Cara Menanam Pohon Pisang Agar Cepat Berbuah

menanam pohon pisangCara Menanam Pohon Pisang –¬† Tujuan utama menanam pisang adalah memperoleh buahnya yang dapat disantap sebagai buah meja buat cuci mulut sehabis makan, dimasak menjadi berbagai makanan, dibuat pisang salai, keripik pisang atau tepung pisang. Rasa pisang demikian netral sehingga digemari oleh orang barat ataupun timur. Beda dengan buah durian atau nangka yang sebagian orang sangat menyukainya sedangkan sebagai lain membecinya setengah mati karena aromanya yang tajam.Bunga pisang merupakan bahan yang dapat diolah menjadi sayur oleh ibu ibu rumah tanga. Daunnya merupakan bahan pembungkus, baik pembungkus dagangan ataupun pembungkus kue kue sebelum dibungkus.

Pelepah batang pisang dapat dikeringkan dan digunakan sebagai lapisan keranjang untuk mengepak tembakau. Di musim tembakau pelepah pisang yang telah dikerjakan ini merupakan dagangan penting. Fungsi pelepah pisang ini sebagai pembungkus tembakau masih belum masih belum dapat digantikan oleh bahan sintesis seperti plastik misalnya. Barangkali masih diperlukan penelitian untuk mencari pemanfaatan pelepah pisang, karena pelepah pisang merupakan bahan berserat yang melimpah sebagai limbah produksi pisang. Batang pisang di pedesaan banyak dimanfaatkan sebagai penutup tanah sekitar batang cengkeh di musim kemarau.

Tanaman pisang dapat juga dimanfaatkan sebagai pelindung untuk mencegah erosi di pinggir pinggir tanah yang berbentuk sengkedan. Banyak juga petani yang memanfaatkan tanaman pisang sebagai tanaman selingan di samping tanaman cengkeh. Selain menghasilkan buah, sekaligus dapat melindungi tanaman cengkeh yang masih muda. Jika cengkeh sudah dewasa dan mulai berproduksi tanaman dibongkar.

Menanam pohon pisang tidaklah sulit, anda harus sedikit mempelajari mengenai tahapan dalam penanaman pohon ini, berikut akan saya uraikan.

Menanam bibit pohon pisang

Bibit pisang ditanam dalam lubang tanam, berkuran 60 x 60 x 60 cm. Lubang diisi tanah kembali setelah dicampur dengan sepertiga bagian kompos atau pupuk yang sudah jadi. Jika akan ditanam di kebun pisang modern jarak tanam sekitar 3 sampai 5 meter. Di pekarangan samping rumah, pisang di tanam di bagian pinggir secara berderet dengan jarak tanam sekitar 3 meter.

Kebanyakan orang berpendapat, pisang tak perlu di rawat atau dipupuk. Perawatan dan pemupukan pisang yang baik tidak saja menaikkan produksi, tetapi juga memperpendek waktu produksi. Pupuk yang terbaik adalah pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang. Kecuali menyediakan bahan makanan, jenis pupuk semacam ini juga mmperbaiki keadaan fisik tanah. Di samping pupuk organik yang diberikan di awal penanaman, dapat juga diberi pupuk pabrik berupa campuran ZA, super fosfat dan kalium sulfat dengan perbandingan 50 : 20 : 30, diberikan 3 bulan setelah tanam. Caranya dengan membenamkan pupuk tersebut di parit kecil yang digali sekeliling pohon lalu menimbunnya kembali.

Disekitar batang induk, selalu tumbuh sejumlah anakan pisang. Anakan pisang ini perlu dikurang agar tanaman induk dapat berproduksi secara maksimal. Anakan yang tumbuh dikurangi, sampai tersisa 3 atau 4 anakan di setiap induk tanaman. Diusahakan agar anakan yang tersisa umurnya berbeda, sehingga dapat diperoleh pergiliran produksi yang ajeg. Seluruh rumpun pisang harus dibongkar dan diganti dengan tanaman baru. Pengurangan anakan sekaligus dilakukan sambil mengumpulkan bibit pa

Apabila menginginkan buah pisang yang besar besar, harus mempesiapkan penanamannya sebaik mungkin. Anakan yang akan dijadikan bibit harus yang sehat. Jika bonggolnya nampak agak rusak atau berlubang lubang, berarti diserang sebangsa cacing. Anakan seperti itu jangan ditanam, lebih baik dimatikan saja sebelum hamanya merambat ke tanaman lain.

Membatasi anakan pisang

Sebelum buahnya masak, pohon induk pisang biasanya sudah mempunyai anakan. Dua bulan setelah anakan pertama muncul, menyusul anakan kedua. Demikian terus menerus sampai anak anak pohon pisang itu berdesakan di bawah naungan induknya.Hal itu harus dihindari, dalam satu rumpun sebaikny  banyak anggota keluarga supaya tidak saling berebut makanan sehingga pertumbuhannya baik. Anakan yang dibirkan terus akan menjadi pohon yang kecil kecil, juga buahnya. Bahkan ada yang tidak berbuah sama sekali.

Sebaiknya anak anak pisang dikurang tanam di tempat lain. Tetapi kalau di pekarangan sudah tidak ada tempat kosong, sebaiknya diambil saja supaya tidak mengganggu. Dari anakan generasi pertama, bisa disisakan dua batang, yang letaknya agak jauh dan hidup subur. Lalu anakan generasi kedua juga dua batang saja, sedang anakan berikutnya dicabut. Jadi dalam satu rumpun hanya ada lima pohon pisang saja. Dengan mengikuti progam KB seperti itu, maka kita dapat mengharapkan panenan pisang yang lumayan bagus.

Merawat Pohon Pisang

Setelah menanam pohon pisang, tentu kita harus merawatnya. Hal yang paling harus anda perhatikan adalah ketika bunganya sudah muncul, harus diperhatikan dengan seksama kaena kadang kadang sebagian bunga pisang diserang ulat kecil kecil yang mengakibatkan buah pisang menjadi tidak mulus kulitnya. Jika di pohon pisang yang anda tanam ada ulat, segeralah semprotkan insektisida juga seandainya ada pelepah daun yang menumpangi bakal buah, sebaiknya disingkirkan. Lantas ketika jantung bunga sudah berada sekitar 25 cm di bawah buah terakhir, sebaiknya dipotong saja karena jantung pisang ini kalau dibiarkan terus justru akan menghambat pertumbuhan buah.

Perlu diingat bahwa, kalau buah sudah tumbuh besar dan makin berat bobotnya, sering pohon pisang tak mampu menahannya, kaang batangnya melengkung hampir roboh. Batang pisang yang menderita ini harus ditopang kayu supaya mampu berdiri tegak sampai buahnya masak.

Rumpun yang sudah bermur 5 tahun, sebaiknya diremajakan, lantaran banyak anakan yang muncul ke permukaan tanah dan gampang diserang cacing. Meremajakannya dengan jalan membongkar rumpun dan menggali lubang baru serta menanam ulang rumpun tersebut.

Itulah cara menanam pohon pisang yang harus anda cermati sehingga pohon anda bisa berbuah dengan cepat dan banyak.

Related Posts

Add Comment