Cara Menyusun Ransum Sapi

Ransum Pakan SapiCara Menyusun Ransum Sapi

Program penggemukan sapi potong memerlukan pengetahuan yang baik tentang bagaimana menyusun ransum sapi potong yang sesuai dengan kebetuhan sapi, baik dari segi gizi maupun nutrisi untuk meningkatkan produksi daging sapi. Peternakan tradisional sering mengabaikan pemenuhan nutrisi pada sapi ternaknya.

Pola pemeliharaan yang bersifat sambilan juga mengabaikan pakan berkualitas tinggi. Sehingga, kedua hal tersebut menyebabkan kerugian di pihak peternak karena harus memelihara sapi dalam waktu yang lama sedangkan produksi dagingnya tidak meningkat secara signifikan atau pertumbuhan bobot harian sapi sangat rendah.

Agar kondisi tersebut tidak terjadi, sebaiknya dalam beternak sapi potong kita tetap memperhatikan komposisi ransum sapi potong yang seimbang. Berikut ini hal hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan ransum

  1. Perhatikan kandungan nutrisi
    Ransum pakan seimbang merupakan ransum yang diberikan 24 jam dengan kandungan nutrisi dan perbandingan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan tujuan pemeliharaan ternak. Dengan perhitungan ransum yang tepat, pakan yang diberikan akan terkontrol sehingga jumlahnya tidak berlebihan dan merugikan kita.
  2. Perhatikan Biaya Ransum
    Selain agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sapi, bahan bahan pakan penyusun ransum juga harus murah.Karena itu, bahan pakan yang digunakan sebaiknya yang tersedia di tempat peternak sendiri. Agar biaya lebih murah, jika memungkinkan hindari atau minimalkan bahan pakan yang berasal dari luar daerah. Pasalnya bahan pakan tersebut umumnya lebih mahal karena ada tambahan biaya transportasi. Bahan dari luar daerah bisa saja digunakan jika harganya terjangkau.
  3. Bahan Ransum Sapi Murah Berkualitas
    Untuk meminimalkan biaya produksi sebaiknya kita mengoptimalkan penggunaan bahan pakan asal limbah pertanian, perkebunan dan agroindustri. Selain menurunkan biaya biaya ransum, limbah tersebut diketahui juga mampu meningkatkan produktivitas sapi potong secara optimal.
    Produksi terbesar limbah pertanian adalah jerami padi, berturut turut kemudian brangkasan jagung, kacang tanah, kedelai, pucuk ubi kayu dan  ubi jalar. Limbah pertanian ini mempunyai kandungan nitrogen yang rendah, kandungan selulosa yang tinggi serta pada umumnya kandungan mineral utama seperti kalsium, fosfor,cobalt, tembaga dan sodium rendah. Dengan karakter seperti itu, limbah pertanian cenderung memiliki kandungan gizi rendah oleh karena itu perlu dilakukan perlakuan khusus terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan gizi pada pakan sapi tersebut seperti dengan menggunakan teknologi fermentasi pakan sapi.
  4. Tambahkan suplemen
    Untuk kebutuhan ransum seimbang, maka perlu dilakukan suplementasi dengan multinutrien untuk membentuk keseimbangan kondisi rumen dan memenuhi kebutuhan nutrisi. Keseimbangan kondisi rumen dibutuhkan meningkatkan kecernaan sehingga dapat meningkatkan efisiensi pakan.

Agar anda dalam Menyusun Ransum Sapi tidak merugi karena kesalahan komposisi, maka  berikut kami uraikan cara menyusun ransum sapi.

Komponen ransum terdiri dari dedak padi kasar, onggok, dedak jagung, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah serta mineral seperti garam dapur, tepung tulang dan kapur. Ransum yang akan diberikan kepada sapi harus diaduk menjadi campuran yang homogenik terlebih dahulu. Biasanya mencampur ransum bisa dengan bantuan mesin pencampur atau manual. Jika menggunakan cara manual berikut hal yang harus anda lakukan

  1. Siapkan tempat pencampuran ransum, kalau menggunakan lantai pastikan lantai dalam keadaan bersih dan kering
  2. Siapkan alat alat untuk mencampur, misalnya timbangan, sekop dan ember. Pastikan alat dalam keadaan bersih
  3. Siapkan bahan bahan ransum sapi yang akan dicampur
  4. Timbang bahan ransum yang memiliki jumlah terbanyak kemudian hamparkan di lantai
  5. Ulangi proses tersebut pada bahan kedua terbanyak dan hamparkan hasil timbangan di atas bahan pertama, demikian seterusnya
  6. Aduk dengan sekop sampai menjadi campuran ransum yang homogenik

Kebutuhan ransum dalam penggemukan sapi potong bukan sekedar membuat sapi kenyang, akan tetapi harus mempertimbangkan peningkatan bobot sapi atau produksi dagingnya. Ransum yang tepat tentu dapat meningkatkan pertumbhan daging sehingga bobotnya juga meningkat.

Pemberian ransum sapi potong perlu diatur atau dijadwalkan sedemikian rupa. Tujuannya adalah untuk mendapatkan dampak seefektif mungkin atas tingkat kecernaan ransum setinggi tingginya.

Dalam pemberian pakan sapi, memberikan hijauan dan ransum dalam waktu bersamaan ternyata bisa menurunkan kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum. Penyebabnya adalah mikroorganisme dalam rumen memiliki kemampuan mencerna ransum lebih dahulu dibandingkan hijauan sehingga tidak direkomendasikan untuk memberikan hijauan dan ransum sapi secara bersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *