Cara Merawat Bunga Euphorbia Agar Cantik Menawan

Bunga euphorbiaMasih banyak orang yang bertanya, Bagaimana sih cara merawat bunga euphorbia supaya bisa tampil menawan? Selama ini mereka kecewa karena tanaman kesayangannya enggan berbunga meskipun telah disiram dan dipupuk. Kalaupun mau berbunga, bunganya tampak tidak ngejreng, bahkan tanamannya ada yang langsung tewas. Cara merawat bunga euphobia dapat anda lakukan dengan langkah berikut ini.

Air tak boleh berlebihan

Bunga euphorbia termasuk tanaman yang menyukai air, tetapi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Jika kelebihan air resikonya tinggi, yakni pertumbuhan terhambat, daun daun menguning dan akarnya membusuk. Akar yang busuk berwarna cokelat dan jika dipegang lembek mirip bubur. Sebaliknya, jika kekurangan air menyebabkan akarnya mengerut, daun menguning gampang rontok dan sosoknya kerdil. Jika dibiarkan berlarut, tanaman tampak merana dan taka lama lagi akan mati.

Mendeteksi kering – basahnya media tanaman euphorbia tidak hanya dengan melihat permukaannya. Namun, disarankan memasukkan atau menusukkan jari telunjuk ke dalam media sedalam 1-2 cm. Jika terasa kering, berarti sudah saatnya euphorbia beserta media tanamnya disiram. Penyiraman bisa menggunakan gembor atau sprayer agar titik titik air yang jatuh ke tanaman tidak terlalu keras, sehingga baik daun maupun bunganya terhindar dari kerusakan. Penyiraman boleh mengenai seluruh bagian tanaman, termasuk daun daunnya, sehingga tanaman tampak segar dan tidak kusam.

Waktu penyiraman yang paling berisiko adalah pada siang hari bolong. Penyiraman pada siang bolong bisa berakibat fatal. Bisa bisa euphorbia stres karena plasmolisis, artinya tertariknya cairan tanaman ke luar. Idealnya, penyiraman dilakukan pada pagi hari, pukul 08.00 – 09.00 atau pada sore hari pukul 15.00 – 16.00.

Unsur nitrogen

Dalam merawat bunga euphorbia, selain masalah air unsur nitrogen perlu anda perhatikan. Hal ini dikarenakan unsur nitrogen mutlak dibutuhkan tanaman, yang perlu anda cermati yaitu kapan harus menambah nitrogen dan kapan menguranginya. Pada awal pertumbuhan (fase vegetatif), bunga euphorbia membutuhkan nitrogen untuk membentuk daun, batang dan akar. Kekurangan nitrogen pada fase ini bisa menyebabkan tanaman euphorbia menjadi kerdil. Sebaliknya, jika berlebihan, daun akan subur dan tidak mau berbunga. Namun, saat tanaman mulai berbunga (fase generatif), unsur nitrogen justru harus dikurangi.

Euphorbia yang baru saja ditanan tidak perlu dipupuk atau dipuasakan lebih dahulu. Pemupukan sebaiknya dilakukan setelah berumur dua minggu dan dilakukan seminggu sekali. Pupuk yang disarankan adalah NPK 20 : 15 : 15 dengan dosisnya satu pot tanaman sebanyak 1 gram NPK yang dilarutkan dalam 1 liter air. Setelah euphorbia berumur tiga bulan, gunakan pupuk slow release. Contohnya Osmocote, Dekastar, Megamp atau pupuk jenis lain yang kandungan fosfor dan kaliumnya tinggi. Benamkan pupuk diseputar tanaman dengan dosis 5 gram per tanaman. Pemupukan ini dilakukan tiga bulan sekali.

Pangkas agar menawan

Mempercantik bunga euphorbia bisa dilakukan dengan cara pemangkasan. Tujuan pemangkasan adalah mengurangi penguapan sekaligus mempercantik tajuk tanaman. Pertama, pangkas cabang cabang yang tumbuh berserakan. Setelah itu, pangkas tunas baru yang muncul saat tanaman berumur setahun. Jika tanaman sudah berbunga sebelum tanaman berumur setahun, bunga bunga tersebut sebaiknya juga dipangkas. Setelah berumur setahun, terlihatlah tajuk yang bagus. Nah, disanalah bunga bunga bermunculan. Lama mekarnya, sekitar dua bulan. Sesudah itu bunga euphorbia mulai pudar, kusam dan akhirnya layu. Karena itu tanaman harus segera dipangkas lagi agar muncul bunga bunga baru.

Itulah cara merawat bunga euphorbia yang harus anda perhatikan, jika sudah memperhatikan 3 hal diatas dijamin deh tanaman euphorbia anda akan tumbuh subur dan berbunga dengan indah sehingga bisa menghiasi rumah anda.

Related Posts

Add Comment