Cara Pembenihan Ikan Nila di Kolam Terpal

Cara Pembenihan Ikan Nila Di Kolam Terpal – Potensi usaha pembenihan ikan nila akan berkembang dan tumbuh pesat sesuai dengan segmen pembesarannya. Bila usaha pembesarannya berkembang pesat, tentu saja usaha pembenihannya juga dapat berkembang dengan baik. Seperti di daerah klaten, Jawa Tengah. Usaha pembesaran nila berkembang baik sehingga usaha pembenihan ikan nila juga berkembang.

A. Peluang Usaha Pembenihan Ikan Nila di Kolam Terpal Terpal

Pembenihan ikan nila (Oreocromis niloticus) termasuk mudah dilakukan. Salah satu faktornya adalah kemudahannya dalam memijah dan tidak membutuhkan tehnik yang sulit. Bahkan sering terjadi pemijahan yang tidak dikehendaki. Adapun frekuensi pemijahan nila dalam satu tahun minimal 6 kali karena recovery gonad induk betina sekitar 1-2 bulan. Seekor induk betina dapat menghasilkan 300-3000 butir telur, tergantung bobot induk betina.

B. Memulai Usaha Pembenihan Ikan Nila di Kolam Terpal

Untuk memulai usaha pembenihan ikan nila di kolam terpal anda perlu melakukan hal hal berikut ini :

  1.  Pilih lokasi yang memiliki air dengan pH 6,5 – 8,5 , suhu 24-32 C, oksigen terlarut 3 ppm dan lingkungannya tidak tercemar limbah
  2. Buat kolam menggunakan terpal dengan luas kolam induk 80 m2, kolam pemijahan 80 m2 dan kolam pendederan 160 m2
  3. Pasang hapa ukuran 1m x 2m x 3m pada kolam pemijahan
  4. Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti wadah benih, seser, pompa air, termometer dan pH kit.
  5. Siapkan induk yang telah matang telur
  6. Masukkan induk pada kolam pemijahan dengan perbandingan antara induk jantan dan betina 1:3

C. Kendala Usaha Pembenihan Ikan Nila di Kolam Terpal

Setiap usaha tentu ada kendalanya begitu juga dengan Usaha Pembenihan Ikan Nila di Kolam Terpal,  berikut beberapa kendala yang sering terjadi dalam Pembenihan ikan nila

  1. Sering terjadi inbreeding sehingga kualitas benih pada keturunan berikutnya menurun
  2. Air kolam yang kotor dapat menghambat atau merusak pertumbuhan telur
  3. Perkembangan tidak terkontrol karena mudah memijah

D. Strategi Mengatasi Kendala

  1. Pastikan tempat pemeliharaan induk jantan dan betina terpisah
  2. Masukkan induk yang telah dipilih ke dalam kolam pemijahan. Biarkan induk memilih pasangannya. Setelah terjadi pembuahan telur akan dierami di dalam mulut induk betina selama 4-5 hari hingga menetas
  3. Sekitar 2-3 hari setelah menetas, larva diberi pakan berupa pakan alami (rotiferea, daphnia/moina) atau pakan buatan serbuj.
  4. Lakukan pergantian air rutin selama perawatan larva
  5. Panen nila setelah dipelihara selama 1-2 bulan
  6. Lakukan perawatan mulai dari larva untuk membuat ikan nila jantan (seks reserval). Nila jantah memiliki pertumbuhan lebih cepat dan dagingnya lebih tebal
  7. Untuk mendapatkan induk yang berkualitas, sebaiknya anda membeli ke tempat yang terpercaya seperti pada sentra produksi nila di Tasikmalaya, Bandung, Bogor, Sukabumi, Ciamis serta Parung untuk jawa barat dan Semarang, Banjanegara, banyumas, Cilacap serta Temanggung untuk jawa tengah.

E. Pasar

Permintaan benih ikan nila sangat tinggi dan datang dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia. Peluang pasarnya sangat menjanjikan. Cianjur yang termasuk sentra produksi nila pun masih keteteran dalam memenuhi permintaan benih yang tidak pernah surut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *