Cara Perkembangbiakan Jambu Biji

23 views

perkembangbiakan jambu bijiCara perkembangbiakan jambu biji dapat dilakukan secara generatif dengan biji. Meskipun demikian, bibit asal biji sering terjadi pemecahan atau penyimpangan sifat (segregasi) dari induknya dan umur berbuahnya lambat, sehingga pada umumnya digunakan sebagai batang bawah. Batang bawah tersebut digunakan pada perbanyakan secara vegetatif dengan penyambungan, seperti okulasi, susunan dan sambung pucuk atau grafting.

Perbanyakan vegetatif tanaman jambu biji yang banyak dipraktekan adalah okulasi. Selain itu, jambu biji dapat diperbanyak dengan cangkok. Kedua cara perkembangbiakan vegetatif tersebut akan disajikan dalam artikel ini.

Perkembangbiakan Jambu Biji Menggunakan Biji

Cara perkembangbiakan jambu biji menggunakan biji diawali dengan pemilihan buah yang memenuhi persyaratan, yaitu sudah cukup tua tetapi tidak jatuh hingga pecah. Buah terpilih dikupas dan diambil bijinya, lalu biji direndam dalam larutan asam chlorida (HCL) 5% selama 15 menit, kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang atau dengan air yang mengalir selama 10 menit. Biji ditiriskan atau dikeringanginkan selama 24 jam sehingga berkadar air antara 12 – 14%. Biji tersebut dikemas dalam wadah atau botol berwarna atau biji langsung disemaikan. Untuk menghindari serangan jamur, biji dapat dibalur dengan larutan Dithane M-45 atau fungsida lainnya.

Tempat semai benih jambu bij dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dalam kantong plastik (polybag) dan bedengan persemaian. Temat semai dalam polybag memiliki kelebihan, antara lain pada waktu bibit dipindahkan ke kebun tidak mengalami terhentinya (stagnasi) pertumbuhan dan tingkat kematian bibit relatif rendah,.

Perbanyakan Jambu Biji dengan Okulasi

Cara perkembangbiakan jambu biji yang kedua adalah okulasi. Okulasi pada dasarnya merupakan penggabungan atau penyambugan dua jenis tanaman yang sefamili untuk menghasilkan keturunan atau anakan yang mempunyai sifat sifat baik dari kedua pohon induknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangbiakan jambu biji secara okulasi adalah menyiapkan batang bawah dan entres.

Batang bawah dipilih bibit yang sudah berumur 8 – 12 bulan atau batangnya sebesar pensil, tumbuhnya sehat dan normal serta kulit batangnya mudah dikelupaskan. Sementara itu, entres (batang atas) dipilih dari tanaman yang menghasilkan buah unggul dan tumbuhnya sehat, ukuran cabang hampir sama denga batang bawah, telah berumur lebih kurang 1 tahun, berwarna hijau dengan garis keabu abuan atau kecokelatan serta mempunyai mata yang akan menonjol. Cabang enrtes yang akan diambil berada dalam keadaan sehat, ruas ruasnya panjang dan ukuran daun normal. Cabang entres yang akan dibawa jarak jauh perlu digunduli daunnya.

Teknik membawa cabang entres jarak jauh dapat dilakukan dengan 3 cara. Pertama, entres yang telah digunduli dimasukkan ke dalam kantong plastik yang telah diisi serbuk gergaji lembap, kemudian mulut kanng plastik ditutup dan siap dibawa. Kedua, cabang entres dimasukkan ke dalam kantong plastik lalu ditutup dengan kantong plastik yang berisi entres tersebut. Selanjutnya, bibit dibungkus dengan koran lembap, kemudian dibungkus lagi dengan kantong plastik yang berukuran lebih besar. Cara ketiga, entres dibungkus dengan gedebog pisang. Selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong plastik. Ketiga cara tersebut dapat mempertahankan entres segar selama kurang lebih 1 minggu. Begitu di tempat tujuan sebaiknya entres tersebut segera digunakan untuk penyambungan okulasi.

Prosedur perbanyakan jambu biji secara okulasi, mula mula siapkan alat dan bahan yang meliputi batang bawah, pisau okulasi, gunting setek, cabang entres dari pohon induk varietas unggul dan sarana penunjang lainnya. Selanjutnya, cara mengokulasi diawali dengan membersihkan batang bawah dari otoran yang menempel dengan cara dilap kain basah pada ketinggian 15 cm dari permukaan tanah, ukuran sayatan selebar 8 mm, kemudian lepaskan dari kayunya dan tarik kebawah, sehingga membentuk sepotong lidah yang panjangnya mencapai 4 cm.

Potong lidah tersebut hingga tinggal setengah bagian. Pada cabang entres lakukan penyayatan sebuah mata dengan kayunya sedikit, panjangnya lebih kurang 4 cm, kemudian angkat kayunya perlahan lahan sehingga matanya tidak terganggu. Masukkan atau sisipkan mata entres ke dalam celah sayatan batang bawah hingga sungguh sungguh pas dan menyatu. Balut bidang tempelan dengan tali rafia atau lembar plastik bening mulai dari bawah dan berakhir dibawah lagi tanpa menutup mata tunas.

Keberhasilan perkembangbiakan tanaman jambu biji dengan cara okulasi dapat diperiksa pada hari ke 14 sampai 21 setelah okulasi. Cara memeriksa okulasi dengan membuka pembalut tali rafia atau lembar plastik pembalut okulasi, kemudian diamati mata tempelnya. Bila mata tempel tampak cokelat dan kering sebagai pertanda okulsi gagal. Bila mata tempel berwarna hijau dan tampak segal berarti okulasi tersebut berhasil.

Pebanyakan dengan Cara Mencangkok

Cara perkembangbiakan tanaman jambu biji perlu memperhatikan pemilian pohon induk dan teknik mencangkok. Pohon induk dipilih dari varietas unggul yang tumbuhnya sehat, kemudian dilih juga cabang yang tumbuhnya vertikal dan berukuran sebesar ibu jari. Tata cara perbanyakan tanaman jambu biji dengan cangkok, mula mula siapkan alat dan bahan yang terdiri dari pisau, gunting pangkas, media cangkok berupa moss atau serbuk gergaji atau campuran tanah dengan pupuk kandang halus (perbandingan 1 : 1), pembalut cangkok (plastik atau sabut kelapa), zat pengatur tumbuh (rootone), tali rafia dan sarana penunjang lainnya.

Cara membuat cangkok, diawalai dengan membuat dua keratan melingkar pada cabang terpilih yang akan dicangkok, jarak antar keratan 3 – 5 cm dan letak sayatan sebaiknya di bawah buku cabang atau kuncup daun. Kelupaskan kulit cabang sayatan tadi, kemudian kerok lapisan kambiumnya hingga bagian kayunya tampak kering. Olesi bidang kayu yang dikerok lapisan kambiumnya dengan zat pengatur tumbuh, misalnya Rootone atau Atonik. Balut bidang sayatan dengan lembar plastik, kemudian ikat dengan tali rafia. lekatkan media cangkok hingga menutup semua permukaan bidang sayatan setebal 5 cm atau lebih hingga membentuk bulatan. Balut media cangkok tadi dengan plastik atau sabut kelapa, kemudian ujung atasnya diikat erat erat.

Bibit cangkok dapat dipotong dari pohon induknya setelah 1,5 – 3 bulan sejak pencangkokan. Bibit cangkok sebaiknya diadaptasikan telebih dahlu di sekitar lokasi penanaman. Caranya, mula mula bibit cangkok dibuang sebagian daun dan cabangnya untuk menghindari kelayuan, kemudian bibit cangkok tadi disemai dahulu dalam polybag yang telah diisi media campuran tanah dan pupuk kandang (1:1). Bibit cangkok tersebut disimpan di tempat yang teduh selama 2 – 4 minggu. Bibit cangkok yang tampak segar dan tumbuh tunas baru dapat segera di tanam di lahan atau kebun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *