Cara Pengolahan Tanah Untuk Tanaman Cabe

Cara Pengolahan Tanah Untuk Tanaman CabeCara Pengolahan Tanah Untuk Tanaman Cabe

Pada prinsipnya tanaman cabe memerlukan tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak liat, tidak terlampau porous dan kaya akan bahan organik. Oleh karena itu, jika tanah yang akan digunakan tidak memliki karakteristik seperti itu maka harus diolah terlebih dahulu agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman cabe. Pengolahannya dapat dilakukan dengan cara dicangkul dan dibajak.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pengolahan tanah, yaitu penanaman cabe diareal sawah sebaiknya jangan dilakukan pada musim hujan. Sebaliknya perlu dihindari penanaman cabe di lahan kering (tegalan) pada musim kemarau, kecuali jika pengairannya baik. Meskipun demikian, sebenarnya cabe bisa ditanam di sembarang tempat dan sembarang asalkan lahan pertanaman disesuaikan dengan syarat tumbuhnya terlebih dahulu. Jika sudah diseuaikan, baru kemudian dapat dilakukan pengolahan tanah.

Pengolahan Tanah Secara Untuk Tanaman Cabe

Cara pengemburan tanah di lahan sawah cenderung agak berbeda dengan lahan tegalan. Hal ini dipengaruhi oleh waktu penanaman cabe pada masing masing jenis lahan. Penanaman cabe di lahan sawah biasanya dilakukan pada awal musim kemarau atau saat selesai panen padi. Sementara itu, penanaman di lahan tegalan cenderung dilakukan pada saat musim hujan.

Pengolahan tanah di lahan sawah.

Cara pengolahan tanah di lahan sawah meliput hal hal berikut ini.

1. Jerami sisa panen dibabat habis dan dibakar di tempat itu juga
2. Setelah jerami menjadi abu, pengolahan tanah bisa mulai dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul hingga tanah menjadi gembur.
3. Selanjutnya tanah diberi pupuk dasar sekaligus dibuatkan bedengan.

Pengolahan tanah di lahan tegalan

Cara pengolahan tanah di tegalan meliputi hal hal berikut ini.

1. Pembalikan tanah dilakukan dengan menggunakan alat bajak, tanah bagian bawah (sub soil) dibalik ke atas dan tanah bagian atas (top soil) yang kaya dengan bahan organik dibalik ke bawah. Dengan pengembalikan ini, lapisan tanah bagian atas yang terdiri atas lapisan tipis sisa tumbuhan (seresah) menjadi ikut terbalik ke lapisan bawah.
2. Selanjutnya tanah dicangkuli agar bongkahan tanah menjadi hancur sehingga sub soil dan top soil bercampur rata.
3. Setelah tidak berbongkah bongkah (hancur dan gembur) tanah diratakan dengan garu atau percangkulan.
4. Kemudian dibuatkan petakan atau guludan berikut parit atau selokan yang mengelilingi lahan. Parit ini berfungsi sebagai penampung air, pembuang air dan pemasukan air dari sungai, sumur pompa atau yang lainnya.
5. Secara umum kedalaman percangkulan untuk tanaman cabe sekitar 30 cm. Walaupun sebetulnya percangkulan di kedalaman 50 cm lebih baik tapi memerlukan biaya tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *