Cara Menanam Selada Organik di Polybag

Cara Menanam Selada Organik di Polybag

Selada merupakan jenis sayuran yang berumur semusim. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim sedang di kawasan asia barat dan amerika. Kini selada meluas ke  berbagai negara, termasuk ke negara negara beriklim tropis.

Di Indonesia, mulai dikembangkan di berbagai wilayah. Namun perkembangannya belum sepesat jenis sayuran lainnya. Hanya daerah yang menjadi pusat pusat produsen sayur saja yang banyak membudidayakan selada.

Selada kaya akan lutein dan beta karoten. Selada juga mengandung vitamin C dan K, kalsium, serat,folat dan zat besi. Vitamin K berfungsi membantu pembekuan darah. Nutrisi lainnya adalah vitamin A dan B6, asam folat likopen, kalium dan zeaxanthin. Selada mengandung alkaloid yang bertanggung jawab untuk efek terapeutik.

Kandungan yang begitu bermanfaat bagi tubuh kita bisa hancur jika selada ditanam dengan cara konvensional, menggunakan pupuk kimia dan pestisida beracun. Alangkah baiknya kita menanam sekada dengan cara organik. Penanaman selada organik cukup mudah dan bisa dilakukan saat luang.

Syarat Tumbuh Selada Organik

Tanaman selada organik membutuhkan lingkuhangan atau tempat tumbuh beriklim dingin atau sejuk dengan temperatur antara 20-15 C. Tanah yang ideal untuk tanaman ini adalah tanah liat berpasir yang gembur dan subur dengan pH antara 5-6.8/ Media tanam yang baik untuk menanam selada organik di polybag harus mengandung banyak bahan organik

Selada tidak tahan terhadap hujan lebat dan tanahnya tidak boleh tergenang air. Oleh sebab itu, musim tanam dilakukan pada akhir musim penghujan menuju musim kemarau.

Penyemaian Selada Organik

Tanaman selada organik dikembangan dengan biji. Cara yang paling baik untuk menanam selada organik adalah dengan menyemaikan dulu bibit selada yang unggul di polybag kecil selama kurang lebih satu bulan atau di saat bibit tanaman ini telah memilki 3-5 helai daun.

Pembibitan dengan persemaian selain dapat menghemat benih, juga memudahkan pemeliharaan bibit. Hal ini dikarenakan bibit yang akan dipindah tanamkan dapat diseleksi terlebih dahulu.

Media Tanam Selada Organik

Menanam Selada organik dapat menggunakan wadah berupa polybag untuk meletakkan media tanam organik. Diameter yang diperlukan sekitar 15 cm. Media tanam organik menggunakan campuran tanah, pupuk kandang dan arang sekam atau bisa juga diganti dengan sabut kelapa dengan perbandingan 2:1:1.

Tanah dan pupuk kandang sebaiknya diayak dan diambil yang halus. Kemudian bahan bahan tersebut dicampur rata. Setelah rata, masukkan ke dalam polybag. Diamkan media tanam selama 3 hari, setelah itu dapat digunakan untuk menanam selada organik.

Penanaman Selada Organik

Cara menanam selada organik adalah dengan memindahkan bibit yang telah disemai ke dalam media tanam. Buatlah lubang tanam di permukaan media tanam organik. Selanjutnya, bibit tersebut ditanam dan ditimbun dengan tanah.

Setelah 14 hari dari penanaman, lakukan pemupukan tambahan dengan pupuk kandang atau pupuk organik cair untuk tetap menjaga kesuburan tanah. Penyiraman secara teratur juga harus dilakukan. Di musim hujan, buatkan rumah dari bahan plastik untuk menghindarkan derasnya air hujan sehingga membuat tanaman selada organik busuk.

Penempatan Selada Organik

Setelah melakukan penanaman selada organik di polybag. Saatnya untuk menempatkan tanaman selada organik di halam rumah kita. Pilihlah bagian halaman rumah yang mendapat sinar matahari langsung.

Namun, ketika tanaman masih kecil, sebaiknya diberi naungan plastik UV agar tidak terlalu terkena matahari. Selain itu saat musim hujan, air hujan tidak langsung mengenai tanman.

Susunlah polybag tanaman selada organik serapi mungkin sebagaimana kita menempatkan tanaman hias. Tanaman selada organik dapat disusun leveling, namun harus tetap memperhatikan seberapa kuat tanaman itu mendapatkan cahaya.

Perawatan Selada Organik

Tanaman selada organik perlu disiangi ketika tanaman selada berumur 14 hari. Penyiangan dilakukan agar tanaman selada mampu dalam menyerap unsur hara. Selain itu, untuk menekan serangan hama/peyakit.

Tanaman selada organik butuh air yang mencukupi. Oleh sebab itu, penyiraman juga harus mendapat perhatian, utamanya di daerah dataran rendah yang suhu udaranya lebih panas serta sering kekurangan air. Penyiraman bisa dilakukan dengan langsung menyiramkan air ke bagian daun tanaman.

Selalu perhatikan kondisi media tanam organik, terutama wadahnya, jangan sampai ada kelebihan air saat turun hujan lebat. Jangan pula ada air tergenang cukup lama di sekitar tanaman karena akan merusak akar tanaman dan menyebabkan tanaman menjadi roboh.

Pemumpukan tambahan perlu dilakukan untuk memnuhi nutrisi tanaman selada organik. Pupuk kandang yang baik adalah yang mengandung unsur nitrogen yang tinggi seperti kotoran ayam. Jangan pernah menggunakan pupuk kimia karena akan merusak kualitas tanaman selada organik.

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman selada harus dilakukan sedini mungkin. Hama dan penyakit yang mengganggu tanamn ini salah satunya adalah jenis kutu daun. Pengendalian kutu ini diperlukan insektisida organik. Penyakit busuk batang juga sering menyerang tanaman ini. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan serta mengurangi kelembapan lahan.

Panen Selada Organik

Tanaman selada organik dapat dipanen ketika berumur 40-60 hari setelah penanaman. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang ada di atas permukaan tanah.

Pemananenan juga dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman selada organik yang ada di polybag.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *