Cara Mengobati Luka Kucing dengan Benar

14 views

mengobati kucing lukaLuka kucing dapat disebabkan oleh beberapa hal, baik itu karena berantem, disakiti manusia atau karena tertabrak kedaraan. Mengetahui cara mengobati luka kucing ini menjadi sesuatu hal yang penting dikarenakan jika tidak di tangani dengan baik, pada luka tersebut dapat terjadi infeksi yang akan semakin membahayakan keselamatan kucing.

Penanganan mengobati luka ini juga tergantung dari jenis luka yang dialami kucing, berikut adalah beberapa cara mengobati luka kucing tergantung dari jenis lukanya.

Luka Dalam

Dimaksud dengan luka dalam adalah luka yang sudah sampai ke jaringan yang lebih dalam seperti otot, tendon dan tulang. Pendarahan pada luka dalam diakibatkan oleh putusnya pembuluh darah dan ligamen. Luka dalam pun selalu dijilati hewan.

Cara mengobati kucing yang mengalami luka dalam dapat dilakukan dngan terlebih dahulu memasang ikatan mulut sebagai tindakan berjaga jaga dan kewaspadaan. Selanjutnya bulu bulu disekitar luka dicukur bersih untuk mengetahui besar dan dalamnya dengan jelas. Setelah itu, luka dibersihkan dengan larutan antiseptik. Bila luka membengkak, demam dan kucing tidak mau makan atau minum, segeralah dibawa ke dokter hewan.

Luka Tusuk

Mungkn ada orang jahil atau karena takut dengan perilakunya, akhirnya kucing dibacok atau ditusuk dengan benda tajam. Selain itu, sering terjadi luka karena gigitan taring lawan berkelahinya atau tembakapan perulu senapan angin (secara sengaja atau tidak). Namun, selain luka tusuk, sebenarnya luka tembak ini juga dapat digolongkan sebagai luka dalam. Luka tusuk biasanya berlubang kecil, bulat, berwarna merah, bengkak serta nyeri kalau di raba.

Cara mengobati luka tusuk kucing dapat dilakukan dengna mengikatkan tali pada mulutnya, lalu bulu di sekitar luka dicukur bersih untuk mengetahui kondisi luka. Selanjutnya, lakukan rabaan dengan memijat (palpasi dalam) ke arah luar apakah ada benda asing di dalamnya seperti peluru, potongan kayu, kaca atau besi. Jika tidak ada, luka dibersihkan dengan cairan antiseptik. Oleh karena luka tusuk cenderung merusa jaringan yang lebih dalam, setelah luka dibersihkan sebaiknya segera dibawa kedokter hewan. Luka demikian biasaya dapat menyebabkan infeksi atau kemungkinan fistula, yaitu luka seperti terowongan berisi nanah dan darah.

Trauma Fisik

Di kota yang ramai lalu lintasnya seperti Jakarta sangat sering terjadi cedera pada kucing akibat trauma fisik. Trauma fisik dapat berupa tertabrak kendaraan bermotor. Selain tertabrak, dapat saja kucing menabrak tembok, pagar berduri atau seng yang tajam saat ia berlarian atau berkejaran.

Bila benturan fisik cukup keras, mungkin kucing menderita shock. Oleh karena itu, pertolongan pertamanya diarahkan untuk menolong keadaan shock tersebut.

Upaya P3k hewan yang mengalami trauma fisik adalah dengan memeriksa secara teliti ada tidaknya luka atau pendarahan luar (external bleeding) dan pendarahan dalam (internal bleeding). Pendarahan dalam ditunjukkan dengan keluarnya darah melalui hidung, mulut, anus atau penis / vulva. Setelah itu, periksa dengan teliti dan hati hati keadaan sendi tulang dengan cara meraba sendi untuk memastikan ada tidaknya sendi yang meleset (dislcation) dan tulang patah atau remuk (fracture). Adanya tulang remuk terkadang memperdengankan suara “kresek … kresek” kalau diraba. Kalau kucing dalam keadaan shock atau depresi berat, sebaiknya segera di konsultasikan dengan dokter hewan agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk radiologis.

Benda Asing Dalam Tubuh

Adakalanya benda asing seperti potongan kayu, tulang, paku, duri, kaca, anak panah ataupun peluru dapat bertengger di dalam jaringan tubuh kucing. Upaya pertolongan pertama yang harus dilakukan jika kucing anda yang mengalami hal ini adalah dengan memberi penutup dari kasa steril atau kain yang agak tebal pada bagian tubuh tersebut untuk menjaga kemungkinan terjadinya pneumothorax. Jangan sekali kali mencabut benda asing karena ada kalanya dapat menyumbat pendarahan, terlebih kalau benda asing tersebut mengait ata tertancap di bagian dada. Selanjutnya segera bawa dkucing ke dokter hewan untuk perawatan intensif.

Itulah beberapa cara mengobati luka kucing yang anda bisa praktekkan tergantung jenis dan kondisi luka. Selain itu upaya pencegahan agar tidak terjadinya luka sebaiknya anda nomer satukan, karena bagaimanapun juga mencegah lebih baik daripada mengobati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *