Cara Pemupukan Cabe Rawit dalam Polybag

Cara Pemupukan Cabe Rawit dalam Polybag – Tujuan pemupukan adalah menyediakan unsur hara yang cukup sesuai kebutuhan tanaman. Karena media tanam dalam polybag sangat terbatas kuantitasnya, kualitas media tanam dalam polybag harus betul betul terjaga. Pada fase pertumbuhan, seperti halnya tanaman lain tanaman cabe rawit memerlukan suplai unsur nitrogen (N). Setelah berkembang dewasa dan menjelang masa produktif – berbunga dan berbuah – diperlukan tambahan unsur fosfor (p) dan kalium k).

Ada 2 jenis pupuk yang kita kenal, yakni pupuk organik dan pupuk kimia. Keduanya dapat digunakan untuk memupuk cabe rawit dalam polybag. Pupuk organik bersifat alamiah dan tidak mengandung unsur kimia sehingga lebih ramah lingkungan.

Pupuk organik umumnya mengandung nutrisi lengkap, baik unsur makro maupun unsur mikro. Keduanya sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan tanaman. Unsur hara makro merupakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak, seperti N, P, K, S, Mg dan Ca. Sementara, unsur hara mikro merupakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil dan jika terdapat secara berlebihan justru akan mematikan tanaman cabe rawit, seperti Fe, Mn, Zn, Cu, Mo dan B. Oleh karena mengandung nutrisi lengkap, pupuk organik sangat baik untuk memperbaiki kondisi tanah.

Pupuk kimia kebanyakan hanya mengandung unsur hara makro, kecuali disebutkan sebagai pupuk lengkap. Pupuk yang termasuk pupuk kimia antara lain pupuk urea (sumber nitrogen), pupuk TSP (sumber fosfor), dan KCL (sumber kalium). Pupuk kimia bisa diberikan dalam bentuk pupuk tunggal atau majemuk (NPK).

Dosis pemupukan cabe rawit dalam polybag

Cara pemupukan cabe rawit dalam polybag yang akan saya tulis ini menggunakan pupuk organik cair dan pupuk daun anorganik. Pupuk organik cair sebelum digunakan diencerkan terlebih dulu dengan air. Dosis pengenceran berkisar antara 1-5 ml per 1 liter air, tergantung tingkat kesuburan media tanam. Semakin tidak subur medianya, semakin tinggi dosis campuran pupuknya.

Hal ini dapat dilihat dari hasil pemupukan. Jika dipupuk dengan dosis 2 ml pupuk organik cair dalam setiap liter air sudah menunjukkan pertumbuhan tanaman yang optimal, berarti dosisnya sudah tepat. Namun jika tanaman cabe pertumbuhannya lambat atau malah kerdil, berarti dosisnya terlalu encer sehingga perlu dipekatkan.

Pada masa awal pertumbuhannya, tanaman cabe memerlukan pertumbuhan daun yang optimal. Untuk itu, tanaman perlu disemprot dengan pupuk daun yang mengandung unsur N tinggi. Unsur N (nitrogen) berfungsi memacu pertumbuhan daun dan batang, disamping membantu pembentukkan akar. Dalam hal ini penulis menggunakan pupuk Gandasil D dan pupuk Growmore. Selain itu, dapat juga digunakan pupuk nitrogen berupa ZA yang dilarutkan dengan air. Takarannya 1 gram per liter air, disiramkan pada media tanam.

Menjelang fase produktif yaitu pada umur sekitar 70 hari, tanaman cabe rawit perlu diberikan pupuk P dab K. Dalam hal ini dapat digunakan pupuk majemuk NPK yang diencerkan dengan konsentrasi 1-2 g pupuk dilarutkan dalam 1 liter air. Kocorkan pupuk pada media tanam. Pupuk juga dapat diberikan lewat daun. Contoh pupuk daun antara lain Growmore 10-55-10 atau Gandasil B. Kedua pupuk yang berbentuk kristal tersebut mengandung unsur P dan K cukup tinggi dan berperan sebagai pemacu pertumbuhan bunga dan buah. Larutkan pupuk kristal tersebut dengan air, dengan konsentrasi 1-2 cc per liter air atau sesuai kebutuhan tanaman cabe rawit.

Selain pupuk berbentuk kristal, dapat digunakan pupuk cair organik maupun kimia. Pupuk cair organik lebih luwes penggunaanya, dapat berfungsi sebagai pupuk daun maupun pupuk akar. Jadi, bisa disemprotkan ke daun diguyurkan ke tanaman atau dikocorkan ke media tanam sebagai pupuk akar. Pemupukannya pun dapat dilakukan 2 kali sehari atau 2 minggu sekali, tergantung kebutuhan karena dampak negatifnya terhadap tanamn tidak ada. Kelemahan pempukan lewat daun adalah daya serap daun terhadap unsur hara sangat terbatas. Karena itu, pemupukan daun harus dilakukan sesering mungkin.

Fungsi Unsur Hara Makro Bagi Tanaman Cabe Rawit

Nitrogen (N) = Memacu pertumbuhan daun dan batang, membantu pembentukan akar
Fosfor (P) = Membantu pembentukkan bunga dan buah, mendorong pertumbuhan akar muda
Kalium (K) = Membantu pembentukan bunga dan buah, menguatkan tanaman
Kalsium (Ca) = Membantu pertumbuhan ujung ujung akar dan pembentukan bulu akar
Belerang (S) = Bersama unsur fosfor dapat mempertinggi kerja unsur lain dan memproduksi energi

Fungsi Unsur Hara Mikro Bagi Tanaman Cabe Rawit

Ferum (Fe) = Ikut dalam pembentukan zat hijau dan dan menghasilkan klorofil, membantu pembentukan enzim pernafasan.
Mangan (Mn) = Ikut dalam pembentukan zat hijau daun, membantu penyerapan nitrogen
Boron (B) = Membantu pertumbuhan meristem
Tembaga (Cu) = Berperan sebagai pembentuk klorofil dan ikut dalam proses fotosintesis, Ikut berperan dalam proses reprodksi
Seng (ZN) dan Molibdenum (Mo) = Ikut dalam pembentukan auksin (hormon tumbuh), Berperan dalam mengikat nitrogen sehingga unsur ini sangat penting untuk tanaman sayur mayur.

 

Related Posts

Add Comment