Cara Menanam Tanaman Semangka

SemangkaCara Menanam Tanaman Semangka
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menanam semangka yaitu penentuan jarak tanam, perlubangan mulsa dan pembuatan lubang tanam, pengairan bedengan, pemilihan bibit siap tanam, perlakuan bibit serta penanamannya.
Penentuan Jarak Tanam Semangka
Penentuan jarak tanam sangat dipengaruhi oleh tingkat kesuburan lahan, lebar bedengan dan sistem perakaran tanaman. Bila jaraknya terlalu dekat, kompetisi antar tanaman dapat terjadi. Sebaliknya, bila terlalu lebar, penggunaan lahan menjadi tidak efektif.

Pada bedengan yang lebarnya hanya 90 cm, biasanya penanamannya dilakukan di tengah bedengan sehingga jarak tanamnya sebaiknya 65-70 cm. Sementara pada bedengan yang lebarnya 110-120 cm, biasanya penanamannya dilakukan dua baris zig zag dengan jarak tanam antar baris 75-80 cm.

Pelubangan Mulsa dan Pembuatan Lubang Tanaman
Pembuatan mulsa dan pembuatan lubang tanam untuk menanam tanaman semangka tergantung dari bahan mulsa yang digunakan. Saya lebih menyarankan penggunaan mulsa berbahan organik seperti jerami atau bokashi. Mulsa organik lebih mudah dilubangi daripada mulsa plastik, yaitu dengan menggunakan tangan sebelum dibuat lubang tanam. Pelubangan mulsa dapat dilakukan setiap saat. Jarak pelubangan mulsa harus disesuaikan dengan jarak tanaman.

Setelah mulsa dikuakkan, lubang tanamnya dapat dibuat dengan cara menggalinya. Penggalian lubang ini dapat dilakukan dengan tangan. Ukuran lubang tanam harus disesuaikan dengan ukuran polybag bibit. Lubang tanam sebaiknya dibuat sehari sebelum menanam tanaman semangka.

Pengairan Bedengan
Maksud dari pengairan bedengan adalah untuk menjaga agar bedengan tidak retak dan air dalam bedengan tersedia. Pengairan bedengan ini hanya dilakukan pada musim kemarau. Sementara pada musim hujan, pengairan bedengan tidak perlu dilakukan atau bahkan mungkin airnya berlebihan sehingga perlu dibuang
Pada musim kemarau, pengairan bedengan dilakukan secara berkala, misalnya seminggu sekali. Pengairan pertama dilakukan tiga hari sebelum tanam. Untuk mengairi bedengan dilakukan dengan cara saluran pembuangan air dari bedengan ditutup, biarkan air ini tetap berada di bedengan untuk beberapa hari misalnya hingga sehari sesudah tanam. Untuk membuang air dari bedengan, caranya dengan membuka lubang pengeluaran dan pemasukan air dibuka.

Pemilihan Bibit Siap Tanam
Dalam menanam tanaman semangka salah satu faktor yang mempengaruhi sukses dan tidaknya penanaman adalah bibit. Bibit semangka hibrida yang layak dipindahtanamkan ke lahan adalah yang sudah berumur 10-14 hari. Biasanya bibit yang sudah siap tanam memiliki penampakan fisik kekar, daun hijau dan tidak cacat serta sedikitnya memiliki tiga helai daun. Umumnya di daerah dataran rendah perkembangan bibit akan lebih cepat dibandingkan dataran sedang atau tinggi. Oleh karena itu, umur bibit di dataran rendah dapat ditanam pada umur 10 hari saja.

Perlakuan Bibit
Sebelum anda menanam bibit tanaman semangka sebaiknya bibit dicelupkan ke dalam larutan fungisida Previcur N dengan konsentrasi 2 ml/l selama 5 menit. Pencelupan ini dimaksudkan agar serangan berbagai jenis jamur dapat ditangkal. Caranya ialah bibit yang sudah diseleksi dan siap ditanam ditata rapi di atas ember atau baskom besar. Kemudian larutan fungisida tersebut dituang perlahan lahan hingga setinggi leher akar. Setelah sekitar 5 menit, bibit tersebut diangkat dan dapat langsung diangkut untuk diletakkan di sekitar lubang tanam.

Menanam Semangka
Sebelum anda menanam semangka, permukaan tanah media semai harus sedikit dipadatkan dengan jari tangan. Ini dilakukan agar media semai tidak hancur dan tetap menempel pada akar bibit. Tanah yang masih menempel pada bibit akan membuat presentase bibit dapat hidup menjadi tinggi.
Jika sudah padat tanamlah bibit semangka ke dalam tanah, sebaiknya anda menanam semangka pada sore hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *