Cara Merawat Anthurium dengan Baik

AnthuriumCara merawat anthurium tidaklah sulit, pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang media tanam. Kali ini marilah kita bahas step berikutnya dalam cara merawat anthurium yaitu masalah pemupukkan, penyiraman dan repotting.

Pemupukan Anthurium

Anthurium seperti halnya tanaman lainnya, membutuhkan unsur hara untuk menunjang pertumbuhannya. Karena itu, pemupukan tetap harus dilakukan agar anthurium cukup mendapatkan suplai hara. Jenis pupuk yang diberikan harus sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman. Saat dalam masa vegetatif, berikan pupuk dengan kandungan nitrogen (N) lebih banyak, baik itu berupa pupuk cair maupun butiran.

Namun saat tanaman memasuki masa generatif, berikan pupuk dengan kandungan P dan K tinggi. Pemberian dua unsur hara ini dapat memancing tumbuhnya bunga, untuk aplikasinya diberikan sesuai yang tertera dalam kemasan. Pupuk slow release bisa diberikan setiap 3-5 bulan sekali dengan menyebarkannya secara merata ke sekeliling tanaman. Lebih baik lagi jika pupuk majemuk dicampur ke media tanam sebelum ditanami. Caranya, pupuk dimasukkan kemudian ditutup lagi dengan media. Dengan demikian, kandungan hara pupuk akan lebih lama bertahan di media.

Selain itu, bisa juga diberikan pupuk yang mudah larut ke dalam air yang disemprotkan ke tanaman atau disiramkan ke media. Sementara itu, pupuk daun bisa diberikan setiap 1-2 minggu sekali. Langkah itu untuk mempertahankan kondisi daun agar tetap prima dan juga mempercepat pertumbuhan daun. Sebaiknya pemupukan dilakukan pada pagi atau sore hari agar unsur hara tidak cepat menguap karena terkena matahari.

Baca Juga : Media Tanam Anthurium Supaya Tumbuh Baik

Dalam melakukan pemupukan ini ada beberapa tips yang bisa anda lakukan

  • Jangan menyemprotkan pupuk dalam dosis tinggi karena akan merusak daun. Untuk menghindari residu pada helai daun, siramlah daun dengan air murni sesudah enam jam penyemprotan. Sebaiknya, penyemprotan dilakukan pada pagi hari saat aktivitas fisiologi tanaman paling tinggi.
  • Jika terlihat gejala kekurangan hara pada tanaman, tambahkan pupuk majemuk sesuai gejala yang muncul dengan cara disiram atau disemprotkan ke tanaman.
  • Semprot tanaman dengan pupuk daun berkadar NPK seimbang atau yang memiliki perbandingan 2 : 1 : 1 setiap dua minggu sekali.
  • Tambahkan pupuk organik atau pupuk kandang sebanyak 50 gram per tanaman setiap satu bulan sekali. Untuk tanaman besar, dosisnya dapat diperbanyak.
  • Gunakan pupuk lambat urai untuk menjamin ketersediaan hara bagi tanaman dalam jangka lama. Jenis pupuk yang bisa digunakan antara lain Dekastar, Nutricote dan Osmocote. Pilih dari semua pupuk tersebut yang kandungan NPKnya paling seimbang.

Penyiraman

Cara merawat anthurium berikutnya yang perlu anda perhatikan adalah masalah penyiraman. Sebaiknya, penyiraman anthurium dilakukan saat pagi hari sebelum pukul 10.00 dan sore hari sebelum pukul 17.00. Sebab, jika penyiraman dilakukan saat terik matahari, air akan cepat menguap. Lakukan juga penyiangan rumput liar atau gulma yang tumbuh di media tanam. Frekuensi penyiraman juga sangat tergantung kondisi cuaca, jika sedang musim hujan penyiraman cukup dilakukan sekali, yakni pada pagi hari. Namun, jika media masih basah tidak perlu disiram lagi. Sementara itu, jika sedang musim panas penyiraman bisa dilakukan 2-3 kali sehari. Agar pertumbuhannya maksimal, penyiraman dilakukan hingga air membasahi seluruh perakaran atau di samping pot agar tanaman tidak terserang penyakit busuk akar.

Cara melakukan penyiraman yang baik adalah dengan mengarahkan ujung selang atau sprayer ke permukaan media. Usahakan aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga air tidak mengikis media. Sesekali penyiraman dilakukan dengan mengarahkan ke daun daunnya agar debu dan kotoran yang menempel tercuci bersih. Dengan demikian, daun daun anthurium akan selalu terlihat terawat dan bersih. Selain itu, kelembapan tanaman juga terpenuhi.

Repotting

Jika perakaran anthurium sudah muncul dipermukaan atau ukuran pot tidak sesuai lagi dengan tanaman, sudah saatnya pot diganti agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat. Istilah ini sering disebut dengan repotting. Umumnya, repotting dilakukan setiap setahun sekali. Namun, apabila ditemukan gejala adanya jamur atau bakteri yang menyerang akar, sebaiknya tanaman harus diperiksa, diobati, diganti media tanamnya dan sekaligus potnya. Repotting harus dilakukan dengan hati hati. Jangan sekali kali menarik atau mencabutnya karena bisa merusak perakaran. Lalu, periksa kondisi akar, potong akar yang membusuk. Setelah itu, masukkan tanam ke dalam pot baru yang lebih proposional dalam posisi simetris, isi dengan media tanam sampai penuh. Terakhir, siram tanaman dan letakkan di tempat teduh.

Itulah 3 cara merawat anthurium yang perlu anda perhatikan, dari ketiga hal diatas yang paling sering disepelekan adalah masalah repotting. Padahal repotting setiap tahun penting dilakukan agar tanaman tumbuh dengan baik.

Related Posts

Add Comment