dilakukan secara periodik antara 1 – 3 bulan sekali, tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. Namun, tanaman yang produktif berbuah sebaiknya dipupuk 3 kali dalam semusim yaitu sebelum berbunga, setelah berbunga dan setelah dipungut buahnya. Jenis pupuk yang praktis digunakan adalah pupuk NPK sebanyak 30 g dilarutkan dalam 10 liter air. Larutan pupuk tersebut disiramkan pada media tanam dalam pot atau drum sebanyak 200 – 500 cc setiap kali pemupukan.

Pemangkasan tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pembentukan pohon. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembentukan pohon dan pemangkasan adalah kondisi tanaman jambu biji dalam keadaan baik, artinya cukup air dan unsur hara. Pemangkasan tanaman jambu biji dalam pot mula-mula pelihara batang utama hingga ketinggian 70 cm dari permukaan pot atau drum, kemudian bangkas ujungnya. Pelihara 3 tunas baru yang akan menjadi cabang rimer, kemudian ujung-ujungnya dipangkas untuk disisakan sepanjang 30 – 50 cm. Peliharalah 3 tunas baru pada setiap cabang primer yang akan menjadi cabang sekunder, kemudian dipangkas lagi ujung-ujungnya untuk disisakan sepanjang 30 – 50 cm. Pemangkasan berikutnya hanya dilakukan pada dahan atau ranting yang terserang hama, penyakit atau kering dan terhadap tunas-tunas yang tumbuhnya ke luar dari pohon pokok atau cabang yang tubuh ke arah dalam. Bekas pangkasan sebaiknya disemprot dengan pestisida.

Untuk merangsang pembungaan tanaman jambu biji dalam pot dapat dilakukan teknik-teknik pemangkasan tajuk dan daun di bagian dalam yang terlalu rimbun, melakukan stress air tidak yaitu dengan tidak disirami selama beberapa hari sampai tanaman menjadi layu dan dipupuk dengan larutan pupuk yang mengandung kandungan P tinggi, misalnya Hiponex biru, Vitalik P dan lain lain. Panen buah jambu biji dalam pot biasanya dapat dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun dari waktu tanam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *