Cara Pemupukan Tanaman Cabe Merah Berdasarkan Jenis Pupuk

Cara Pemupukan Tanaman Cabe Merah Berdasarkan Jenis PupukCara Pemupukan Tanaman Cabe Merah Berdasarkan Jenis Pupuk

Menurut bentuknya, pupuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu pupuk padat dan pupuk cair. Selain dari bentuknya, kedua jenis pupuk itu memiliki perbedaan dalam hal cara pemberiannya.

Pupuk padat

Bila pupuk yang digunakan berupa pupuk tunggal padat (urea,TSP dan KCl) atau pupuk majemuk padat (NPK), pemberiannya ke tanaman dapat dilakukan dengan cara ditaburkan merata ke sekitar tanaman atau dilarutkan dulu ke dalam air. Biasanya sebelum ditaburkan pupuk tunggal dicampur terlebih dahulu.

Cara penaburan ini dinilai memboroskan pupuk. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan dengan cara larikan yaitu pupuk ditaburkan menuruk larikan tanaman. Penaburan di larikan tanaman biasanya bersamaan dengan penyiapan lahan. Setelah penaburan, pupuk ditutup dengan tanah agar tidak banyak yang menguap ke udara.

Selain cara penaburan anda dapat menggukan cara pelarutan, cara pelarutan tampaknya lebih menguntungkan bagi tanaman. Hal ini terjadi karena pupuk yang sudah larut dapat lansung diserap akar tanaman. Namun, bila tanaman sering terkena hujan atau banyak disiram, pupuk yang sudah larut itu akan mudah terbawa oleh air hujan atau siraman. Oleh karena itu pemupukan dengan cara pelarutan ini sebaiknya tidak dilakukan saat musim penghujan.

Pupuk Cair

Pupuk cair umumnya diberikan ke tanaman melalui penyemprotan ke tanaman/daun. Adapun hal hal yang perlu diperhatikan dalam penyemprotan pupuk cair adalah sebagai berikut.

– Air semprotan harus membasahi seluruh permukaan daun secara merata
– Waktu penyemprotan sebagaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar jam 8 – 10. Penyemprotan pada siang hari dapat menyebabkan daun layu, mengering kemudian tanamn cabe akan mati. Penyemprotan pada siang hari juga dapat menyebabkan air semprotan cepat menguap, padahal daun belum sempat menyerap larutan pupuk yang ada di dalam air.
– Pada saat menyemprot, perhatikan jarak penyemprotan agar pendistribusian bahan yang disemprotkan merata
– Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah atau tidak mendung agar larutan pupuk tidak terbuang saat terguyur hujan
– Lakukan penyemprotan saat tunas muda sudah tumbuh atau saat perbungaan sudah berubah menjadi bakal buah atau sudah menjadi pentil buah.
– Penyemprotan pada saat bunga mulai tumbuh atau sedang mekar akan merugikan tanaman karena pada kondisi ini tanaman cukup peka terhadap benda asing sehingga penyemprotan justru membuat bunga rontok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *