Cara Menanam Kangkung Secara Organik di Pot

KangkungCara Menanam Kangkung Secara Organik

Kangkung merupakan sayuran yang cukup populer bagi masyarakat Indonesia. Kangkung bisa ditanam di tanah kering ataupun basah bahkan tanah lumpur sekalipun. Berdasarkan proses penanamannya kangkung di bagi menjadi dua yaitu kangkung anorganik dan kangkung organik. Kangkung an organik merupakan kangkung yang dalam proses menanamnya menggunakan pestisida dan pupuk kimia sehingga berbahaya bagi tubuh kita. Sedangkan kangkung organik merupakan kangkung yang menggunakan pupuk dan pestisida organik sehingga aman bagi tubuh kita.

Kangkung organik sulit ditemukan di pasar. Kalaupun ada harganya 2-3 x lipat lebih mahal dibandingkan kangkung non organik. Bagi anda yang hobi berkebun , lebih menyenangkan jika menanam kangkung sendiri. Kangkung dapat dapat ditanam di dalam pot sehingga bagi masyarakat perkotaan yang ingin menanam kangkung organik namun memiliki pekarangan yang terbatas dapat menanamnya di pot.

Tahapan di dalam menanam kangkung secara organik di pot adalah menyiapkan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaan dan panen.

Menyiapkan Media Tanam

Untuk menanam kangkung di pot pastikan pot memiliki cukup lubang di bagian bawah agar air yang berada di dalam pot dapat keluar saat proses penyiraman atau saat kadar air berlebih sehingga media tanam terjaga dengan baik. Media tanam selanjutnya adalah tanah gembur berpasir dan pupuk organik yang terdiri dari pupuk kandang dan pupuk kompos.  Campur tanah gembur berpasir dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1, setelah tercampur rata masukkan tanah ke dalam pot lalu siram dengan air. Diamkan tanah selama satu minggu baru tanah siap untuk ditanami benih.

Pemilihan dan Penanaman Bibit Kangung

Benih berkualitas lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Benih kangkung yang berkualitas dapat diperoleh dari toko pertanian di sekitar rumah anda atau anda bisa membelinya secara online. Setelah benih diperoleh, supaya steril dari hama dan penyakit rendamlah benih pada air hangat dengan suhu 50 C selama 15 menit. Setelah itu di kering anginkan, setelah kering benih langsung dapat di ditanam di dalam pot.

Buatlah lubang tanam seukuran 1 cm menggunakan kayu, masukkan 1 biji benih pada setiap lubang kemudian timbun dengan tanah. Setelah itu siram dengan air.

Pemeliharaan Kangkung Secara Organik

Lakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik agar benih kangkung dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Benih kangkung akan mulai berkecambah ketika umur sekitar 4 hari. Setelah benih berkecambah lakukan perawatan dengan melakukan pemukupukan susulan, penyiraman secara teratur dan penyiangan.

Pemupukan susulan dilakukan saat benih berumur dua minggu setelah tanam. Setelah pemupukan susulan pertama, lakukan pemupukan berikutnya setiap minggu. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, saya menyarankan anda menggunakan pupuk organik cair karena pemberiannya lebih mudah. Pemupukan susulan dilakukan setiap  15 hari sekali.

Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembapan tanah, pada musim kemarau lakukan penyiraman 2x sehari. Sedangkan pada musim hujan dapat dilakukan penyiraman satu kali saja sehari atau malah tidak usah disiram jika kelembapan tanah sudah tinggi.

Penyiangan secara teratur agar benih tumbuh secara optimal. Penyiangan adalah kegiatan mencabut atau menghilangkan tanaman liar di sekitar pot karena akan mengganggu pertumbuhan tanaman

Panen

Tanaman kangkung dapat dipanen sekitar 70 hari setelah tanam. Pemanenan dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman kangkung hingga akar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *