Cara Menanam Sikas dalam Pot dan di Taman

Dalam artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai Cara Memisahkan Anakan Sikas,  di akhir bahasan tersebut kita telah mendapat bibit yang siap untuk dipindahkan, sehingga saatnya kita mempelajari mengenai cara menanam sikas di tempat yang anda inginkan. Bisa di dalam pot dan dapat juga langsung di tanam di taman.

Persiapapan Media

Media tanam yang dipakai untuk menanam sikas sama seperti untuk menyemaikannya, yaitu berupa campuran tanah liat, pasir dan komos atau pupuk kandang. Hanya saja proporsinya yang berbeda. Untuk media tanam ini digunakan perbandingan tanah liat : kompos : pasir sebesar 5 : 3 : 2. Adapun cara menyiapkan masing masing bahan sama seperti menyiapkan media untuk penyemaian yang telah kita pelajari bersama di artkel sebelumnya. Namun sebelum dipakai sebaiknya media tanam ini diberi pupuk. Pupuk yang diberikan pada media tanam sebelum atau bersamaan dengan waktu penanaman ini dikenal sebagai pupuk awal. Pemberian pupuk awal ni adalah dengan mencampurkannya ke media.

Pupuk awal yang diberikan berupa pupuk superfosfat 20%, pupuk NPK 5-10-5 dan batu kapur. Jumlah yang diberikan tidak perlu banyak. Satu ember penuh yang isinya 4 liter, cukup diberi 1,5 sendok teh superfosfat, satu sendok makan batu kapur dan dua sendok teh NPK.

Cara Menanam Sikas Dalam Pot

Praktis semua jenis sikas dapat ditanam dalam pot, terutama jenis sikas yang tumbuh lambat. Jenis sikas yang cepat bongsor pun bisa ditanam dalam pot terutama selagi masih kecil.

Pot yang digunakan bisa berupa pot plastik, pot tanah maupun pot keramik. Untuk memilihnya tidak berbeda dengan memilih pot untuk tanaman hias lainnya. Tentang bagus tidak pot yang akan dipakai, tentu lebih ditentukan oleh selera kita masing masing. Namun demikian, warna, bentuk dan modelnya perlu disesuaikan dengan jenis sikas itu sendiri sehingga pot tersebut ikut membantu penampilan si sikas. Terlepas dari itu semua, yang penting pot yang akan dipakai harus bersih dan kering.

Disamping itu, ukuran pot cukup penting untuk diperhatikan benar. Tidak perlu pot yang terlalu besar, meskipun nantina sikas akan tumbuh membesar. Artinya, ukuran pot hendaknya disesuaikan dengan besar kecilnya sikas yang akan ditanam. Untuk bibit sikas yang masih kecil, cukup dengan pot yang kira kira berdiameter 15 – 20 cm. Jikas sikasnya agak besar, potnya pun perlu agak besar juga. Yang penting potnya tidak terlalu besar dan sesuai dengan ukuran sikas. Hal ini tentunya ada alasannya.

Apabila memakai pot yang terlalu besar dibanding bibitnya, maka akan banyak membutuhkan media tanam. Bukan hanya sayang medianya, etapi media yang belum terjangkau oleh perakaran sikas dalam waktu agak lama akan cepat menjadi asam. Asamnya media ini tentu akan membahayakan kesehatan sikas yang masih kecil tersebut. Akan lebih baik menggunakan pot yang berukuran sedang sedang saja terlebih dahulu dan nanti apabila ukuran pot itu dirasa kurang sesuai baru diganti dengan pot yang lebih besar. Dengan demikian menjadi asamnya media tanam bisa dihindari.

Selanjutnya pot ini diisi dengan media. Namun, seperti menanam tanaman hias dalam pot lainnya, bagian pantat pot harus berlubang dan ke bagian dasar pot yang berlubang ini dimasukkan pecahan genting atau serutan kayu. Kira kira sampai hampir separonya. Baru kemudian dimasukkan media tanamnya, kita kira setebal 5 cm. Setelah ini siap, bibit yang akan ditanam perlu disiapkan dulu.

Bibit sikas yang ada di persemaian apabila sudah cukup bagus perakarannya hendaknya segera dipindahkan ke pot karena hara yang ada dalam media semai sudah tidak mencukupi lagi untuk pertumbuhan selanjutnya. Disamping itu, apabila tidak segera dipindah, perakarannya akan terus memanjang dan bisa menjadi semrawut dengan akar semai satu dengan yang lain sehingga akan menylitkan pemindahan nantinya. Selain itu tentunya sudah tidak sehati lagi bagi pertumbuhannya. Nah, itulah sebabnya kenapa bibit tidak baik untuk dibiarkan terlalu lama dalam persemaian. Dan tentunya kita pun ingin segera menikmati hasilnya.

Bibit yang ada di persemaian bisa dicabut denga hati hati dan juga diambil dengan dicungkil berikut sebagian medianya. Karena medianya cukup remah dan lembap, maka pemindahan ini tidak terlalu sulit. Ada baiknya bila kemudian akar sikas dicuci bersih dengan air mengalir. Namun perlu hati hati agar tidak sampai merusakknya. Bibit ini selanjutnya dimasukkan ke dalam pot yang sudah dipersiapkan sebelumnya, tepat di tengah tengah pot. Akar akarnya diatur menyebar memenuhi penampang pot, lalu diatasnya diisi media tanam lagi. Agar media bisa agak padat, bisa dibantu dengan sedikit ditekan atau ditusuk tusuk dengan menggunakan kayu kecil. Pengisian media tidak perlu sampai penuh benar, cukup sampai batas leher akar.

Sampai tahap ini, cara menanam sikas dalam pot telah selesai, kemudian tinggal mengairinya dengan menggunakan emrat. Bisa juga dengan merendam pantat pot sampai medianya cukup basah. Kadang kadang, setelah diairi medianya menjadi menyusut. Kalau ini terjadi, ke dalam pot bisa diisikan lagi media sampai mencapai bibir pot. Pot yang sudah berisi sikas ini kemudian ditempatkan di tempat yang cukup sinar, tetapi tidak terkena terpaan panas matahari langsung. Setelah beberapa hari dan terlihat sikas sudah tumbuh baik, pot bisa dipindahkan ke tempat yang menerima sinar matahari penuh. Sikas memang senang berpanas panasan dan mandi matahari meskipun dia juga tahan dipajang di dalam ruang beberapa hari.

Cara Menanam Sikas di Taman

Hampir semua jenis sikas menyukai tempat – tempat yang panas, penuh dengan terpaan panas matahari. Jenis jenis sikas yang cepat tumbuh, cepat bongsor dan dapat tumbuh besar akan lebih cocok bila ditanam di halam terbuka atau di tempat yang terbuka lainnya. Daun daunnya akan bebas berkembang menjadi panjang dan lebar. Jenis jenis ini misalnya pakis haji atau C. rumphii, C. media dan sebagainya. Sedang C. revoluta yang lambat pertumbuhannya akan lebih cocok kalau ditanam dalam pot. Hanya, kalau sudah cukup tua dan beranak pinak sehingga pot tidak sanggu pagi menampungnya, bolehlah si babon dipindah ke taman dan anak anaknya tetap menunggu dalam pot.

Meskipun sikas nantinya akan ditanam di halaman, namun sebaiknya bibit yang dari persemaian ditanam dulu dalam pot sampai cukup besar dan cukup kuat untuk hidup di taman. Sikas dapat ditanam di mana saja di taman, di sudut atau di tengah tengah atau di teritisan. Bisa juga sikas ditanam sendirian atau agak berkelompok dengan tanaman lain, atau dijadikan tanaman sentral yaitu disekelilingnya ditanami tanaman yang lebih pendek.

Mula mula perlu dipersiapkan dulu lubang di tempat yang akan ditanami sikas. Ukurannya tergantung jenis dan besarnya sikas. Kira kira hampr dua kali ukuran pot semula. Di bagian bawah lubang ini dilapisi pasir setebal 5 – 10 cm dan jika perlu disemprot pestisida. Di atas lapisan pasir ini dimasukkan media tanam yang komposisinya sama dengan media tanam untuk pot. Pengisian media tanam ini tidak perlu sampai penuh, tetapi secukupnya saja sehingga nanti jika sikas dimasukkan ke dalamnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Sikas yang sudah dibesarkan dalam pot kemudian bisa dibongkar dengan memcahkan potnya. Atau jika sayang potnya, bisa dengan cara berikut ini :

  • Mula mula batang sikas dipegang dengan tangan kiri lalu pot dirubuhkan.
  • Sambil mengetuk ngetuk pinggiran pot dengan palu misalnya, sikas ditarik pelan pelan sampai terlepas dari pot. Jika sikas sulit lepas, tanah dalam pot bisa dibasahi sedikit dulu.
  • Setelah lepas, tanah dalam potnya, media yang ada di bagian akar dikorek korek pinggirnya dengan garpu. Hal ini perlu dikerjakan dengan hati hati agar tanah tidak berantakan dan akarnya tidak rusak karenanya.
  • Kalau misalnya ada bagian akar yang rusak atau mati, bagian tersesebut dihilangkan saja dengan menguntingnya.

Langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan sikas tersebut ke dalam lubang yang sudah dipersiapkan tadi. Tanaman sikas ini diletakkan di tengah tengah lubang dengan posisi tegak, lalu ditimbun dengan media tanam sampai ke batas media pot yang ada atau sampai leher akar. Bagian pinggirnya lalu dipadatkan dengan ditekan tekan dan ditusuk tusuk dengan tongkat atau batang kayu kecil. Demikian seterusnya sampai media cukup memenuhi lubang. Nah, setelah in sikas bisa diari sampai cukup basah. Aoabila media tanamnya menyusut, bisa ditambahkan lagi media tanam ke dalamnya. Sekarang sikas pun sudah berdiri tertanam di taman anda.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *